Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Selasa, 16 Juni 2015

Makalah Manajemen Proyek

Tugas Kuliah : Manajemen Proyek

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni untuk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.
Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial. We are managing human resources. Selain manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan pengawasan.
Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Seperti yang dikemukakan oleh Stoner ebagai berikut :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dari devinisi diatas terlihat bahwa Stoner telah menggunakan kata proses bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan dan keterampilan pribadi. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Secara khusus, manajemen terbagi lagi. Salah satunya adalah manajemen proyek. Manajemen proyek dapat didefinisikan adalah merupakan penerapan keahlian, ilmu pengetahuan dan keterampilan, baik secara teknis dengan menggunakan resource terbatas untuk menggapai sasaran yang ditetapkan, supaya menghasilkan kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja yang optimal. Untuk lebih jelasnya, akan dibahas di bab selanjutnya.

B.   Rumusan Masalah
Berangkat dari uraian singkat di atas, penulis dapat merumuskan masalah yang menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini yaitu:
1.         Apakah pengertian manajemen proyek?
2.         Bagaimanakah sejarah dan perkembangan manajemen proyek hingga bisa sampai sekarang ini?
3.         Teknik-teknik apa sajakah yang seharusnya digunakan demi keberhasilan suatu manajemen proyek?
4.         Apakah keterbatasan yang biasanya didapatkan dalam manajemen proyek?

C.   Batasan Masalah
Untuk membatasi ruang lingkup pembahasan makalah ini demi mengefisienkan waktu penyelesaian makalah ini. Penulis memberikan beberapa batasan masalah bahwa : konteks manajemen proyek yang dibahas dalam makalah ini bersifat umum dan tidak mengkhusus atau lebih mendetail, mengingat waktu yang diberikan untuk menyelesaikan makalah ini sangat minim di tambah dengan kesibukan lain selama menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

D.   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
1.      Mengetahui pengertian tentang manajemen proyek
2.         Mengetahui sejarah dan perkembangan manajemen proyek.
3.         Mengetahui Teknik-teknik yang seharusnya digunakan demi keberhasilan suatu manajemen proyek.
4.         Mengetahui Keterbatasan yang biasanya didapatkan dalam manajemen proyek.

BAB II
PROJECT MANAGEMENT

A.      Pengertian Manajeman Proyek (Project Management)
Aspek manajemen sangat penting artinya bagi setiap jenis usaha. Ia berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang disingkat dengan POAC dengan tidak memandang jenis, tujuan, maupun rumitnya aktivitas tersebut. Studi aspek manajemen terhadap sebuah proyek disebabkan karena dua hal. Pertama: pada saat pembangunan suatu proyek diperlukan perencanaan yang matang agar tujuan yang diinginkan tercapai. Kedua: pada saat bisnis dioperasionalkan secara rutin diperlukan kaidah atau prinsip dalam pengelolaannya. Sampai dengan saat ini, masih banyak proyek yang gagal dibangun dan dioperasionalkan bukan disebabkan oleh aspek lain, melainkan lemahnya aspek manajemennya sehingga tidak memiliki panduan lengkap untuk dijadikan referensi dalam membuat rancangan desain proyek.
Proyek dalam istilah ekonomi adalah suatu kegiatan yang menggunakan modal atau faktor produksi untuk memproduksi aset yang diharapkan mendapatkan kemanfaatan setelah jangka waktu tertentu. Dengan proyek inilah, maka manusia akan meningkatkan taraf kesejahteraannya.

“A project is an investment activity, where we expend capital resource to create a producing assets from which we can expect to realize benefits over an extended period of time, or the whole complex of activities in valued in using resources to gain benefits, is a project”. (J. Price Gittinger, 1972:1).
Sedangkan dalam perspektif  bisnis diperoleh pengertian proyek adalah rangkaian kegiatan sekali saja yang memiliki satu titik awal dan titik akhir yang tegas dalam waktu. Sehingga manajemen proyek (project management) adalah pekerjaan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan secara tepat waktu, di dalam kerangka anggaran dan sesuai dengan perincian. Saat ini manajemen proyek menjadi begitu populer karena pendekatan yang terdapat dalam menajemen proyek sangat cocok bagi lingkungan dinamis dan membutuhkan fleksibilitas serta respon yang tanggap. Metode-metode dalam manajemen proyek dapat membantu dalam menetapkan sasaran-sasaran yang akan dicapai serta menggarisbawahi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan.

