Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Senin, 15 Oktober 2018

Makalah Penentuan Lokasi Bisnis/Usaha

Advertisement
Makalah Penentuan Lokasi Bisnis - Kali ini admin posting makalah penentuan lokasi bisnis atau wirausaha atau perusahaan untuk tugas mata kuliah Pengantar Bisnis dan Manajemen. silahkan baca berikut ini.

KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah yang telah melimpahkan rahmat hidayah serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Bisnis dan Manajemen dengan judul “Penentuan Lokasi Bisnis” dengan baik tanpa ada halangan.
Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1.      Ifa Latifah, S.E., M.M, selaku dosen pengampu mata kuliah Pengantar Bisnis dan Manajemen;
2.      Orang tua penulis yang senantiasa memberikan motivasi;
3.      Teman-teman Akuntansi Syariah kelas B maupun teman-teman lain yang turut serta membantu dalam penulisan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak dan menjadi referensi untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, penulis mohon maaf bila ada penulisan kata atau tata bahasa yang masih salah dan kurang berkenan. Saran, tanggapan dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan guna menyempurnakan makalah ini.







BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keadaan dunia usaha di Indonesia belakangan ini sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup berarti. Perkembangan ini tidak lepas dari rencana jangka panjang Indonesia untuk menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas. Dengan adanya globalisasi dan perdagangan bebas, persaingan dalam usaha bukan hanya milik para pengusaha dalam negeri melainkan juga turut diramaikan dalam pengusaha yang berasal dari luar negeri. Untuk itu para pengusaha harus mempersiapkan perusahaannya secara menyeluruh agar mampu bersaing dengan pengusaha yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
            Banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan suatu perusahaan dalam mengahadapi persaingan dengan perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri.  Salah satu faktor yang menentukan adalah lokasi usaha. Lokasi usaha sering kali dianggap sebagai hal yang sepele, akan tetapi lokasi usaha sangat menentukan kinerja dan keuntungan yang diraih oleh perusahaan.
            Persaingan yang begitu ketat menjadi alasan mengapa lokasi menjadi suatu hal yang sangat penting yang patut untuk dipertimbangkan.Sangat dibutuhkan suatu kejelian dalam menentukan lokasi industri supaya dapat meminimalkan ketimpangan teknis selanjutnya.Tidak jarang terjadi adanya perusahaan membuat kesalahan-kesalahan dalam pemilihan lokasi dan tempat fasilitas-fasilitas produksinya. Aspek keuangan yang sering menjadi masalah, hal ini terjadi karena semakin jauh jarak antara sumberdaya yang tersedia dengan lokasi suatu perusahan akan menambah pengeluaran biaya perusahaan dan berbagi resiko lain yang masih terjadi. Pemilihan lokasi usaha juga harus berpatokan pada perkembangan pembangunan suatu daerah yang sering kali menimbulkan dampak baik positif maupun negatif yang dapat mempengaruhi kinerja dan perkembangan usaha. Maka penulis disini mengambil judul makalah “Penentuan Lokasi Bisnis”.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian lokasi bisnis?
1.2.2  Apa saja jenis-jenis lokasi bisnis?
1.2.3  Dimana penentuan lokasi bisnis yang tepat?
1.2.4  Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi bisnis?
1.2.5  Bagaimana cara penentuan lokasi bisnis?

1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui pengertian lokasi bisnis
1.3.2 Mengetahui berbagai jenis lokasi bisnis
1.3.3 Mengetahui penentuan lokasi suatu bisnis
1.3.4 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi bisnis
1.3.5 Mengetahui cara yang digunakan untuk penentuan lokasi bisnis








