Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 25 Januari 2015

MAKALAH INTERAKSI SOSIAL | SOSIOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu dengan individu,individu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi, simpati dan empati.Imitasi adalah interaksi sosial yand didasari oleh faktor meniru orang lain.Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh.

Identifikasi interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengidentifikasikan dengan pihak yang lain. Empati adaalah interaksi sosial yang disasari oleh faktordapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,lebih dari simpati. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.   

2.  RUMUSAN MASALAH
Berpijak dari latar belakang diatas,maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini dalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial ?
2.      Bagaimanakah ciri-ciri interaksi sosial ?
3.      Bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut ?
4.      Faktor-faktor apakah yang mendorong terjadinya interaksi sosial ?
5.      Apa syarat-syarat terjadinya interaksi sosial ?
6.      Proses-proses yang asosiatif ?


BAB II
ISI

1. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
   Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Interaksi sosial juga merupakan syarat utama terjadi aktivitas-aktivitas sosial. Aktivitas-aktivitas sosial semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial.
      Walaupun orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, interaksi sosial telah terjadi, karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan.
      Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto didalam pengantar sosiologi, interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.  Maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi sosial, maka kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
 Menurut Herbert Blumer, interaksi adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Interaksi sosial memeliki aturan dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu.

a. Dimensi ruang
   Menurut Robert T. Hall membagi dimensi ruang dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu :
-      Jarak intim
-      Jarak pribadi
-      Jarak sosial
-      Jarak publik
b. Dimensi Waktu
menurut W.I Thomas adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi.

2. CIRI-CIRI INTERAKSI SOSIAL
    Beberapa cir-ciri yang dapat kita kenali adalah sebagi berikut :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b.Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c.Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d.Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.

  
Pola sistem sosial kelak akan menciptakan suatu pola hubungan sosial yang relatif baku atau tetap apabila interaksi sosial itu terjadi berulang-ulang dalam kurun waktu yang relatif lama dan di antara para pelaku yang relatif sama. Pola seperti ini dapat dijumpai dalam bentuk sistem nilai dan norma.

3.  BENTUK INTERAKSI SOSIAL
                  Dalam kenyataan sehari-hari terdapat tiga macam bentuk dalam interaksi sosial, yaitu sebagai berikut :
a.       Interaksi antara individu dengan individu
      Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan atau stimulus kepada individu lainnya. Contoh : berjabat tangan, menegur, bercakap-cakap, atau mungkin bertengkar.
b.      Interaksi antara individu dengan kelompok
Wujud dari Interaksi antara individu dengan kelompok bisa dilihat pada seorang dosen yang sedang mengajari mahasiswa-mahasiswanya di dalam kelas, atau seorang orator yang sedang berpidato di depan orang banyak.
c.       Interaksi antara kelompok dengan kelompok
      Wujud Interaksi antara kelompok dengan kelompok bisa dilihat pada pertandingan suatu kesebelasan melawan kesebelasan lain.

4. FAKTOR DASAR TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL
Secara psikologis, seorang melakukan interaksi sosial dengan orang lain didasari oleh adanya dorongan-dorongan yang bersifat psikologis-sosiologis, antara lain :
a.Imitasi
  Imitasi yaitu tindakan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya minat dan perhatian terhadap objek atau subjek yang akan ditiru.contohnya anak gadis yang meniru ibunya menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai.
b. Identifikasi
   Identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Identifikasi merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang yang ditirunya, baik dari segi gaya hidup maupun perilakuknya.contohnya menyamakan kebiasaan ayahhnya memotong rambut.
c. Sugesti
    Rangsangan pengaruh yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.Biasanya terjadi dari yang tua ke yang muda,dokter ke pasien, dan guru ke murid.
d.Motivasi
  Motivasi yaitu rangsangan pengaruh, yang diberikan antar masyarakat, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab.
e. Simpati
  Simpati yaitu ketertarikan seseorang kepada orang lain hingga mampu merasakan perasaan orang lain tersebut
f. Empati
   Empati mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh sangat intens (dalam).contohnya tindakan dalammembantu korban bencana alam.

5. SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
 Menurut Soerjono Soekanto, syarat terjadinya interaksi sosial didalam
Masyarakat adalah kontak sosial dan komunikasi sosial.
a. Kontak Sosial
Kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya. Kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut :
- Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif.
Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerjasama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik
- Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
Kontak sosial primer terjadi bila para peserta berinteraksi bertemu muka secara langsung. Sedangkan kontak sosial sekunder terjadi bila interaksi berlangsung melalui perantara.
b. Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang penting karena dalam berkomunikasi terdapat kegiatan saling menafsirkan perilaku  (pembicaraan) dan perasaan yang disampaikan. Ada lima unsur pokok dalam komunikasi, yaitu :

- Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan
- Komunikan, yaitu orang/sekelompok orang yang dikirimi pesan  Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator
-  Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan
-  Efek, yaitu  perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator Ada tahapan penting dalam berkomunikasi :
1.      Enconding pada tahap ini gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar.Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat atau gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindri penggunaan kode-kode yang menbingungkan komunikan.
2.      Penyampaian pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau gabungan dari keduannya.
3.      Decoding pada tahap ini dilakukan prosesmencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimilikinya.

BAB III
KESIMPULAN

     Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi sosial yang menjadi syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial ini merupakan hubungan sosial yang dinamis. Interaksi sosial menyangkut hubungan antar perorangan, antar kelompok, atau antara individu dengan kelompok.
     Adanya hubungan timbal balik dalam mempengaruhi tiap individu pada saat terjadinya komunikasi dapat membentuk suatu pengetahuan maupun pengalaman baru yang dirasakan oleh masing-masing individu.
       Adanya tingkat kesadaran didalam berkomunikasi diantara warga-warga dalam kehidupan bermasyarakat dapat membuat  masyarakat dipertahankan sebagai suatu kesatuan dan menciptakan apa yang dinamakan sebagai suatu sistem komunikasi. Karena kelangsungan kesatuannya dengan jalan komunikasi itu, setiap masyarakat dapat membentuk kebudayaan berdasarkan sistem komunikasinya masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. PT Rajagrafindo Persada.
_______. 2007. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat (revisi). Jakarta. PT Ghalia Indonesia.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top