Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Senin, 15 Desember 2014

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

BAB I

PENDAHULUAN.



  1. LATAR BELAKANG.



                Sistem reproduksi manusia merupakan suatu masalah yang sangat penting untuk dibahas. Pada abad pertengahan sampai sekarang  masih ada orang yang mempercayai  mitos dan khayal meliputi  soal sistem reproduksi manusia. Hal tersebut memang wajar, oleh karena itu untuk memahami tentang mekanisme  sistem reproduksi yang menjadi kompleks,maka orang harus mengetahui anatomi sistem reproduksi dan ilmu – ilmu funda mental yang menjadi sumber fisiologi, embryologi dll.



               Berdasarkan kenyataan dilapangan sebagian orang beranggapan bahwa materi sistem reproduksi manusia merupakan pelajaran yang tabu. Dimana  materi – materi memuat tentang alat – alat reproduksi manusia baik yang nampak maupun yang tidak nampak atau yang tersembunyi, bahkan kita dapat melihat dengan jelas tentang bentuk dan ukuran serta fungsinya. Oleh karena itu bagi setiap kaum wanita harus dapat mengetahui kapan masa pubertas, menstruasi, hamil dan masa persalinannya serta masa menopause. Juga untuk kaum laki – laki harus mengetahui masa subur, ejakukalasi dll.



               Pada manusia reproduksi terjadi secara seksual. Alat reproduksi pada manusia berupa lat kelamin pada laki- laki dan alat kelamin pada wanita. Ditinjau dari  fisiologi reproduksinya alat reproduksi wanita sangat lebih kompleks bila dibandingkan dengan laki- laki. Wanita tidak hanya menghasikan sel kelamin (telur), tetapi juga dilengkapi untuk, (1) menerima dan menampung sperma dari laki – laki pada saat mengadakan hubungan seksual, (2) memberi keadaan yang cocok pada saat fertilisassi, (3) dan mampu memberi makanan bagi bayi yang sedang berkembang sebelum dan sesudah kelahiran. 



  1. TUJUAN                 



 Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai pada makalah ini adalah:



1.       Mengetahui anatomi reproduksi pada laki- laki dan wanita



2.       Mengetahui mekanisme pembentukan gamet



  3    Mengetahui pengaruh hormon dalam perilaku seksual



   4.   Mengetahui proses atau siklus menstruasi pada  wanita



5.       Mengetahui  proses kehamilan pada wanita



6.        Mengetahui proses perkembangan janin



BAB II

PEMBAHASAN





A.    Anatomi Reproduksi Pada Laki – Laki

1.      Alat Kelamin Dalam 
a.       Testes


Testes ( buah sakar ) adalah suatu alat dengan dua fungsi,selain membuat sperma juga merupakn organ  endokrin, Hormon yang dibentuk ialah  testosteroron  yang merupakn hormon kelamin jantan yang utama. Hormon ini bertanggung jawab untuk perkembangan yang disebut ciri- ciri kelamin sekunder dari laki – laki, seperti  janggut, membesarnya suara, dan bentuk badan jantan: hal ini perlu untuk produksi sperma.

Testosteron dibuat oleh sel- sel yang disebut sel interstisium, yang terdapat ditubulus seminifer. Sebaliknya sel – sel intertisium ini merupakan sel target hormon LH , yang di hasilkan oleh lobus anterior kelnjar pituitari atau hipofisis, yang terletak didasar otak. Hormon kelenjar hipofisis,FSH bekerja langsung pada spermatogonia, untuk merangsang produksi sperma tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma, karena testosteron juga penting untuk proses tersebut.



