Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 01 Maret 2015

Contoh Laporan Hasil Observasi Proses Pembelajaran di Sekolah


LAPORAN HASIL OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 4 SEMARANG

BAB  I

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

             Setiap individu mempunyai keunikan masing-masing, mempunyai kemampuan dan karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat memahami pelajaran, hingga yang lamban. Mulai dari siswa yang berprestasi, hingga anak yang sarat akan masalah.
             Observasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik. Dalam hal ini saya selaku mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin melakukan observasi di SMKN 4 Semarang untuk memenuhi tugas dalam bentuk laporan observasi pembelajaran di kelas.. Laporan hasil observasi ini disusun guna mememenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan. Dengan adanya observasi ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana seorang guru mengajar suatu pembelajaran. Kemudian kita sebagai sorang calon guru tentunya dapat memilih mana yang baik dan tidak baik untuk diajarkan kepada murid kita ketika sudah mengajar kelak.

2.      Rumusan Masalah
a.       Bagaimana proses pembelajaran di SMK.
b.      Bagaimana metode mengajar yang efektif.
c.       Bagaimana menjadi guru yang baik.

3.     Tujuan
a.     Mengetahui proses pembelajaran di SMK.
b.      Mengetahui metode dan strategi mengajar yang tepat.
c.       Mengetahui cara menjadi guru yang baik.

4.       Manfaat observasi
Setelah melakukan observasi di Sekolah Dasar diharapkan kita dapat memahami bagaimana cara mengajar yang benar dan mengaplikasikannya ketika kita menjadi guru dimasa yang akan datang.

5.      Metode
             Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan observasi adalah observasi langsung dan wawancara.





BAB  II

HASIL OBSERVASI

A.    Gambaran Objek

1.      Identitas Guru (Narasumber)
Nama Guru                                   : Sri Wahyuni
NIP                                               : 1976030520021202008
Tempat, Tanggal Lahir                 : Semarang, 5 Maret 1976
Alamat                                          : Karang Anyar Selatan No. 74 Semarang
Guru Bidang studi                       : Fisika
Masa Kerja                                   : 12 tahun
2.      Pelaksanaan Observasi
Tempat                                          : Kelas XI TSM
Jumlah Peserta didik                     : 30 Orang
Tanggal                                         : 4 April 2014
Waktu                                           : 07:15 WIB – 09:00 WIB

B.     Kegiatan Pembelajaran
       Dalam kegiatan pembelajaran di SMKN 4 Semarang metode pembelajaran yang digunakan adalah problem solving. Guru hanya menggunakan metode tersebut diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal latihan. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:

1.      Kegiatan Awal (15 Menit)
·         Membuka pelajaran
     Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.
·         Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar
           Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
·         Mengkondisikan peserta didik
·         Apersepsi
     Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dan mengulang kembali materi pelajaran sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti (60 menit)
·         Peserta didik mengumpulkan tugas mereka.yang sudah dberikan sama guru pada pertemuan sebelumnya. Dan bagi siswa yang tidak mengumpulkan tetap mendapat konsekuensinya yaitu nilai tidak memenuhi kriteria atau KKM. Hal itu bertujuan mendidik agar pentingnya mengerjakan tugas ndan mengumpulkan tepat waktu.
·         Guru menjelaskan pemecahan masalah dari tugas yang sudah diberikan kepada siswa.agar siswa tahu apabila ada kesalahan dari soal yang sudah para siswa kerjakan.
·         Terjadi proses tanya jawab antara siswa kepada guru dari materi yang belum dipahami oleh siswa.
·         Guru melihat secara langsung buku catatan para siswa ,apakah para siswa mencatat materi yang sudah diajarkan.
3.    Menutup pembelajaran (15 menit)
          Guru mengingatkan kembali kepada peserta didik bahwa dipertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian. Kemudian bersama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam..

C.     Deskripsi Proses Pembelajaran
Menurut hasil observasi yang dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang mulai merasa bosan mengikuti pelajaran, Guru juga mampu mendekatkan dirinya dengan peserta didik baik melalui pendekatan multidisipliner dan pendekatan Interdisipliner. Kemudian ditambah lagi dengan humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

D.    Wawancara
Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana metode pembelajaran yang Bapak/Ibu gunakan?
2.      Apa saja suka duka Bapak/Ibu selama menjadi Guru?
3.      Sebaiknya bagaimana menjadi guru yang baik?
4.      Bagaimana cara Bapak/Ibu menjadi guru yang disukai oleh peserta didik?
5.      Bagaimana cara Bapak/Ibu memotivasi peserta didik yang notabennya bermasalah (nakal, pemalas, dan sebagainya)?

Jawaban dari narasumber:
1.      Metode pembelajaran yang dilakukan adalah Problem solving, karena materi sudah tersampaikan dipertemuan sebelumnya dan dipertemuan selanjutnya akan diadakan Ulangan harian. Sehingga dengan menggunakan metode tersebut diharapkan peserta didik sudah siap menghadapi ulangan harian.
2.      Suka duka menjadi guru, banyak suka yang pasti cita-cita menjadi guru sudah tercapai. Dukanya, sulit memberikan penerangan kepada peserta didik karena pelejaran ini menjadi momok menakutkan. Kurikulum yang sekarang sudah ditetapkan dari atasan sekolah sedangkan yang dilapangan keadaannya berbeda.
3.      Guru yang baik itu:
·         Disiplin.
·         Mampu menkondisikan (penguasaan) kelas dengan bagus, hal ini berarti mampu berinteraksi dengan peserta didik, hal ini juga penting karena dengan mampu mengkondisikan kelas suatu pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
·         Mampu memahami karakter masing-masing peserta didik.
·         Tegas bukan galak, tidak diktator.
·         Mampu memecahkan masalah yang dialami peserta didik dengan cara memberi motivasi.
4.      Cara supaya peserta didik menyukai gurunya adalah sebagai berikut:
·         Menyilami apa kemauan mereka, tapi kita strategikan sesuai dengan apa yang kita mau.
·         Memberi perhatian kepada peserta didik, baik berupa motivasi, sindiran, gurauan dan sebagainya.
5.      Cara memberi memotivasi kepada peserta didik yang bermasalah (nakal, pemalas, dsb):
Sebuah kasus, ada seorang siswa yang tidak pernah membawa buku pelajaran bahkan ada yang sama sekali tidak mempunyai buku. Disini kita harus peduli dengan mereka, metode yang paling baik adalah menyadarkannya dengan pelan-pelan. Misalkan memberikan tugas, kemudian mengecek tugas setiap individu, dan apabila ada siswa yang belum mengerjakan tugas harus mendapatkan hukuman agar jera namun hukuman ini bersifat membangun. Lama kelamaan siswa tersebut akan sadar, dia akan membeli sebuah buku dan akan mengerjakan tugas.


BAB  III

PENUTUP

6.      Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan dan uraian yang telah disajikan terdahulu, maka berikut dikemukakan kesimpulan observasi bahwa proses pembelajaran di Kelas XI SMKN4 Semarang berjalan dengan efektif dan kondusif. Hal ini dikarenakan guru selalu mempertimbangan metode, model atau strategi yang tepat digunakan untuk suatu materi pelajaran didalam proses pembelajaran. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu metode pemecahan masalah. Proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan disenangi oleh peserta didik.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top