Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Selasa, 12 Mei 2015

RAGAM BAHASA DAN VARIASI DALAM KEHIDUPAN (TUGAS KULIAH BAHASA INDONESIA)

RAGAM BAHASA DAN VARIASI DALAM KEHIDUPAN

RAGAM BAHASA DALAM KEHIDUPAN.

Pengantar
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Seperti pembahasan fungsi Bahasa pada Materi di bab yang pertama. Bahwa, Bahasa mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi dalam kehidupan, tanpa bahasa kita tidak mungkin dapat berkomnukasi dengan baik dengan orang lain dan dilingkungan sekitar kita. Banyak yang kita dapat melalui komunikasi dengan orang lain entah itu informasi terbaru tentang suatu hal yang lebih cepat kita dapatkan, ataupun juga tentang pengetahuan yang kita dapatkan melalui apa?? Melalui cara bicara seseorang dan cara kita menanggapinya. Semua nya itu tanpa kita sadari. Kita sudah melakukan pembelajaran secara langsung. Dengan mendengarkan dan memberikan suatu tanggapan kepada seseorang atau dalam beberapa kelompok dalam suatu diskusi.
Pengertian
Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
Dalam bahasa Indonesia ragam bahasa sangat banyak jenisnya oleh karena itu di dalam bahasa Indonesia ragam bahasa di kelompokkan sesuai dengan penggunaanya diantaranya :
  1. Ragam bahasa berdasarkan pokok pembicaraan yang terdiri dari ragam bahasa undang-undang, ragam bahasa jurnalisitik, ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra. Jadu ragam bahasa ini sangat dikhususkan dalam suatu tempat.
  2. Ragam Bahasa Berdasarkan media pembicaraan, yang sering kita gunakan yaitu, ragam bahasa lisan dan tulisan.
  3. Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara.
Dari macam-maca ragam bahasa diatas kita kan lebih menenkankan pembahasan tentang suatu cara ragam bahasa berdasarkan media pembicaraan. Yaitu:
  1. Ragam Bahasa Lisan.
Merupakan suatu cara berkomnukasi dengan beberapa orang yang diungkapkan melalui media lisan seperti alat ucap dengan suatu unsure dasarnya adalah pelafalan dalam berkata-kata, tata bahasa dan kosakata yang terkait oleh ruang dan waktu sehingga komunikasi yang kita berikan berupa pengungkapan yang dapat membantu dalam suatu pemahaman dalam suatu lingkungan tertentu.