Pada seorang laki – laki dewasa setiap hari menghasilkan lebih dari  seratus juta sel sperma. Sel ini berangsur – angsur  bergerak melalui vasa eferensia yang bermuara ketubulus seminifer dan ke epididmis, merupakan tempat pendewasaan lebih lanjut dan penyimpanan. Walaupun laju produksi sperma tak dikwatirkan kehabisan  persediaan spermatogonia, karena spermatogonia juga membelah diri secara mitosis dan oleh karenanya memelihara populasinya. Jika kekurangan testosteron, semua alat reproduksi laki – laki  akan turun sesuai dengan aktifitasnya. Dalam kebanyakan kasus baik ereksi penis dan volume ejakulasi akan berkurang juga. Ini belum tentu bagaimana jika efek tingkah laku testosteron akan menghasilkan penurunan testosteron laki – laki pada umumnya, tetapi ini dikenal apa bila kekurangan testosteron akan menghasilkan penurunan tingkah laku seksual. Laki – laki yang secara kebetulan sebelum masa pubertas  berakhir akan memperoleh ciri yang sama seperti wanita yaitu: memiliki timbunan lemak pada payu dara dan pinggul,  tidak tumbuh kumis atau jenggot serta kulitnya halus. Jika pada laki – laki  secara kebetulan, biasanya akan kehilangan/ rontok bulu kumis dan jenggot, dan tulang ototnya akan lemah dan ukurannya kecil, akan tetapi  wanita atau anak – anak ciri- cirinya akan berkurang.


b.      Saluran - saluran Reproduksi



Saluran reproduksi terdiri dari atas duktus epididimis, yaitu tempat pematangan dan tempat penyimpanan sementara sperma. Selanjutnya terdapat vasa deferensia yang merupakan suatu saluran untuk mengangkat sperma ke vesika seminalis ( kantong sperma ). Arah vasa deferensia ini keatas kemudian melingkar dan salah satunya berakhir pada kelenjar prostat, dan dibelakang kantong kemih saluran ini bersatu membentuk duktus ejakulatorius pendek yang berakhir di uretra. Uretra dan duktus ejakulatorius sama- sama berakhir di ujung penis.


c.       Kelenjar-kelenjar  Kelamin



Saluran kelamin dilengkapi dengan tiga kelenjar yang dapat mengeluarkan getah / secret / semen. Kelenjar- kelenjar ini antara lain vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelejar bulbouretra ( cowper )

·         Vesikula seminalis berjumalah sepasang dan terletak diatas  dan dibawah kandung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan 60% dari volume total semen. cairan dari vesikula seminalis berwarna jernih, kental mengandung lendir,asam amino dan fruktosa. Cairan ini berfungsi untuk memberi makanan pada sperma. Selain itu vesikula seminalis juga mengeksresikan progtaglandin yang berfungsi membuat otot uterin berkontraksi untuk mendorong semen mencapai uterus.



·         Kelenjar prostat berukuran lebih besar bila dibandingkan dengan dua kelenjar lainnya. Cairan yang dihasilkan encer  seperti susu dan bersifat alkalis sehingga dapat menyeimbangkan keasaman residu urin di uretra  dan keasaman vagina. Cairan ini langsung bernuara ke uretra lewat beberapa saluran kecil.



·         Kelenjar bulbouretral / cowper. Kelenjar ini kecil, berjumlah sepasang terletak disepanjang uretra. Cairan kelenjar ini pekat dan disekresikan  sebelum penis mengeluarkan sperma dan semen


2.      Alat Kelamin Luar.



Alat kelaminluar pada laki – laki  adalah penis yang berfungsi untuk sebagai alat kopulasi ( persetubuhan ). Jadi penis merupakan organ yang didalamnya berisi  saluran pembuluh darah berupa kantong ( sinus ). Pada  keadaan normal kantung ini sedikit berisi darah, tetapi pada saat mengalami rangsangan seksual atau pada saat kedinginan, kantong itu  akan berisi banyak darah.. Sebagai akibat  pengisian itu penis menjadi lebih tegang. Jadi lebih banyak darah dan efisien darah dialirkan dan mengisi kantong tersebut,makin besar dan semakin tegang pula penis itu. Panjang penis bervariasi dan sedikit banyak di pengaruhi oleh faktor rasial.Ukuran pendek pada anak – anak dan mencapai ukuran panjang ketika dewasa, yaitu setelah pubertas.



Panjang pada keadaan biasa tidak selalu mempengaruhi  panjang pada keadaan tegang atau ereksi. Ukuran normal tidak ditulis  disini untuk menghindarkan rasa rendah diri yang tak perlu. Ada yang menyamakan kemampuan seksual seorang laki-laki dengan ukuran penisnya dan itu tidak dapat dibenarkan. Walaupun demikian tidak dapat dihindarkan bahwa penis yang terlalu pendek, terlalu panjang, terlalu kecil, atau terlalu besar sedikit banyak akan mempengaruhi seksual seorang laki-laki.



