Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Kamis, 11 Juni 2015

MAKALAH KONSEP DASAR BIOLOGI MOLEKULER


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau manusia. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan pertumbuhan tubuh. Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. 70% dari sel tubuh manusia terdiri dari protein.
Biologi molekuler merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara struktur dan fungsi antar molekul. Banyak cabang ilmu yang berasal dari konsep dasar biologi molekuler.


1.2  Rumusan Masalah
  1. Apa definisi dari biologi molekuler?
  2. Apa saja pengelompokan jasad hidup?
  3. Apa saja komponen penyusun sel?
  4. Apa saja cakupan/batas-batas biologi molekuler?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Definisi Biologi Molekuler
Biologi molekuler dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi dan organisasi jasad hidup (organisme) ditinjau dari stuktur dan regulasi molekuler unsur atau komponen penyusunnya. William Astbury pada tahun 1945 menggunakan istilah biologi molekuler untuk pertama kalinya. Dengan perkembangan biologi modern, cakupan biologi molekuler kini tidak lagi hanya sebatas struktur kimia atau fisika, melainkan juga fungsi organisasi makromolekul tersebut di dalam jasad hidup serta interaksi antarkomponen selular.
Beberapa penulis membuat batasan mengenai biologi molekuler secara lebih sempit, yaitu suatu ilmu yang mempelajari organisasi, aktifitas, dan regulasi gen pada aras molekul. Termasuk di dalam batasan ini adalah kajian mengenai replikasi DNA, transkripsi, translasi, rekombinasi, dan translokasi.

2.2  Pengelompokan Jasad Hidup
Pada dasarnya jasad hidup (organisme) dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu: organisme seluler dan organisme nonseluler. Organisme seluler tersusun atas beberapa satuan unit yang dinamakan sel. Beberapa contoh organisme seluler adalah bakteri, jamur, tumbuhan, hewan, dan manusia. Jasad hidup nonseluler meliputi berbagai macam virus. Virus adalah parasit obligat sehingga hanya menunjukkan ciri-ciri kehidupan jika berada dalam jasad hidup yang sesuai. Virus dikatakan hidup karena dapat berkembang biak dengan cepat, sedangkan dikatakan benda mati apabila mengkristal.
Ditinjau dari segi satuan dasar individu, jasad hidup dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: jasad bersel tunggal (uniseluler) dan jasad bersel banyak (multiseluler). Artinya satu individu jasad bersel tunggal terdiri atas satu sel, sedangkan satu individu jasad  bersel banyak terdiri atas banyak sel yang terorganisasi secara spesifik. Jasad bersel tunggal misalnya bakteri, sedangkan jasad bersel banyak misalnya tumbuhan tingkat tinggi.
Berdasarkan atas organisasi dan struktur rinci sel, maka jasad hidup seluler dibedakan lebih lanjut menjadi dua kelompok, yaitu: Prokariot dan Eukariot. Perbedaan prokariot dan eukariot dapat dilihat di dalam tabel berikut.

Prokariot
Eukariot
Belum ada pembagian ruang yang jelas di antara komponen-komponen selnya
Sudah ada pembagian ruang yang jelas
Belum ada organel yang spesifik, sel relatif masih sederhana
Sudah ada organel spesifik
Tidak memiliki membran inti
Memiliki membran inti
Contoh: arkae dan bakteri
Contoh: sel hewan dan sel tumbuhan


2.3  Komponen Penyusun Sel
2.3.1 Protein
                  Protein adalah makromolekul yang terdiri dari asam-asam amino yang saling berikatan. Ikatan antar asam amino disebut dengan ikatan peptida. Molekul protein dapat terdiri atas satu atau sejumlah rantai polipeptida dan setiap rantai dapat terdiri atas ratusan hingga jutaan residu asam amino. Protein mempunyai fungsi antara lain:
1.      Sebagai katalisator reaksi-reaksi biokimia dalam sel
2.      Sebagai pengangkut molekul kecil dan ion
3.      Berperan di dalam sistem pergerakan yang terkoordinasi
4.      Sebagai komponen sistem kekebalan tubuh
5.      Sebagai pengatur ekspresi genetik, dan
6.      Sebagai penerus impuls saraf


2.3.2 Air
                  Di dalam sel, air terdapat dalam dua bentuk, yaitu bentuk bebas dan terikat. Air dalam bentuk bebas mencakup 95% dari total air di dalam sel. Umumnya air berperan sebagai pelarut. Beberapa fungsi air yaitu
1.      Pelarut berbagai zat organik dan anorganik’
2.      Bahan pengsuspensi zat-zat organik dengan molekul besar seperti protein dll
3.      Sebagai media transpor berbagai zat
4.      Air digunakan untuk mengabsorbsi panas dan mengubah temperatur yang drastis di dalam sel

2.3.3 Asam Nukleat
                 Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yang berperanan dalam penyimpanan serta pemindahan informasi genetik. Satu nukleotida terdiri atas tiga bagian, yaitu:
1.      Cincin purin atau pirimidin yaitu basa nitrogen yang terikat pada atom C nomor 1 suatu molekul gula (ribosa atau deoksiribosa). Ada dua macam basa nitrogen yang menyusun asam nukleat, yaitu basa purin yang terdiri dari adenine (A) dan guanine (G), serta basa pirimidin yang terdiri dari thymine (T) dan cytosine (C), dan uracil (U). Baik DNA maupun RNA tersusun atas A, G, C, tetapi T hanya ada pada DNA sedangkan U hanya ada pada RNA.

2.      Molekul gula dengan 5 atom C (pentosa). Pada RNA gulanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gulanya adalah deoksiribosa.

3.      Gugus fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 melalui ikatan fosfoester. Gugus fosfat inilah yang menyebabkan asam nukleat bermuatan negatif kuat.


Suatu basa yang terikat pada satu gugus gula disebut nukleosida, sedangkan nukleotida adalah satu nukleosida yang berikatan dengan gugus fosfat. Di dalam molekul DNA atau RNA, nukleotida berikatan dengan nukleotida yang lain melalui ikatan fosfodiester.

2.4 Cakupan Biologi Molekuler
Struktur komponen intrasel dipelajari di dalam biologi sel, tetapi keterkaitannya dengan struktur dan fungsi molekul kimia di dalam sel merupakan cakupan studi biologi molekuler. Komponen dan proses replikasi DNA dipelajari di dalam genetika, tetapi macam-macam enzim DNA polimerase beserta fungsinya masing-masing dipelajari di dalam biologi molekuler.

BAB III
PENUTUP

Biologi Molekuler adalah cabang biologi yang berhubungan dengan pembentukan, struktur dan fungsi makromolekuler yang berguna untuk kehidupan seperti asam nukleat dan protein yang berperan dalam replikasi sel dan transmisi informasi genetik. Biologi molekular juga merupakan salah satu cabang biologi yang merujuk kepada pengkajian mengenai kehidupan pada skala molekul. Ini termasuk penyelidikan tentang interaksi molekul dalam benda hidup dan kesannya, terutama tentang interaksi berbagai sistem dalam sel, termasuk interaksi DNA, RNA, dan sintesis protein, dan bagaimana interaksi tersebut diatur. 

DAFTAR PUSTAKA

Yuwono, Triwibowo.2005.Biologi Molekular.Jakarta:Erlangga
http://id.wikipedia.org/wiki/Biomolekul
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top