BAB 2
ISI
2.1 . Pengertian Lokasi Bisnis
             Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan / laba (profit). Selain itu, pengertian bisnis menururt Prof.L.R. Dicksee bahwa pengertian bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian bisnis adalah kegiatan atau bentuk aktivitas penjualan barang dan jasa yang bertujuan untuk mencari atau memperoleh keuntungan kepada pihak yang berusaha yang berlangsung secara terus menerus selama masih memberikan keuntungan (profit). Dalam hal ini, profit adalah perbedaan revenue dan cost. Revenue adalah perkalian antara output dengan harganya, dan cost adalah perkalian antara input dengan harganya. Semakin besar perbedaan tersebut, bisnis semakin menguntungkan. Kondisi keuntungan yang ideal adalah jika revenue makin meningkat (sampai maksimal) dan saat yang sama cost makin menurun (semakin minimal). Dalam sebuah bisnis sangat dibutuhkan penentuan lokasi bisnis yang letaknya strategis sebagai salah satu bentuk pemasaran hasil produksi yang efektif.   
            Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya bisnis yang saat ini bermunculan, maka pemilihan letak bisnis ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu suatu bisnis akan kalah dalam bersaing, disamping waktu harus berpacu juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak bisnis ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
Lokasi bisnis sendiri adalah suatu tempat yang menjadi pusat kegiatan bisnis,baik teknis , administrasi, ataupun manajerial.
2.2 . Jenis-jenis Lokasi Bisnis
2.2.1. Lokasi bisnis yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun bisnis di luar lokasi yang telah ditentukan. Para pemilik modal mendirikan bisnis dan mengambil lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah karena dalam kawasan yang ditetapkan tersebut mungkin sudah dibangun sarana listrik, komunikasi, dan tempat pembuangan limbah sehingga tidak membahayakan lingkungan. Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.
2.2.2. Lokasi bisnis yang mengikuti sejarah
Lokasi bisnis yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun bisnis udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun bisnis pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
2.2.3. Lokasi bisnis yang mengikuti kondisi alam
Lokasi bisnis yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya
2.2.4. Lokasi bisnis yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Lokasi bisnis jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
         
2.3 Penentuan Lokasi Bisnis yang Tepat
Di dalam dunia berwirausaha banyak faktor yang bisa menentukan berhasil atau tidaknnya, lancar tidaknya usaha tersebut. Didalam dunia marketing dikenal dengan istilah 4P, yaitu produk, price, place and promotion. Dari keempat faktor tersebut harus dilakukan analisis dengan cermat dan tepat, agar kedepan usaha yang dijalankan bisa tumbuh dan berkembang dan sesuatu dengan apa yang di harapkan.
Lokasi mendirikan bisnis baik itu lokasi pabrik ataupun lokasi tempat berjualan memerlukan analisa yang cermat, karena itu secara langsung akan menentukan kelangsungan dari jalannya bisnis dan akan berimbas langsung ke besar-kecilnya laba bisnis. Disebut berimbas langsung terhadap besar-kecilnya laba karena lokasi yang tepat akan menekan biaya yang dikeluarkan dan juga sebaliknya.
Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
1.            Tidak pindah, tetapi meluaskan fasilitas yang ada.
2.            Mempertahankan lokasi sekarang, selagi menambah fasilitas lain di tempat lain.
3.            Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.
Sering terdapat perbedaan dalam pemilihan lokasi.Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kebutuhan masing-masing bisnis. Lokasi yang baik adalah persoalan yang individual. Hal ini sering disebut pendekatan “situasional” atau “contingenty” untuk pembuatan keputusan.
Dengan adanya penentuan lokasi suatu bisnis atau tempat produksi yang tepat atau baik akan menentukan :
1.            kemampuan melayani konsumen dengan memuaskan.
2.            mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan kontinu dengan harga yang layak atau memuaskan.
3.            mendapatkan tenaga buruh yang cukup.
4.            memungkinkan diadakannya perluasan tempat produksi di kemudian hari.
masalah-masalah yang mungkin timbul di kemudian hari disebabkan :
1.              Karena berubahnya adat kebiasaan masyarakat.
2.              Dengan berpindahnya pusat-pusat penduduk dan perdagangan.
3.              Adanya jaringan komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik.

