Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 01 Februari 2015

Makalah tentang Perkembangan Budaya Indonesia pada Era Reformasi

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dinamika sosial telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan maupun kecepatan perkembangan.
Kebudayaan mengandung keseluruh pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial dan religius.
Reformasi merupakan perubahan tatanan kehidupan menuju arah yang lebih baik, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya serta hukum.
B.     Tujuan
-          Untuk memenuhi salah satu tugas UTS mata kuliah “Perkembangan Masyarakat dan Budaya”;
-          Untuk mengetahui perkembangan masyarakat dan budaya Indonesia dalam bidang sosial ekonomi dan ilmu pengetahuan teknologi.
C.    Rumusan Masalah
-          Bagaimana keadaan Bangsa Indonesia pada era reformasi?
-          Bagaimana kondisi sosial ekonomi Bangsa Indonesia pada era reformasi?
-          Bagaimana perubahan dan perkembangan masyarakat dan budaya Indonesia pada era reformasi?

BAB II
PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAN BUDAYA INDONESIA
PADA ERA REFORMASI
A.    Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural, Determinism. Herkovits memandang bahwa kebudayaan sebagai suatu yang turun temurun dari generasi ke generasi.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain.
1.      Unsur Kebudayaan
a.       Melville J. Horskovits
-          Alat-alat teknologi;
-          Sistem ekonomi;
-          Keluarga;
-          Kekuasaan politik.
b.      Bronislaw Malinowski
-          Sistem norma sosial yang memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekitar;
-          Organisasi ekonomi;
-          Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama);
-          Organisasi kekuatan (politik)
2.      Kebudayaan di Era Reformasi
Arus reformasi yang berimplikasi pada semua bidang kehidupan membawa Bangsa Indonesia berhadapan dengan tantangan global. Krisis multidimensional yang bermula dari krisis moneter, ekonomi, politik, hukum, hingga komplik sosial yang memuncak pada krisis kepercayaan yang berkepanjangan.
Krisis tersebut pada hakikatnya adalah krisis kualitas kemandirian manusia Indonesia yang semakin memudar. Dalam arti sistem, nilai yang hidup di masyarakat sebagai jati diri bangsa, hal ini berakibat pada perubahan budaya.
Disisi lain tumbuh dorongan untuk menyesuaikan dengan kemajuan, daya saing dan perkembangan jaman, sehingga timbul komplik budaya yang mengurangi keseimbangan budaya bangsa.
Engkoswara “Budaya yang semakin memudar dampak pada akhlak mulia, spiritual, moral, yang terkoyak-koyak, menjurus ke arah negatif, semangat berusaha dan bekerja yang semakin mengerdil”.
Saini Km “Nampaknya yang terjadi sekarang ialah manusia Indonesia semakin kurang bermoral, apakah itu akibat dari sistem pendidikan yang kurang relevan atau kadar keimanan bangsa yang begitu rendah, ataukah hal ini ada hubungannya dengan peran kebudayaan yang semakin luntur”.
3.      Peran Pendidikan dalam Kebudayaan
Pendidikan merupakan suatu agency untuk mengembangkan suatu kebudayaan bangsa karena pendidikan itu sendiri memiliki tujuan untuk membentuk manusia yang berkualitas tinggi dan mampu mandiri serta mencakup rasa memiliki dan tanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Proses pemahaman kebudayaan khususnya dalam pendidikan paling tepat diterapkan di sekolah dasar, karena pendidikan dasar dapat menjadi culture conserver pelestari budaya cultural transmitter yang melakukan seleksi terhadap kesenian atau budaya asing.
4.      Kebudayaan Sebagai Aset Utama
 Kebudayaan suatu bangsa wajib dipertahankan dan kembangkan, sebab kebudayaan berfungsi sebagai filter (penyaring) atau (counter culture) dan motor penggerak dalam meningkatkan kreativitas yang tinggi, ketahanan diri dan kelangsungan hidup suatu bangsa.
B.     Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah suatu gejala perubahannya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial  budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.  
C.    Perkembangan Masyarakat Indonesia Pada Masa Reformasi
Setelah BJ. Habibi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998, kemudian muncul reformasi Indonesia yang disebabkan oleh:
1.      Ketidakadilan dibidang politik, ekonomi dan hukum;
2.      Pemerintah Orde Baru tidak konsisten terhadap tekad awal munculnya Orde Baru yaitu pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara;
3.      Menculnya suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaan (status quo);