Dalam ragam lisan ini dibedakan lagi menjadi 2 yaitu :
v Ragam bahasa lisan yang formal atau standard
Ragam bahasa yang diberikan yang tutur kata dan tata bahasa serta cara penyampaiannya disesuaikan dengan lingkungan dimana kita berada.
Contoh dari suatu ragam lisan adalah :
Saat orang berpidato atau memberi sambutan,
Dalam situasi perkuliahan,
Ceramah, dll.
v Ragam bahasa lisan non formal atau standard
Ragam bahasa yang biasa di gunakan sehari-hari yang tata bahasa dan penyampaianya sesuai dengan lingkungan dimana kita berada.
Contoh dari ragam bahasa lisan non standard adalah :
Percakapan antar teman,
Saat berada dipasar, atau
Dalam kesempatan non formal lainnya.
Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, raut muka, gerak tangan, atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ditinjau dari cara penyampaiannya, ragam bahasa lisan mempunyai unsur suprasekmental (aksen, nada, dan tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberikan efek terhadap hasil komunikasi.
Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, raut muka, gerak tangan, atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Ditinjau dari cara penyampaiannya, ragam bahasa lisan mempunyai unsur suprasekmental (aksen, nada, dan tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberikan efek terhadap hasil komunikasi.
Saat berbicara secara langsung akan terlihat sangat jelas bagaimana pembicara menyampaikan informasi atau gagasannya dengan ekspresi, intonasi dan disertai dengan penyampaian ragam bahasa non-verbal.
Komunikasi dalam bahasa lisan terjadi secara langsung atau bertatap muka sehingga terikat oleh kondisi, waktu, dan situasi.. Dari segi pemahaman yang menerima ragam bahasa lisan, pembicara lain lebih mudah mengerti jika terjadi kesalahan atau pemakaian struktur kalimat yang kurang baik saat berbicara karena dapat dijelaskan secara langsung.
CIRI-CIRI RAGAM BAHASA LISAN
v Langsung
Dalam berkomunikasi, seseorang diharapkan dapat bertemu langsung dengan orang yang diajak bicara atau berkomunikasi 2 arah.
v Tidak terikat ejaan bahasa Indonesia tetapi terikat situasi pembicaraan.
seseorang diharapkan dapat mengetahui situasi dan kondisi dan menggunakan bahasa sehari-hari dengan orang yang diajak bicara.
v Tidak efektif, Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa sehari-hari sehingga banyak menggunakan kalimat yang bersifat basa-basi dengan orang yang diajak bicara.
v Kalimatnya pendek-pendek,Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.
v Kalimat sering terputus dan tidak lengkap, Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.
v Lagu kalimat situasional,Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang harus mengerti situasi yang ada pada dengan orang yang diajak bicara atau keadaan sekitarnya.
  1. Ragam bahasa tulisan
bahasa yang tercetak. Ragam tulis dapat juga di bagi menjadi 2 yaitu ragam tulis standard, ragam tulis non standard.
v Ragam tulis standard
Banyak sering kita jumpai didalam sebuah buku-buku pelajaran, majalah, teks, majalah, surat kabar, poster dan iklan.
v Ragam tulis non standard.
Banyak sering kita jumpai di majalah remaja, iklan dan poster.
Dalam ragam tulis, kita harus memperhatikan tata cara penulisan (ejaan) ,tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain, ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa dan struktur kalimatnya seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan dan kecermatan dalam pemilihan kosa kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur dalam penggunaan bahasa.
RAGAM BAHASA LISAN
1. Dosen Mata kuliah Indonesia bilang mahasiswa kelas 3ka01 harus ambil mata kuliah soft skill untuk mata kuliah ini.
2. Kita harus bikin tulisan dan masukkan ke blog.
3. Saya akan tanyakan soal itu
RAGAM BAHASA TULIS
1. Dosen Mata kuliah Indonesia mengatakan mahasiswa kelas 3ka01 harus mengambil mata kuliah soft skill untuk mata kuliah ini.
2. Kita harus membuat tulisan dan masukkan ke blog.
3. Akan saya tanyakan soal itu.
ISTILAH YANG DIGUNAKAN.
Didalam ragam bahasa ada isitilah lain yang digunakan yaitu :
1. Ragam standard.
2. Ragam non standard.
3. Ragam semi standard.
Ragam bahasa standard memiliki sifat kaidah dan aturan yang tetap. Pada ragam bahasa standard memungkinkan perubahan pada kosatakata, peristilahan serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan.
Pembedaan antara ragam bahasa standard, ragam bahasa non standard, dan ragam bahasa semi standard adalah
v Topic yang dibahas.
v Hubungan antar pembicara,
v Medium yang digunakan,
v Lingkungan ,
v Situasi saat pembicaraan itu terjadi
Kalau dilihat dari ciri-ciri nya yang membedakan antara ragam bahasa standard, ragam bahasa non standard, dan ragam bahasa semi standard adalah :
v Penggunaan kata sapaan dan kata ganti
v Pengunaan kata tertentu
v Penggunaan imbuhan
v Penggunaan kata sambung
v Penggunaan fungsi yang lengkap.
Dalam ragam bahasa standard dan ragam bahasa non standard yang paling menunjukkan perbedaan yaitu dalam penggunaan kata-kata yang kita ucapkan. Sebagai contoh, saat kita menegur orang yang lebih tua kita lebih sering menyapa orang tersebut dengan kata bapak, ibu, saudara atau anda. Selain itu juga, kita menggunakan kata untuk menyebut diri kita sendiri dalam berkomunikasi dengan orang yang lebiih tua dengan kata saya, aku. Tetapi dalam ragam bahasa non standard biasa kita menyebut dengan kata gue.
Dalam ragam bahasa standard, lebih banyak menggunakan kata-kata yang merupakan bentuk yang baku atau istilah pada bidang ilmu tertentu. Dalam ragam bahasa standard penggunaan kata depan dan kata sambung. Tetapi dalam ragam bahasa non standard kedua kata ini biasanya di hilangkan jadi sangat sulit untuk mengerti maknanya.
Contoh :
  1. Ayah mengatakan, kita akan pergi besok.
  2. Ayah mengatakan kita akan pergi besok.
Kalimat yang pertama merupakan kalimat yang benar untuk ragam tulis standard karena terdapat tanda koma yang dapat memperjelas suatu makna untuk sebuah kalimat.
Fungsi dalam ragam bahasa standard dan non standard pun berbeda. Artinya ada bagian dalam kalimat yang dihilangkan karena situasi sudah cukup mendukung pengertian. Dalam kalimat non standard itu, predikat kalimat itu dihilangkan. Seringkali pelepasan fungsi terjadi saat kita menjawab pertanyaan orang lain.
Contoh :
A :Hai, kamu mau pergi kemana?
B : tau..
Saat terjadi pertanyaan dari si A ke si B, si B menjawab dengan kata Tau yang seharusnya di jawab dengan kata tidak tahu. ini lah yang dimaksud menghilangkan fungsi itu.
Jadi suatu ragam bahasa banyak sekali jenis dan macamnya yang telah kita ketahui. Sekarang, tergantung bagaimana diri kita untuk mengolah ragam bahasa yang kita miliki dengan baik dan benar.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top