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi bisnis membutuhkan pertimbangan yang hati-hati. Di saat manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi tetap dan sulit untuk dikurangi. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, sedang untuk bisnis eceran dan jasa professional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Walaupun demikian, strategi pemilihan gudang ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman. Secara umum, tujuan penentuan lokasi industri adalah memperbesar keuntungan dan menekan biaya industri. Ada dua faktor yang mempengaruhi lokasi industri:
1. Faktor pokok
a. Dekat dengan bahan baku
Beberapa industri karena sifat dan keadaan dari proses produksinya memaksa untuk menempatkan pabriknya dengan sumber bahan baku, Seperti pabrik semen, mengharuskan lokasi pabrik berada didaerah yang memiliki sumber bahan baku semen.
b. Dekat dengan tenaga kerja dan tingkat upah
Pemilihan lokasi akan mempertimbangkan tersedianya tenaga kerja yang cukup yang tidak saja dilihat dari ketersediaan jumlah pekerja akan tetapi juga kemampuan dan keterampilan pekerja dan tentu saja akan mempertmbangkan tingkat upah rata-rata pada lokasi alternatif.
c. Berdasarkan biaya angkutan
Tersedianya alat transportasi yang layak akan sangat mempengaruhi proses produksi, jenis fasilitas  dan biaya relatif dari masing-masing alat transportasi dilokasi alternatif harus memberikan biaya transportasi yang minimal.
d. Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pebisnis dalam usahanya mempertahankan kelangsungan hidup maupun untuk mengembangkan usahanya.
Mengingat pentingnya kegiatan pemasaran, maka didalam perencanaan pemasaran diperlukan adanya perencanaan strategis yang tercakup didalam marekting mix (bauran pemasaran).
e.  Sumber energi
Faktor ini sangat vital dalam penetuan lokasi karena keberadaannya mutlak diperlukan, Secara umum sebagian pebisnis membeli energi (listrik) daripada harus membuat instalasi pembangkit energi.
2. Faktor tambahan
a.       Perundang-undangan
Undang-undang yang dikeluarkan oleh suatu negara baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah akan mempengaruhi proses pemilihan lokasi bisnis. Beberapa aspek yang umum diatur oleh undang-undang adalah berupa jam kerja maksimal, upah minimum, usia kerja minimum, dan kondisi-kondisi lingkungan kerja harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi bisnis.
b.      Iklim
Iklim secara nyata akan banyak mempengaruhi efektivitas, efisiensi, produktivitas dan perilaku tenaga kerja dalam melaksanakan aktivitas sehari-harinya. Berdasarkan penelitian, manusia akan dapat bekerja dengan nyaman dalam iklim yang temperaturnya dapat dijaga sekitar 20-22°C
c.       Perpajakan
Bagi pebisnis, pemotongan pajak sangat menolong mengurangi beban biaya operasional, sehingga akan lebih mampu untuk mempertahankan kapasitas produksinya, sehingga mengurangi kemungkinan melakukan PHK. Memang berdasarkan studi di beberapa negara berkembang, pengurangan beban pajak lebih berhasil untuk menstimulasi pertumbuhan daripada ekspansi belanja pemerintah.
d.      Kondisi lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud ialah segala sesuatu yang ada di sekitarnya yang dapat menunjang kelancaran produksi. Seperti keamanan dan ketertiban, jarak ke pemukiman, struktur batuan yang stabil, iklim yang ocok, tersedianya sumber air, dan lain-lain.

