Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Sabtu, 24 Januari 2015

MAKALAH EKONOMI INTERNASIONAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Keunggulan komperatif adalah konsepsi central dalam teori perdagangan internasional yang menyatakan bahwa sebuah negara atau wilayah mengkhususkan diri pada produksi dan megekspor barang dan jasa yang dapat dihasilkan dengan biaya relatif lebih efisien dari pada barang dan jasa lain. Dan mengimport barang dan jasa yang tidak memiliki keunggulan komperatif itu.
Produktifitas sering pula dikaitkan dengan cara dan sistem yang efisien, sehingga proses produksi berlangsung tepat waktu dan dengan demikian tidak diperlukan kerja lembur dengan segala implikasinya, terutama implikasi biaya. Dan sekiranya jelas bahwa merupakan hal yang logis dan tepat apabila peningkatan produktifias dijadikan salah satu sasaran jangka panjang perusahaan dalam langka pelaksanaan strateginya.
 Negara – negara melakukan perdagangan internasional karena dua alasan utama, masing – masing alasan menyumbangkan keuntungan perdagangan (Gains from trade). Pertama , negara – negara berdagang karena berbeda satu sama lain. Bangsa – bangsa dan individu – individu dapat memperoleh keuntungan dari masing – masing perbedaan tersebut melalui suatu pengaturan dimana setiap pihak melakukan sesuatu dengan relatif lebih baik. Kedua, negara – negara berdagang satu sama lain dengan tujuan mencapai skala ekonomis ( economies of scale ) dalam produksi. Jika setiap negara hanya menghasilkan sejumlah barang tertentu, maka negara tersebut dapat menghasilkan barang – barang tersebut dengan skala yang lebih besar dan karenanya lebih efisien dibandingkan jika negara tersebut mencoba untuk memproduksi segala jenis barang.Dalam dunia nyata, pola – pola perdagangan internasional mencerminkan interaksi dari kedua alasan diatas. Konsep dasar dalam analisis tersebut adalah keunggulan komparatif (comparative advantage).
B.   Rumusan Masalah
1.    Jelaskan definisi tentang Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif?
2.    Apa hubungan antar produktivitas tenaga kerja dan keunggulan komparatif?
3.    Bagaimana Konsep tentang Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif ?
4.    Jelaskan batas-batas kemungkinan produksi bagi perekonomian?
5.    Jelaskan berbagai keracuan tentang konsep keunggulan komparatif dan tenaga kerja?
           
C.  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
ü  Untuk mengetahui  devinisi dari Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif
ü  Untuk mengetahui hubungan antara produktivitas tenaga kerja dan keunggulan komperatif
ü  Untuk mengetahui Konsep tentang Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan komparatif
ü  Untuk mengetahui Batas – batas kemungkinan produksi bagi perekonomian
ü  Untuk mengetahui  keracuan tentang konsep Keunggulan Komparatif.
 
BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif
Tenaga kerja
Salah satu aspek penting di dalam peningkatan kemampuan serta pemanfaataan kemampuan dan sumber – sumber yang relatif terbatas adalah mempergunakan sumber – sumber tersebut seefisien mungkin. Penggunaan sember yang efisien akan cenderung kearah peningkatan Produktivitas tenaga kerja.
Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara  hasil kerja yang dicapai (output) dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu (input). Produktivitas tenaga kerja dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar daripada input yang digunakan. Sebaliknya produktivitas tenaga kerja dikatakan rendah, jika hasil yang diperolah relatif lebih kecil daripada input yang digunakan. Peningkatan produktivitas tenaga kerja juga merupakan salah satu tolak ukur perusahaaan dalam mencapai tujuannya. Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan menekan sekecil – kecilnya segala macam biaya termasuk dalam memanfaatkan sumber daya manusia.
Pengukuran produktivitas tenaga kerja menurut system pemasukan fisik perorangan atau per jam kerja orang diterima secara luas, namun dari sudut pandangan harian, pengukuran tersebut pada umumnya tidak efektif dikarenakan adanya variasi dalam jumlah yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk yang berbeda. Oleh karena itu, digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja.
     