Pada dasarnya penis merupakan kantong berisi darah ukurannya sangat sukar untuk diperbesar. Untuk mencapai ereksi maksimal  memang dapat digunakan obat yang terdapat di pasar, tetapi pembesaran yang bersifat permanen sangat diragukan kemungkinnanya. Bagian ujung penis dinamakan glas penis. Bagian ini merupakan bagia yang paling sensitif dan dibungkus oleh kulit yang dianamakan preputium. Preputium  ini merupakan  bagia yang dipotong dan dibuang pada saat ” sunat ” atau khitan.



Pada pangkal glans penis terdapat daerah dengan kelenjar yang menghasilkan smegma . Menurut statistik pada pria yang tidak disunat terdapat lebi banyak kasus  kelainan penis yang tampaknya diakibatkan oleh smegma ini. Dengan penyunatan hygiene daerah itu dinilai dapat dipelihara lebih baik sehingga smegma selalu terdapat dibersihkan dan tidak dibiarkan menumpuk.



Untuk dapat mengalami ereksi pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju penis perlu mendapatkan rangsangan untuk memperbesar alirannya dan sebaliknya pembuluh balik dari penis harus diblok agar tidak memungkinkan darah mengalir keluar. Proses itu diatur oleh serabut saraf tidak sadar yang terdapat didasar panggul. Kerusakan saraf itu dapat mengganggu seluruh proses sehingga yang bersangkutan tidak dapat ereksi atau impoten. Proses kerusakan itu dapat terjadi akibat kecelakaan atau penyakit kencing manis yang tidak terkontrol. Kondisi ini merupakan contoh impotensi organik atau akibat kelainan yang nyata pada organ.



Menurut satatistik sebagian besar penderita impotensi disebabkan oleh faktor pikiran atau kejiwaan. Rsa rendah diri merupakan salah satu faktor penyebab, disamping perasaan yang menganggap masalah seksual adalah sesuatu yang kotor. Selain itu faktor pasangan juga dapat menjadi penyebab karena ada laki-laki yang tidak ereksi pada saat berhubungan dengan seorang wanita dan dapat melakukannya dengan baik ketika berhadapan dengan wanita lain.



B.     Alat Reproduksi pada Wanita


Didalam seksualitas wanita lebih rumit bila dibandingkandengan laki-laki. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa fisilogi reproduksi wanita sangat lebvih kompleks dari pada laiki- laki. Wanita tidak hanya menghasilkan  sel kelamin ( telur ), tetapi juga dilengkapi juga  untuk: (1) menerima sperma dari laki-laki, (2) memberi keadaan yang cocok untuk terjadinya fertiliasi, (3) mampu memberikan makanan bagi bayi yang sedang berkembang sebelum dan sesudah kelahiran. Alat kelamin pada wanita terbagi atas dua bagian yaitu:


1.      Alat kelamin luar



Alat kelamin luar dari pada wanita terdiri atas sebagai berikut:



a.       Labia mayora ( bibir luar vagiana yang tampak tebal ), berlapis lemak.

b.      Labia Minora ( vivir kecil ), yaitu sapasang lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak berlapis lemak.

c.       Clítoris, merupakan tonjolan kecil yang disebut juga kelentit.

d.      Orificium urethrae ( Muara saluran kecing ) yang terdapat dibawah clítoris.

e.       Himen ( selaput dara ), yang berlokasi dibawah salura kencing yang mengelilingi temapat masuknya ke vagina.


2.      Alat kelamin dalam



Alat kelamin dalam dari pada wanita terdiri atas :


a.       Indung telur ( ovarium )



Ovarium berjumlah sepasang dan terletak dirongga perut, yaitu didaerah pinggang kiri dan kanan. Oavarium diselubungi oleh kapsul pelindung dan mengandung folikel- folikel. Tiap folikel mengandung satu sel telur yang diselubungi oleh satu atau lapisan sel-sel folikel. Folikel adalah struktur seperti bulatan-bulatan yang mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur.


b.      Tuba fallopi atau ovinduk



Ovinduk berjumalah sepasang. Saluran ini menghubungkan ovarium dengan uterus. Ujungnya berbentuk corong berjumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menagkap ovum. Setelah ovum ditangkap oleh fimbrae kemudian diangkut oleh tubafallopi atau bagian induk yang menyempit dengan bergera peristaltik, dinding tuba yang bersilia menuju ke rahim.