B.       Sejarah dan Perkembangan Manajemen Proyek
Bukti terhadap diimplementasikannya ilmu manajemen proyek sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya piramid raksasa di kota Mesir.
Piramida yang secara umum merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai makam raja-raja dan juga sebagai sarana tempat peribadaha, merupakan bukti bisu yang paling menakjubkan dari penerapan ilmu manajemen proyek di masa lalu. Pembangunan piramid yang tidak dilakukan sembarangan membuktikan bahwa desain dari setiap sudut bangunan diperhitungkan dengan sangat teliti. Hampir setiap piramid dibangun dengan memperhitungkan jarak piramid dengan matahari, karena matahari merupakan elemen terpenting bagi kehidupan masyarakat kuno. Pembangunan piramid ini tidak mungkin dapat terlaksana jika tidak ada orang yang melakukan perencanaan, pengorganisasian dan menggerakkan para pekerja serta melakukan pengontrolan dalam pembangunannya.
Sebagai salah satu disiplin ilmu, manajemen proyek merupakan disiplin ilmu yang telah dikembangkan dari beberapa bidang aplikasi seperti konstruksi sipil, teknik dan aktivitas pertahanan berat. Dua tokoh yang dikenal sebagai nenek moyang dalam perkembangan ilmu manajemen proyek adalah Henry Gantt, yang memperkenalkan penggunaan Gantt Chart dalam melakukan perencanaan dan pengontrolan aktifitas proyek, serta Henry Fayol dengan teori “5 fungsi manajemen” yang merupakan pengetahuan dasar terkait manajemen proyek ataupun manajemen program. Karya kedua tokoh tersebut disebut-sebut sebagai cikal bakal tools yang digunakan dalam manajemen proyek modern.
Pada tahun 1950-an, manajemen proyek mulai memasuki era modernisasi. Pada tahun tersebut, beberapa bidang teknik mulai bekerjasama dalam suatu tim. Isu-isu dalam manajemen proyek seperti estimasi, biaya, pengendalian perubahan, penjadwalan, pengelolaan dan pengarahan sumber daya, negosiasi kontrak dan sebagainya, mulai dilakukan oleh arsitek proyek. Namun, Sebelum tahun 1950-an, proyek dikelola secara ad hoc dimana Gantt Chart dan teknik-teknik informal digunakan sebagai dasar dalam melakukan manajemen proyek. Apa Itu Manajemen Proyek? Berbicara mengenai manajemen proyek, hal ini tentunya tidak terlepas dari adanya perkembangan yang cukup pesat dalam dunia industri dan teknologi informasi. Perkembangan yang cukup pesat ini menyebabkan pihak manajemen harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta mampu bersaing di pasar. Kemampuan pihak manajemen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan adanya keterbatasan terhadap waktu, biaya dan ruang lingkup pekerjaan harus didukung oleh pemahaman mengenai manajemen proyek yang baik. Lalu apa sebenarnya definisi dari manajemen proyek itu sendiri? Untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan manajemen proyek, maka ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan manajemen dan apa yang dimaksud dengan proyek. Manajemen merupakan suatu proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, serta menjalankan dan mengendalikan aktivitas-aktivitas produksi, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus-menerus seiring dengan berjalannya waktu. Sedangkan yang dimaksud dengan proyek adalah suatu usaha yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resource dan spesifikasi yang telah dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas sumber daya organisasi yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu dan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan dan perbaikan yang berkelanjutan

C.      Teknik Manajemen Proyek
Untuk dapat mengolah Manajemen Proyek dibutuhkan beberapa teknik. Adapun teknik itu terbagi atas beberapa bagian dan sub bagian, sebagai berikut :