4.      Terjadinya penyimpangan dan penyelewengan terhadap nilai pancasila dan UUD 1945 yang direkayasa untuk melindungi kepentingan penguasa;
5.      Timbulnya krisis politik, hukum, ekonomi dan kepercayaan.
 Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama dengan tatanan kehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah perbaikan.
Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia tahun 1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan perubahan dan pembaharuan terutama perbaikan dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan hukum.
Kondisi sosial  dan ekonomi masyarakat pada masa reformasi sejak krisis moneter tahun 1997 perusahaan swasta mengalami kerugian dan kesulitan dalam membayar gaji karyawan sementara itu para karyawan terus menuntut kenaikan gaji karena diakibatkan harga sembako yang semakin tinggi.
Karena terdesaknya oleh krisis moneter itu banyak karyawan yang di PHK dan menambah jumlah pengangguran, dan maraknya tindakan kriminal yang terjadi dalam masyarakat. 
D.    Perkembangan IPTEK di Indonesia dalam Bidang Pendidikan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau biasa kita kenal dengan istilah IPTEK. Ilmu pengetahuan itu muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik kebutuhan jasmani maupun rohani.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari lembaga pendidikan. Realita yang memprihatinkan bukan dilihat dari prestasi beberapa bidang IPTEK yang telah dicapai seperti penemuan aplikasi teknologi DNA, penemuan bibit padi unggul, penemuan vector medan laju percepatan  gerak lempeng teknologi, rancangan bangunan pesawat remotely politely vehicle, memperolah penghargaan internasional fellowship L’oreal-unesco for woman in science, mendapat medali emas pada Internasional Exhibition of Invention new technique and product memperoleh the first to nobel prize dibidang fisika tingkat SMA, hingga temuan nutrisi baru yang disebut Saputra, yang memang semua itu perlu disyukuri.
Tetapi keprihatinan itu muncul pergerakan dampak perkembangan IPTEK itu memang tidak segaris lurus dengan pencipta kesejahteraan masyarakat dalam rangka kebijakan IPTEK secara nasional.
Dampak positif perkembangan IPTEK dalam bidang pendidikan yaitu:
1.      Memberi berbagai kemudahan;
2.      Memudahkan meluasnya berbagai informasi;
3.      Bertambah pengetahuan dan wawasan.
Dampak negatif perkembangan IPTEK dalam bidang pendidikan yaitu:
1.      Mempengaruhi pola pikir;
2.      Hilangnya budaya tradisional;
3.      Banyak menimbulkan keruksakan.
IPTEK juga memiliki peranan penting bagi kebudayaan.
E.     Tantangan Global
Pernyataan yang muncul kemudian adalah bagaimana membentuk dan menjaga keseimbangan tujuan hidup dalam tantangan hidup dan perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Pada era global peningkatan daya saing menjadi hal yang utama dalam kontek perkembangan keilmuan tidak dapat terlepas dari perkembangan IPTEK.
Teknologi di golongkan menjadi sklasifikasi di maksudkan untuk melihat potensi berbagai teknologi sekaligus.
Kelima teknologi tersebut, yaitu:
·         Teknologi konsevasi
Teknologi ini membantu kita untuk menyesuaikan diri dengan alam dan bertahan hidup dalam aneka ragam lingkungan.
·         Teknologi perbaikan
Teknologi ini yang memungkinkan kita untuk memenuhi kebutuhan kita atau yang melampaui batas kemampuan alamiah kita
·         Teknologi implikasi
Bertujuan membantu dalam implementasi teknologi-teknologi lain misalnya computer.
·         Teknologi deskruktif
Teknologi ini dirancang dengan maksud utama penghancuran. Teknologi ini dapat mencapai tujuannya melalui manipulasi kontrol atau hanya dengan kemampuan memusnahkan.
·         Teknologi konvensantoris
Teknologi yang di gunakan untuk membantu menangani efek-efek teknologi lain atau kehidupan manusia.

BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Kebudayaan sangat erat kaitanya dengan masyarakat danl lingkungan alam sekitar.
Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian dari nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan sistem-sistem sosial religius.
Perkembangan IPTEK di Indonesia pada era globalisasi sangat berperan penting untuk kemajuan suatu negara, dan kemajuan ini tidak dapat dipisahkan dari lembaga pendidikan.
Dampak adanya perkembangan IPTEK yaitu:
a.       Memberi berbagai kemudahan
b.      Mempercepat/mempermudah berbagai informasi
c.       Menanbah pengetahuan dan wawasan
Dampak adanya perkembangan adanya IPTEK yaitu:
a.       Mempengaruhi pola pikir
b.      Hilangnya budaya tradisional
c.       Banyak menimbulkan kerusakan
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top