c.       Uterus ( rahim )



Pada manusia rahim hanya terdapat satu ruang atau simplek, berotot serta teba. Pada wanita yang belum pernah  melahirkan, biasa panjangnya 7 cm dan lebarnya 4-5 cm. Rahim bawah mengecil yang dinamakan leher rahim ( serviks uteri ), sedengakan bagian besar disebut badan rahim  (corpus uteri ).  Rahim tersusun atas tiga lapisan yaitu, perimetrium, miometrium, dan endometrium. Endometrium menghasilkan banyak dan mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan inilah yang mengalami penebalan, dan akan mengelupas tiap bulannya bila tidak ada zigot ( sel telur yang dibuahi) yang dinamakan  (implantasi ). Uterus merupakan ruangan untuk pertumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.


d.      Vagina
  Vagina merupakan sebuah lubang berlapis otot yang membujur kerah belakang dan atas. Dinding vagin lebih tipis dari pada rahim dan banyak lipatan, hal ini  untuk mempermudah jalannya kelahiran bayi. Disamping itu juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh suatu kelenjar yaitu kelenjar Bartholini.

MEKANISME PEMBENTUKAN  GAMET


Sebelum terjadi pertemuan antara ovum dab sperma pada fertilisasi interna terjadilah pembentukan gamet jantan dan betina.

1.      Pembentukan gamet jantan
Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus testes terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel sertoli yang berfungsi memberi makanan spermatozoa juga sel leyding untuk menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi olee kerja beberapa hormon.

Kelenjar hipofisis  menghasilkan hormon perangasang folikel FSH (folicle Stimulating Hormone)  dan hormon lutein LH  ( Luteinizing  Hormone ). LH merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pda masa pubertas androgen / testosteron  memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

FSH merangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP ( Androgen Binding Protein ) yang  akanmemacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis. Pada spermatozoa  disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi didalam epididimis dan membutuhkan waktu selama dua hari.

2.      Pembentukan gamet betina
Didalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang  menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit perimer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga massa pubertas.

Pada masa pubertas  terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan dua sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil yaitu  badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedus ysng menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua. Catatan: Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka  akan terjadi perdarahan atau menstruasi. Menstruasi terjadi secara periodik satu bulan sekali. Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis teroduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi kemudian terhenti sama sekali.Masa ini ini disebut menopause.
a.       Mekanisme spermatogenesis.

Spermatogenesis terjadi seteleh seorang laki-laki mengalami masa pubertas. Proses ini kemudian akan terjadi secara teratur  dan terus menerus seumur hidup laki-laki. Didalam testes spermatogenesis terjadi  didalam tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus telah tersedia calon-calon sperma yang berjumlah ribuan. Spermatogonium akan mengalami pembelahahan mitosis membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer melakukan pembelahan meiosis  pertama membentuk 2 spermatosit sekunder, tiap spermatosit sekunder membelah secara meiosis (meiosis kedua) akan menghasilkan 2 spermatosid yang bersifat haploid. Keempat spermatosid ini berkembang menjadi sperma masak yang bersifat haploit. Sperma yang telah masak akan menuju ke epididmis. Setiap proses spermatogenesis memerlukan waktu 65 hari – 75 hari.

b.      Mekanisme Oogenesis
Oogenesis terjadi di ovarium. Di ovarium ini telah tersedia calon-calon sel telur yaitu oosit primer yang terbentuk sejak bayi lahir. Saat pubertas, di bawah pengurus FSH, oosit primer melakukan pembelahan meiosis dan menghasilkan oosit sekunder dan badan polar pertama ( polosit primer ). Oosit sekunder dikelilingi oleh folikel. Folikel-folikel ini dibawah pengaruh FSH, membelah berkali-kali  dan membentuk folikel graff yang masak. Kemudian sel-sel folikel ini  memproduksi estrogen yang merangsang hipofisis untuk mensekresikan LH. Hormon ini berfungsi mendorong pelepsan sel telur atau ovulasi. Jika pada saat ovulasi terjadi pembuahan maka oosit  sekunder meneruskan pembelahan menjadi ootid ( haploid )  dan badan polar kedua. Ootid berdeferensiasi menjadi ovum. Jadi dalam oogenesis ini dihasilkan oosid sekunder yang akan di buahi oleh sperma, dan setelah pembuahan, oosid sekunder membelah lagi secara meiosis hingga dihasilkan oovum. Berbeda denga laki-laki, wanita hanya mengeluarkan satu telur saja selama waktu tertentu ( siklus ). Ovum pada wanita berhubungan dengan siklus yang dikontrol oleh hormon FSH dan  LH.