 Keunggulan komparatif
Perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh , Indonesia dan Malaysia sama – sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya , Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.
Dalam teori keunggulan komparatif, suatu bangsa dapat meningkatkan standart kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi. Dan perlu ditekankan bahwa definisi keunggulan komparatif meliputi empat jumlah kebutuhantenaga kerja, jadi tidak hanya dua. Keunggulan mutlak dimiliki suatu Negara apabila suatuNegara tersebut lebih efesien memproduksi sesuatu dibandingkan Negara lainnya.

B.  Hubungan antara produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif
Keunggulan komparatif semata – mata merupakan hasil perbedaan produktivitas tenaga kerja antar negara. Model keunggulan komparatif yang bertolak dari perbedaan produktivitas tenaga kerja awal pertama diperkenalkan pada abad kesembilan belas oleh ekonom David Ricardo dan dikenal sebagai Model Ricardo.
Teknologi yang digunakan oleh perekonomian tercermin dari tingkat produktivitas tenaga kerja dari masing – masing negara. Jumlah kebutuhan tenaga kerja diukur dengan jumlah jam kerja yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Dan suatu negara akan memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam memproduksi suatu barang jika biaya pengorbanannya dalam memproduksi barang tersebut (dalam satuan barang lain) lebih rendah dari pada barang-baran lainnya.

C.    Konsep tentang Produktivitas Tenaga Kerja dan Keunggulan Komparatif
Perdagangan internasional dapat meningkatkan output dunia karena memungkinkan setiap negara memproduksi sesuatu  yang keunggulan komparatifnya dikuasai. Suatu negara memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam memproduksi suatu barang  kalau biaya pengorbanannya dalam memproduksi barang tersebut lebih rendah daripada negara – negara lainnya.Negara – negara terlibat dalam perdagangan internasional  karena dua alasan dasar:
v  Berbeda satu sama lain dalm hal iklim, tanah, modal, tenaga kerja, dan teknologi
v  Mencoba untuk mencapai  skala ekonomi dalam produksi
      Terdapat keterkaitan tak terpisahkan antara konsep keunggulan komparatif dengan perdagangan internasional yaitu perdagangan antara dua negar akan mengutungkan kedua belah pihak jika masing-masing negara memproduksi dan mengekspor produk yang keunggulannya komparatifnya dikuasai. David Ricardo seorang ekonomi termasyur pada abad ke sembilan belas menciptakan konsep keunggulan komparatif. Karena itulan model yang melihat perdagangan internasional sepenuhnya ditentukan oleh perbedaan produktivitas tenaga kerja antar negara itu disebut model Ricardo. Model Ricardian didasarkan pada perbedaan teknologi diantara suatu negara. Perbedaan teknologi tersebut mencerminkan perbedaan  dalam produktivitas tenaga kerja.
Dalam contoh hari Valatine 1996, yang terjadi tidak sampai seminggu dari pelaksaan pemilu pendahuluan menetukan tanggal 20 Februari di New Hampshire, AS, kandidat presiden dari Partai Republik Patrick Buchanan. Dalam kesempatan tersebut dia menyempatkan diri berpidato tentang peningkatan mawar impor ke AS, yang dikatakannya mengancam para petani mawar AS tersingkir dari bisnis itu.
Dalam contoh diatas, Amerika Serikat memiliki keunggulan komperatif dalam memproduksi mawar musim dingin, sedangkan AS memiliki keunggulan komparatif dalam membuat komputer. Standar hidup di kedua tempat akan sama-sama meningkat jika kemudian AS memasok kebutuhan komputer untuk Amerika Selatan, sedangkan Amerika Selatan memasok kebutuhan mawar di AS. Di sini dapat dilihat keterkaitan antar konsep keunggulan komparatif dengan perdagangan internasional: perdagangan antara dua negara akan menguntungkan kedua belah pihak jika masing-masing negara memproduksi dan mengekspor produk yang keunggulan koparatif yang di kuasai.