1.         Perencanaan Proyek
Apabila dilakukan proyek pembukaan usaha baru atau pengembangan bisnis dengan metode baru maka akan memerlukan sumber daya baik itu materi, biaya, waktu, dan lain sebagainya yang sifatnya sangat terbatas untuk mendapatkan hasil atau keuntungan seoptimal mungkin. Untuk mencapai pola efektif dan efesien maka sebelum mengambil sebuah keputusan apakah proyek tersebut feasible atau tidak perlu perencanaan yang matang dimana dilakukan perhitungan-perhitungan yang didasarkan pada perbandingan (ratio) antara manfaat (benefit) yang akan diperoleh dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan (costs) selama kegiatan-kegiatan proyek tersebut berlangsung. Terdapat beberapa alasan yang menekankan betapa pentingnya perencanaan proyek, yaitu:
a.        Penerjemah Kebijakan Umum
Kebijakan umum perusahaan ditentukan oleh manajemen tingkat atas (top level management) yang lebih terfokus dalam menetapkan visi, misi, dan strategi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan baik untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dengan adanya perencanaan, diharapkan terdapat suatu pengarahan kegiatan yang berupa pedoman bagi pelaksanaan kegaitan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
b.        Berupa Perkiraan yang Bersifat Ramalan
Perencanaan dilakukan dengan melakukan suatu perkiraan (forecasting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek perkembangan proyek dan juga hambatan dan resiko yang mungkin dihadapi. Melalui perencanaan yang baik maka ketidakpastian dapat dibatasi sebanyak mungkin.
c.         Berfungsi Ekonomi
Apabila sumber daya yang tersedia sangat terbatas, maka diperlukan perencanaan yang baik agar sumber daya dapat dialokasikan secara optimal sesuai dengan kebutuhan. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik (the best alternative) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best combination).
d.        Memastikan Suatu Kegiatan
Dalam perencanaan suatu aktivitas, maka diperlukan prosedur pelaksanaan aktivitas yang berisi hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, serta wewenang pelaksana kerja agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Hal ini diperlukan agar setiap orang yang ditunjuk sebagai pelaksana kerja memiliki kepastian karena prosedur kerjanya telah jelas dan terstruktur.
e.         Alat Koordinasi
Berkaitan dengan adanya kepastian suatu kegiatan, maka memudahkan untuk melakukan koordinasi bagi setiap pengemban tugas yang berupa kapan tugas akan dilaksanakan dan bagaimana proses pengerjaannya. Kesatuan kerja sangat diperlukan agar tujuan perusahaan dapat diwujudkan.
f.         Sarana Pengawasan
Rencana kerja dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu rencana yang telah direalisasikan. Untuk itu pengawasan dilakukan untuk mengukur apakah suatu kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan atau belum sehingga diperlukan tindakan penegasan.

Dari alasan-alasan tersebut diatas sangatlah jelas bahwa sebelum merealisasikan sebuah bisnis besar diperlukan sebuah perencanaan yang baik khususnya bagi negara berkembang (developing country) seperti Indonesia dimana negara kita kekurangan modal/investasi, kekurangan tenaga ahli, tingkat pendapatan yang masih rendah serta tingkat teknologi yang masih rendah pula. Pada Gambar di bawah ini terdapat tujuh tahapan proses yang harus dilakukan dalam merencanakan sebuah proyek.

Gambar 1   Tahapan Perencanaan Proyek

Pada tahap pertama ditentukan sasaran yang ingin dicapai (setting up the objectives) yang dapat dilakukan dengan proses brainstorming. Langkah ini perlu dicapai sebab pengelola proyek atau manajer proyek dan seluruh anggota tim harus mengetahui apa yang diharapkan. Kemudian dilanjutkan pada tahap identifikasi kegiatan dan sumber daya, artinya mengumpulkan data-data mengenai kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, serta bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk menyelesaikan proyek. Setelah kegiatan-kegiatan diidentifikasi maka perlu dilakukan pengurutan kegiatan agar tidak terjadi overlapping dimana kegiatan-kegiatan apa yang harus lebih dahulu diselesaikan sebelum kegiatan-kegiatan yang lain dimulai atau bisa jadi ada kegiatan yang dapat dilakukan bersamaan. Untuk mengurutkan kegiatan sebaiknya menggunakan diagram alur atau flowchart.
Setelah diurutkan maka setiap kegiatan harus diperkirakan waktu penyelesaian yang optimal sehingga akan diperoleh penjadwalan proyek secara keseluruhan dan tanggal penyelesaian proyek secara tepat dan akurat. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut berbeda dengan sasaran yang diinginkan maka perlu dilakukan penyesuaian. Misalnya waktu penyelesaian proyek ternyata lebih lama dari yang diharapkan maka mungkin dapat dilakukan penyesuaian terhadap alokasi sumber daya yang menangani kegiatan kritis tersebut sehingga dapat diselesaikan dengan lebih singkat. Untuk mengetahui mengenai teknik penjadwalan kegiatan proyek akan dibahas secara ringkas mengenai metode penjadwalan dan jaringan kerja yaitu bagan Gantt dan CPM.