PENGARUH HORMON DALAM PERILAKU SEKSUAL PRIA DAN WANITA


Tidak Ada bukti yang kuat bahwa kelainan hormon androgen pada masa prenatal memberi pengaruh pada kelainan perilaku seksual laki-laki maupun perempuan. Hormon androgen pada masa prenatal memang akan mempengaruhi proses defeminisasi ( jaringan saraf yang mengontrol perilaku seksual wanita) dan maskulinisasi ( jaringan saraf yang mengontrol perilaku seksual pria ) namun dalam perkembangannya dimasa dewasa belum tentu terjadi kelainan perilaku.

Hormon gonodal  pada individu wanita tidak memiliki pengaruh dalam aktifitas perilaku seksual wanita ( tidak seperti hewan bwetina yang aktifitas perilaku seksualnya hanya akan terjadi pada masa estrus, yaitu saat estradiol dan progesterone aktif di produksi ): sedangkan hormon gonadal pada pria (testosterone ) sangat berperan dalam pengaktifan perilaku seksual pada pria (baik individu pria maupun hewan jantan lainnya). Hal tersebut terjadi karena testosteron- lah yang memicu produksi sel sperma dan memicu ereksi pada penis.



HORMON DAN ORIENTASI SEKSUAL



Secara umum ada tiga orientasi seksual yang kita kenal, yaitu heteroseksual (memilih lawan jenis dalam melakukan aktifitas seksual ): homo seksual ( memilih sesama jenis dalam melakukan aktifitas seksual ): biseksual yaitu  tertarik dalam lawan jenis dan sesama jenis dalam melakukan aktifitas seksual .



Penelitian menunjukan bahwa orientasi atau  preferensi ( pilihan ) seksual tidak berkaitan dengan tingkat produksi hormon, namun dalam beberapa penelitian yang menyatakan bahwa bila janin wanita dalam kandungan tidak terlindung dari produksi estrogen, maka ada kemingkinan ia akan menjadi wanita lesbian atau biseks, namun penelitian terakhir lebih mengarah pada adanya INAH 3 ( thirt interstitial nucleus of the anterior hypothalamus )  yang pada pria besarnya dua kali dari pada nucleus dari pada wanita, namun pada pria homo seks besarnya sama dengan INAH 3  pada wanita.





MENSTRUASI




Menstruasi dapat diartikan sebagai luruhnya ovum yang dibuahi beserta lapisan dinding uterus yang terjadi secara periodik.



Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata. Sedangkan pada mamalia terjadi siklus esterus, bedanya pada siklus menstruasi, jika terjadi pembuhan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh, sedangkan siklus estrus jika tidak terjadi pembuahan endometrium akan direabsorbsi oleh tubuh. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari ( ada pula setiap 21 hari dan 30 hari ).



Siklus menstruasi pada wanita terdiri atas tiga fase yaitu fase poliferasi, fase sekresi, dan fase aliran menstruasi.


1.      Fase Proliferasi


Fase ini dikendalikan oleh hormon estrogen maka disebut juga ”fase proliferasi ”. Fase ini dimulai dari hari ke - 5 sampai hari ke-14. Pada hari tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormone FSH. Pada saat tersebut  sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folike graaf yang masak , folikel ini juga menghasilkan hormone estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis.Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas wktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH  dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari  ke- 14.


2.      Fase sekresi


Fase ini terjadi pada hari ke- 14 sampai hari ke – 28 dari siklus. Folikel yang pecah pada saat ovulasi berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning   (corpus Luteum ) . Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH , akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang. Selama fase sekresi endometriun terus menebal. Arteri-arteri membesar dan kelenjar endometrium tumbuh


3.      Fase aliran Menstruasi


Tahap ini berakhir pada 4 sampai 6 hari suatu siklus. Dengan demikian hormone estrogen dan progesteron berhenti dikeluarkan maka sebagian darah atau fase menstruasi yang mulai terbentuk lagi dan terjadilah proses oogenesis kembali.