Perdagangan dalam dunia yang hanya memiliki satu faktor produksi
Perlu ditekankan bahwa definisi keunggulan komparatif meliputi empat jumlah kebutuhantenaga kerja, jadi tidak hanya dua. Keunggulan mutlak dimiliki suatu Negara apabila suatuNegara tersebut lebih efesien memproduksi sesuatu dibandingkan Negara lainnya.
v Analisis keseimbangan parsial dilakukan dimana kita menelaah keunggulan komparatif pasar tunggal namun juga memperhatikan keterkaitan antar pasar. v  Analisis keseimbangan umum dilakukan dengan cara mempertimbangkan keterkaitan antara kedua pasar tersebut.  
v Upah relative merupakan jumlah pembayaran yang mereka terima per jamnya dibandingkan dengan jumlah pembayaran per jam yang diterima pekerja di Negara lain
 Model perdagangan satu factor David Ricardo terlalu sederhana untuk melakukan analisis secaralengkap dalam membahas sebab dan dampak perdagangan internasional. Namunpenitikberatan kepada produktivitas pekerja relative itu dapat menjadi suatu perangkat analisisyang sangat bermanfaat dalam rangka memahami perdagangan internasional.
Batas – batas kemungkinan produksi bagi Perekonomian
Mengingat setiap perekonomian menghadapi keterbatasan sumber daya sehingga terdapat pembatas-pembatas terhadap apa dan berapa yang bisa diproduksi. Untuk memproduksi satu barang lebih banyak harus mengurangi produksi barang lain. Pilihan – pilihan ini dicerminkan oleh suatu garis yang dinamakan batas-batas kemungkinan produksi (BKP) atau production possibility frontier. Jika hanya terdapat satu faktor produksi maka BKP berbentuk garis lurus.
BKP ditentukan oleh sumber daya yang tersedia di dalam perekonomian- dalam hal ini tenaga kerja. Batas – batas produksi dapat dirumuskan dalam bentuk ketidaksamaannya sebagai berikut:
 aLCQc + aLWQW ≤ L
Misalnya QW menunjukkan produksi anggur, sedangkan QC menunjukkan produksi keju. Dengan demikian, tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan adalah aLWQW, sementara aLCQc. Merupakan jumlah tenagakerja yang dipergunakan dalam menghasilkan keju. Dan L adalah Jumlah tenaga kerja. Apabila BKP itu berbentuk garis lurus, maka biaya pengorbanan (opportunity cost) atas kegiatan memproduksi keju yang dinyatakan daam satuan nilai anggur adalah konstan. Biaya pengorbanan adalah jumlah galon anggur yang harus dikorbankan oleh perekonomian untuk memproduksi tambahan satu kilogram keju.
BKP menunjukkan kombinasi barang-barang yang dapat  diproduksi oleh suatu perekonomian. Untuk menetukkan barang apa yang akan diproduksi, maka perlu melihat variabel harga. Harus mengetahui harga-harga relatif dari masing-masing barang, yaitu harga dari suatu barang yang dinyatakan dalam satuan nilai barang lain.
Dalam sebuah perekonomian yang kompetitif, besar atau kecilnya penawaran ditentukan oleh upaya individu-individu dalam rangka memaksimalkan penghasilannya. Dalam perekonomian yang disederhanakan, dimana faktor produksi tenaga kerja  merupakan satu-satunya faktor produksi, penawaran keju dan anggur akan ditentukan oleh perpindahan tenaga kerja ke sektor yang memberikan tingkat upah lebih tinggi.
Perekonomian akan melakukan spesialisasi dalam produksi keju jika harga relatif keju lebih tinggi dari biaya pengorbanannya, dan akan melakukan spesialisasi dalam produksi anggur jika harga relatif keju lebih dari biaya pengorbanannya.
Tanpa adanya perdagangan internasional, perekonomian Domestik harus memproduksi sendiri kedua barang itu. Tetapi, perekonomian tersebut akan memproduksi kedua barang hanya jika harga relatif keju persis sama dengan biaya pengorbanannya. Karena biaya pengorbanan sama dengan nisbah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi keju dan anggur, maka kita dapat menyimpulkan dengan “teori nilai pekerja” sedehana: Tanpa berlangsungnya hubungan perdagangan internasional, maka harga relatif barang-barang sama dengan kebutuhan relatif jumlah tenaga kerjanya.