2.         Evaluasi Rencana Proyek
Pada tahap ini dilakukan studi kelayakan terhadap proyek untuk mengetahui apakah proyek tersebut memberikan manfaat yang signifikan apabila direalisasikan. Studi kelayakan dapat dibagi minimal dalam tiga aspek, yaitu aspek pasar (market analysis), aspek teknis (technical analysis) dan aspek finansial (financial analysis). Pada Gambar 2 dapat dilihat tahapan evaluasi proyek secara sistematis.


a.        Analisis Pasar
Feasibility study yang dilakukan pertama kali adalah meninjau kelayakan proyek dari segi pasar. Namun, tidak semua proyek harus melakukan market analysis, dikarenakan bagi proyek yang pemasarannya sudah pasti tidak perlu meninjau kembali segmen pasarnya. Analisis pasar diperuntukkan bagi proyek dalam pengembangan bisnis baru yang belum memiliki gambaran pasarnya.
Apabila diperoleh hasil peninjauan pasar yang menunjukkan keragu-raguan dalam pemasarannya maka sebaiknya implementasi proyek sebaiknya ditolak ataupun dapat ditangguhkan. Jika hasil analisis menunjukkan feasible maka data-data tersebut dijadikan dasar dalam menentukan aspek berikutnya yaitu analisis aspek teknis proyek.
b.        Analisis Teknis
Analisis teknis diperuntukkan untuk menjawab apakah proyek layak dari sisi teknis pelaksanaannya. Informasi mengenai data yang diperlukan dalam analisa teknis terdiri dari:
(1)     Informasi produk (Product Information)
*        Desain produk dan spesifikasinya
*        Tingkatan kualitas produk
*        Kebutuhan pelayanan terhadap produk (Service requirement)
(2)     Informasi pasar (Market Information)
*        Perkiraan penjualan (sales forecasting)
*        Cara penyampaian pelayanan ke konsumen (delivery service requirements)
*        Lokasi konsumen
(3)     Informasi material (Material Information)
*        Spesifikasi material (spesifications)
*        Pengadaan material (availability)
*        Waktu penyerahan (delivery lead time)
*        Tempat pelayanan (Service locations)
(4)     Analisa Lainnya
*        Kemampuan dalam pengadaan modal (capital availability)
*        Kemampuan dalam pengadaan tenaga kerja (labour availability)
Apabila menurut analisa teknis proyek tersebut layak maka dilanjutkan pada tahap analisis selanjutnya yaitu analisis finansial atau analisis ekonomis.

Gambar 2   Tahapan Evaluasi Proyek

c.         Analisis Finansial
Analisis finansial hanya didasarkan pada perhitungan:
*        Net Present Value (NPV)
*        Benefit Cost Ratio (BCR)
*        Internal Rate of Return (IRR)


3.         Pelaksanaan Proyek
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
a.         Negoisasi dengan Lembaga Keuangan / Perbankan, kontraktor serta supplier baik di dalam negeri maupun di luar negeri
b.        Penandatanganan kontrak-kontrak atau perjanjian antara kedua belah pihak
c.         Engineering design
d.        Pelaksanaan pembangunan proyek (construction works)