KEHAMILAN




Kehamilan merupakan proses berkembangnya embrio dalam uterus sejak terjadi fertilisasi sehingga dilahirkan. Perkembangan embrio dimulai pada saat telur yang telah dibuahi masih ada dalam tuba fallopi. Embrio yang sedang berkembang meneruskan perlajalanannya kebawah saluran dan mencapai uterus dalam dua atau tiga hari. Sebagai hasil pembelahan mitosis yang berulang terbentuklah sebuah bola sel yang berongga disebut blastosis. Kira – kira satu minggu  setellah fetilisasi, blastosis tertanam dalam dinding uterus yang menebal, suatu proses yang disebut implantasi. Dengan implantasi yang berhasil , terjadilah kehamilan



Perkembangan blastosis berlanjut dengan pembelahan sel yang cepat dan beberapa migrasi sel dari satu tempat ketempat lain didalam embrio yang sedang berkembang, maka terbentuklah dua bagian utama sel jaringan yaitu: ( 1) embrio yang sebernarnya yang akan menjadi bayi, (2) membran ekstra embrio yang akan memainkan sejumalah peranan vital dalam proses tersebut, tetapi akan dibuang pada waktu kelahiran. Membran ekstra embrio  membentuk amnion plasenta dan tali pusar.



Selama dua bulan pertama dalam kandungan, struktur dasar bayi sedang dibentuk, ini meliputi pembelahan sel, migrasi sel, dan perkembangan sel sel menjadi tipe-tipe yang terdapat dalam organisme dewasa seperti sel-sel darah merah,sel-sel saraf dll. Selama peroiode ini organisme yang sedang berkembang itu disebut embrio yang sangat peka terhadap tahap-tahap  perkembangannya.



Setelah kuarang lebih dari dua bulan semua estos dalam bayi telah terbentuk dalam keadaan rudimenter. Kemudian perkembangan dari fetus adalah pertama-tama pertumbuhan dan sedikit modifikasi struktur. Fetus jauh kurang  rentan terhadap aksi zat teratogen dari pada embrio.



Kehamilanmanusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran    ( 38 minggu dari pembuhan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida,sedangkan manusia didalamnya disebut embrio ( minggi-minggu awal ) dan kemudian menjadi janin sampai kelahiran. Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut  primiggravida atau gravida 1 dan seorang wanita yang belum pernah hamil disebut sebagai gravida 0.



Dalam banyak masyarakat defenisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa resiko tertinggi keguguran ( kematian alamian embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan kedua perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ketiga menandakan awal viabilitas yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau  kelahiran dipaksakan. Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, defenisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke tiga adalah sebuah pribadi yang baru.



PERKEMBANGAN JANIN




Bulan
Panjang & Berat
Perkembangan Janin
1
0,6 cm
Tulang belakang dan saluran tulang belakang terbentuk, calon tangan dan kaki muncul,jantung terbentuk dan mulai  berdetak
2
3 cm, 1g
Mata muncul dan berjauhan letaknya, hidung pipih,penulangan mulai terjadi,. Tubuh mulai berbeda dari kaki dan tangan, jari jemari terbentuk sempurna. Pembuluh udara utama terbentuk. Berbagai organ dalam berkembang.
3
7,5 cm, 28g
Mata berkembang sempurna tetapi kelopak mata masih menyatu dengan mata,hidung membentuk jalur, dan telinga luar muncul. Anggota gerak terbentuk sempurna dan kuku mulai berkembang. Detak jantung sudah bise di deteksi
4
18 cm, 113g
Proporsi kepala lebih besar dari tubuh. Wajahnya mulai berbentuk manusia dan rambut kepala tumbuh. Kulit berwarna merah mudah terang. Beberapa tulang mengeras dan sendi terbentuk
5
25-30 cm,227-254g
Proporsi kepala lebih besar dari tubuh. Rambut-rambut halus menyelubungi tubuh. Kulit berwarna merah muda terang.
6
27-35 cm,567-871g
Kepala agak proporsional. Kulit keriput dan berwarna merah mudah. Kelopak mata  terpisah dengan mata
7
32-42 cm, 1135-1362g
Kepela dan tubuh lebih proporsional. Kulit merah keriput.
8
41-45 cm,2043-2270g
Lemak subkutan mengendap ,testes Turín ke skrotum, tulang kepala lunak dan keriput kulit berkurang
9
50 cm, 3178-3405g
Endapan lemak subkutan bertambah, lanungo mengelupas dan kuku tumbuh di ujung jari.