D.    Berbagi kerancuan tentang konsepsi Keunggulan Komparatif
Begitu banyak gagasan dalam ilmu ekonomi yang dicampuradukkan dalam pengertian dan penerapannya. Kalangan politisi, para pengusaha dan bahkan para ekonom sendiri seringkali melontarkan pernyataan yang tidak didasarkan pada analisis ekonomi yang cermat. Untuk beberapa alasan, hal ini relatif sangat sering terjadi dalam ekonomi internasional. Tiga kerancuan berikut, sebagai contoh, membuktikan secara jelas kenyataan yang cukup memprihatinkan. Model sederhana tentang keung­gulan komparatif yang telah dikembangkan di atas.

Ø Produktivitas dan daya asing
Perdagangan bebas hanya akan menguntungkan  jika  negara cukup produktif dalam menghadapi persaingan internasional. Keunggulan kompetitif dari suatu industri tidak hanya tergantung  pada produktivitas relative terhadap industri luar negeri, melainkan juga pada tingkat upah domestik relative terhadap tingakt upah di luar negeri.
Kemampuan mengekspor suatu barang oleh suatu negara sepenuhnya tergantung kepada keunggulan absolut dalam tingkat produktivitas. Dan Keunggulan kompetitif dari suatu industri tidak hanya tergantung pada produktivitas relatif terhadap industri luar negeri, melainkan juga pada tingkat upah domestik relatif terhadap tingkat upah di luar negeri. Tingkat upah suatu negara, pada gilirannya, akan tergantung pada produktivitas relatif pada industri-industri lain di negara tersebut.

Ø Tenaga kerja yang murah
Persaingan internasional itu tidak adil dan merugikan negara-negara tertentu karena didasarkan kepada upah yang rendah. Dan gagasan yang mengatakan bahwa perdagangan hanya menguntungkan  jika menerima upah tinggi jelas merupakan kekeliruan konseptual yang fatal.   
 
Ø Eksploitasi
Perdagangan akan mengeksploitasi suatu Negara dan menurunkan tingkat kesejahteraannya jika pekerjanya menerima upah lebih rendah dari pada pekerja di Negara lain. Kolumnis yang membuat pernyataan atas perbandingan yang tajam itu kemungkinan termotivasi atas kemarahannya mengenai rendahnya tingkat upah di kawasan Amerika Tengah. Namun kalau ia menganjurkan agar menghentikan ekspor, sama saja menjerumuskan karena akan membuat upah lebih kecil lagi.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara  hasil kerja yang dicapai (output) dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu (input). Produktivitas tenaga kerja menjadi tolak ukur negara dalam mencapai tujuan. Jika suatu negara mampu mengefisiensikan biaya yang di keluarkan untuk proses produksi maka terlihat produktivitas tenaga kerjanya tinggi, begitu pula sebaliknya. Peningkatan produktivitas akan berpengaruh terhadap keunggulan komparatif.
Keunggulan komparatif Suatu negara akan tercapai jika negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. kondisi akan mengakibatkan adanya persaingan perdagangan antar negara. suatu negara akan memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam memproduksi suatu barang jika biaya pengorbanannya dalam memproduksi barang tersebut (dalam satuan barang lain) lebih rendah dari pada barang-barang lainnya.
Terlaksananya hubungan perdagangan internasional bergantung pada keunggulan komparatif, bukan pada keunggulan absolut/mutlak. Kenyataannya suatu negara memiliki produktivitas yang lebih tinggi di suatu industri dibandingkan dengan negara lain tidak cukup untuk menjamin bahwa negara tersebut akan selalu mampu mengekspor hasil-hasil industri yang bersangkutan.
Saran
            Keunggulan komparatif suatu negara tidak hanya dapat dinilai dari banyaknya barang yang dihasilkan tetapi juga melihat dari sisi kualitas barang yang dihasilkan. Negara-negara hendaknya mengekspor barang-barang yang mana negara tersebut memiliki produktivitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas negara lain.
 

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top