4.         Pengawasan Proyek
Setelah proyek dilaksanakan maka sepatutnya dilakukan proses monitoring untuk melihat performansi proyek sehingga akan memberikan feedback bagi pelaksana proyek apabila terdapat kendala datau hambatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Umpan balik yang diberikan dapat dijadikan inputan pada tahap evaluasi proyek selanjutya yaitu tahap evaluasi setelah proyek berjalan, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah konkrit dalam pengelolaan proyek selanjutnya.
Agar pelakasanaan proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu sehingga tidak menghabiskan banyak sumber daya, maka sebelum pekerjaan atau kegiatan dilakukan sebaiknya dipersiapkan rencana jaringan kerja (Network planning) yaitu bagan Gantt atau CPM dan PERT. Dengan network planning ini diharapkan akan mempermudah proses pengawasan dan controlling pekerjaan.
D.      Keterbatasan Manajemen Operasional
Melaksanakan proyek adalah sebuah disiplin untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan di dalam perencanaan proyek. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pelaksanaan proyek antara lain:
  1. Kualitas. Sebuah proyek harus berkualitas, baik itu kualitas proses pelaksanaan proyek (ketepatan waktu, ketepatan biaya, kepatuhan terhadap aturan-aturan proyek, dokumentasi proyek) maupun kualitas produk dari proyek tersebut.
  2. Kendala/hambatan/masalah di dalam proyek. Setiap proyek pasti memiliki hambatan, kendala, atau menemui masalah. Ada hambatan, kendala, atau masalah yang sebenarnya sudah dapat diperkirakan sejak awal, dan ada pula masalah yang tidak dapat diperkirakan sejak awal (misalnya gunung meletus, banjir, gempa bumi, wabah, dll). Masalah-masalah yang telah dapat diperkirakan sejak awal, sebaiknya diidentitikasi dan dimasukkan ke dalam rencana proyek, termasuk langkah-langkah penanggulangannya bila masalah tersebut benar-benar terjadi. Bila proyek menemui masalah dan tim proyek tidak mampu menanganinya, lakukanlah eskalasi (laporan mendesak ke atasan) kepada sponsor proyek. Sponsor proyek beserta para pemangkukepentingan akan membicarakan masalah tersebut dan memberikan solusi-solusi yang memungkinkan proyek tersebut dilanjutkan atau dimodifikasi.
  3. Perubahan kebutuhan. Sering kali sebuah proyek berubah di tengah jalan karena kebutuhan yang berubah. Perubahan tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi karena lingkungan yang cepat berubah, apalagi dalam konteks teknologi komputer. Namun demikian, perubahan kebutuhan proyek dapat menyebabkan proyek terlambat selesai dan biaya membengkak. Untuk menghadapi perubahan kebutuhan ini, sebaiknya digunakan Manajemen Perubahan (Change Management) yang akan memastikan bahwa perubahan yang akan terjadi masih sejalan dengan tujuan organisasi, anggaran, dan waktu yang tersedia.


BAB III
P E N U T U P

A.      Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada Bab sebelumnya, dapat disimpulkan  bahwa :
1.        Manajemen proyek (project management) adalah pekerjaan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan secara tepat waktu, di dalam kerangka anggaran dan sesuai dengan perincian
2.        Dua tokoh yang dikenal sebagai nenek moyang dalam perkembangan ilmu manajemen proyek adalah Henry Gantt, yang memperkenalkan penggunaan Gantt Chart dalam melakukan perencanaan dan pengontrolan aktifitas proyek, serta Henry Fayol dengan teori “5 fungsi manajemen” yang merupakan pengetahuan dasar terkait manajemen proyek ataupun manajemen program.
3.        Teknik Manajemen Operasional terbagi 4; yaitu perencanaan proyek, evaluasi rencana proyek, pelaksanaan proyek dan pengawasan proyek.
4.        Melaksanakan proyek adalah sebuah disiplin untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan di dalam perencanaan proyek. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pelaksanaan proyek antara lain kualitas, hambatan, perubahan kebutuhan.

B.       Saran
Sebelum menutup makalah ini, kami memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1.         Sebuah proyek harus berkualitas, baik itu kualitas proses pelaksanaan proyek (ketepatan waktu, ketepatan biaya, kepatuhan terhadap aturan-aturan proyek, dokumentasi proyek) maupun kualitas produk dari proyek tersebut.
2.         Bila proyek menemui masalah dan tim proyek tidak mampu menanganinya, lakukanlah eskalasi (laporan mendesak ke atasan) kepada sponsor proyek. Sponsor proyek beserta para pemangkukepentingan akan membicarakan masalah tersebut dan memberikan solusi-solusi yang memungkinkan proyek tersebut dilanjutkan atau dimodifikasi.
3.         Perubahan kebutuhan proyek dapat menyebabkan proyek terlambat selesai dan biaya membengkak. Untuk menghadapi perubahan kebutuhan ini, sebaiknya digunakan Manajemen Perubahan (Change Management) yang akan memastikan bahwa perubahan yang akan terjadi masih sejalan dengan tujuan organisasi, anggaran, dan waktu yang tersedia.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Bagian II : Proyek dan Manajemen Proyek. Politeknik Telkom, 2009
Ali, Muhammad. Tugas Materi Pembelajaran”Manajemen Proyek”. UNY : Yogyakarta. 2010.
id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
manajemenproyek.net/sejarah-manajemen-proyek.html
Murahartawaty. Bab 2 : Manajemen Proyek. STTI : Bandung. 2009.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top