PUBERTAS




Laki-laki muda biasanya kematangan seksualnya ketika berumur 14 tahun walaupun  kematangan seksual boleh berlangsung beberapa tahun kemudian atau lebih awal. Pada masa ini kematangan seksual disebut pubertas. Pubertas dapat ditentukan oleh faktor yang tidak ketahui karena hipotalamus dari otak merangsang granula pituitari dapat merangsang sekresi testosteron dari testes dan mensekrsi steroid dari grandula adrenal



Untuk laki-laki biasanya menurun testosteronnya pada usia 40- 50 tahun, tidak berubah drastis seperti yang terjadi pada wanita pada usia yang sama dengan laki-laki. Pada masa ini beberapa masalah psikologi  terjadi dan kemungkinan tidak disebabkan oleh karena kurangnya testosteron akan tetapi karena ketakutan sendiri impotensi pada usia tua. Selama kekurangan testosteron, laki-laki naormal mungkin menahan potensi seksualnya dengan baik sampai umur 80 tahun.



Pada laki- laki  spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 – 50 tahun. Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya,meskipun ovarium seorang bayi permpuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer.





KELAINAN – KELAINAN PADA SISTEM  REPRODUKSI MANUSIA




Sistem reproduksi manusia dapat mengalami berbagai gangguan ataupun kelainan, antara lain sebagaia berikut:

1.               Intertilitas atau kemandulan merupakan gangguan kesuburan dimana tidak terjadi kehamilan setelah persetubuhan teratur tanpa alat kontarasepsi selama setahun.



2.               Vaginosis merupakan keputihan akibat meningkatnya bakteri patogen sehingga Laktobacillus menurun, HP  vagina meningkat menjadi basa. Biasanya ditandai dengan lendir vagina sedikit, bau tidak sedap, tetapi tidak menyebabkan iritasi.



3.               Trikomoniasis merupakan salah satu jenis keputihan yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.



4.               Vaginitis merupakan peradangan pada lapisan vagina.



5.               Vulvitis merupakan suatu peradangan pada vulva  ( organ kelamin luar wanita ).



6.               Vulvaginitis merupakan peradangan pada vulva dan vagina.



7.               Prostatitis merupakan peradangan prostat yang disebabkan oleh infeksi atau sebab lain. Gejalanya seruapa denga flu, antara laian demam,nyeri dan badan meriang,serta nyeri pada daerah pangkal penis atau daerah dasar bawah penis saat berkemih atau ejakulasi..



8.               Gonore meruapakan penyakit menular seksual yang disebkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang meinginfeksi lapisan dalam uretra,leher rahim,rektum, dan tenggorakan atau bagian puti mata (konjugtive). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendiaan. Pada wanita gonore bisa naik kesaluran kelamin dan menginfeksi selaput didalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan dan gangguan reproduksi.



9.               Sifilis merupakan penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh baeteri Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual. Tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dengan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Bila tidak terawat,sifilis menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung dan otak.



10.           Kanker rahim ditandai dengan tumbuhnya sel-sel pada mulut rahim yang tidak lasim (abnormal) . Sebelum menjadi sel-sel kanker terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah virus Human Papilloma .Virus ini muncul antara lain sering akibat perilaku ganti-ganti pasangan seks sehingga menimbulkan penyakit kelamin.








DAFTAR PUSTAKA





Daniel S. Wibowo,2005. Anatomi tubuh manusia. Jakarta: P.T Gramedia



W.Kimbal Jhon. 1992. Edisi kelima Jilid 2 . Jakarta: P.T. Gelora Aksara          Paratama.



Wahyudi S.R.  2000, Modul 1 Kesehatan Reproduksi Remaja.       PKBI,IPPF,BKKBN,UNFPA



Eko Setyaningsih,2006,Sains Biologi untuk Program IPA SMA Kelas XI, Sinar       Grafika



 


Facebook Twitter Google+
 
Back To Top