Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Rabu, 04 Maret 2015

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

1.      Pengertian Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural). Sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
Menurut Sudalto, terdapat tiga hal yang harus kita pahami dalam pengertian CTL, Pertama, CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Kedua, CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi yang kehidupan yang nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalama belajar disekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan. Ketiga, CTL mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapa mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. (http//peremgpm.wordpress.com /2009/10/05/pembelajaran ctl/).
2.      Prinsip Pembelajaran Contextual Teaching and Learning.
CTL melibatkan tujuh komponen pembelajaran, yakni ; konstruktivisme (Construktivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (reflection) dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment). (Depdiknas,2002:6)
1)      Konstuktivisme (membangun)
a)      Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baruberdasar pada pengetahuan awal.
b)      Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan.
2)      Inquiry (menemukan)
a)      Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman.
b)      Siswa belajar menggunakan kemampuan berfikir kritis.
3)      Questioning (bertanya)
a)      Kegiatan guru untuk mendorong, membimbig dan menilai kemampuan berfikir siswa.
b)      Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry.
4)      Learning Community (masyarakat belajar)
a)      Sekelompok orang yang terkait dalam kegiatan belajar.
b)      Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri.
c)      Tukar pengalaman
d)     Berbagi ide
5)      Modelling (pemodelan)
a)      Proses pemnampilan suatu contoh agar orang lain bisa berfikir, bekerja dan belajar.
b)      Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya.
6)      Reflection (refleksi)
a)      Cara berfikir tentang apa yang kita pelajari
b)      Mencatat apa yang telah dipelajari
c)      Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
7)      Authentic Assesment (penilaian yang sebenarnya)
a)      Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
b)      Penilaian produk (kinerja)
c)      Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual

3.      Langkah-langkah Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning.
Langkah-langkah pembelajaran CTL berpedoman pada prinsip pembelajarannya. Menurut sutardi dan sudiro (2007:106), pembelajaran CTL meliputi empat tahapan, yaitu invitasi, eksplorasi, penjelasan dan solusi serta pengambilan tindakan.
1)      Invitasi, siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awal tentang konsep yang dibahas. Bila perlu guru memancing dengan memberikan pertanyaan yang problematik tentang kehidupan sehari-hari.
2)      Eksplorasi, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, perinterpretasian data dalam sebuah kegiatan yang telah dirancang oleh guru. Kemudian secara berkelompok siswa berdiskusi tentang masalah yang ia bahas.
3)      Penjelasan solusi, siswa menyampaikan, membuat model dan membuat rangkuman serta ringkasan hasil pekerjaan bimbingan guru.
4)      Pengambiln tindakan, siswa dapat membuat keputusan menggunakan pengetahuan dan keterampilan, berbagai informasi dan gagasan, mengajukan pertanyaan lanjutan, mengajukan saran baik secara individu maupun secara kelompok yang berhubungan dengan pemecahan masalah.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top