2.5  Cara Penentuan Lokasi bisnis
Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi bisnis yaitu:
1. Cara kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap pilihan lokasi.
2.      Cara kuantitatif
Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor (nilai) pada masing-masing kriteria. Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi bisnis, yaitu :
                  Biaya pengangkutan
                  Biaya tenaga kerja
Pada dasarnya pengembilan keputusan mengenai letak suatu bisnis oleh seorang pebisnis didasarkan atas tiga pendekatan yaitu:
a.       Pendekatan Rasional
      Pendekatan rasional dalam pengambilan sebuah keputusan adalah pengambilan keputusan yang didasarkan atas logika bisnis yang wajar dengan menganalisa berbagai fakta yang ada. Sebagai misal; Karena permintaan (order) atas produk meningkat, maka Anda harus meningkatkan volume atau kapasitas produksi dengan cara membeli mesin baru, menambah jumlah karyawan atau melaksanakan lembur.
Pendekatan rasional ini juga didasarkan atas pertimbangan teoritis. Kebanyakan yang menggunakan pendekatan ini mereka para pebisnis yang memiliki Basik Akademisi. Mereka memang sudah memiliki dasar pengeta huan manajerial yang baik, paling tidak mereka memiliki kerangka berfikir yang analisis. Sedangkan bagi kebanyakan pengrajin atau mereka yang tidak memiliki pengetahuan manajerial yang cukup, lebih mengandalkan pendekatan yang kedua yakni pendekatan pada naluri atau instink.
b.      Pendekatan Naluri/Instink
      Pendekatan yang berorientasi pada naluri lebih banyak berdasarkan atas pengalaman-pengalaman yang selama ini dijalaninya; sebagai contoh, pengrajin souvenir pernikahan akan membuat produk lebih banyak dari biasanya pada bulan ‘Besar’ (kalender Jawa), karena pada bulan tersebut orang banyak melangsungkan acara pernikahan, dan sebagainya.
c.       Pendekatan Kombinasi
Pendekatan kombinasi antara rasional dan naluri adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek rasional maupun irasional. Cara kombinasi tersebut adalah cara yang lebih banyak dipakai dalam praktek, terutama oleh para pebisnis terutama karena cara tersebut lebih praktis dan juga lebih cepat. Seperti diketahui keberanian dan kecepatan dalam membuat keputusan merupakan kunci keberhasilan seorang pebisnis, hal ini dimaksudkan agar tidak kalah dalam menangkap dan merebut peluang bisnis yang kadang datangnya tidak diduga.
Hakikat dari pembuatan keputusan merupakan pemilihan alternatif dalam pemecahan masalah, untuk itu sebelum keputusan dibuat sebaiknya :
1.                       Rumusan masalah yang dicapai harus jelas dengan mempertimbangkan tujuan yang hendak dicapai.
2.                       Mencari dan mengembangkan kemungkinan alternatif yang akan dipilih.
3.                       Memilih alternatif yang paling tepat dan atau yang cukup memuaskan dan mengandung kebaikan untuk berbagai pihak.
4.                       Menetapkan alternatif yang dipilih secara mantap dan selanjutnya menyiapkan
5.                       Langkah-langkah untuk melaksanakannya.

Kesulitan utama dalam pemilihan alternatif biasanya karena masing-masing alternatif mengandung kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan yang berbeda-beda. Alternatif mana yang akan diambil dan dipilih oleh seorang pebisnis, akan sangat tergantung pada keteguhan sikap dalam menghadapi resiko. Dengan demikian keteguhan sikap dan kemantapan terhadap keputusan apa yang akan dibuat harus dimiliki, terutama keteguhan dan kemantapan sikap dalam penentuan prioritas tujuan yang akan dicapai.
Walaupun alternatif yang lebih menguntungkan dan memberikan kontribusi yang banyak maka sudah sepantasnyalah bagi pebisnis untuk memilih alternatif yang mengandung banyak kebaikan bagi berbagai pihak. Karena dengan demikian maka usaha yang dijalani akan mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, baik itu dari internal ataupun eksternal, yang demikian itu akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis tersebut dan yang lebih penting lagi tidak ada yang merasa dianiaya sedikitpun karena disebabkan merasa dirugikan akan tetapi malah merasa senang dengan apa yang sudah diputuskan dengan tepat.












BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam dunia bisnis pemilihan lokasi sangatlah penting untuk mendukung kelangsungan bisnis, tidak hanya produk yang diandalkan oleh seorang pebisnis tetapi pemilihan suatu tempat yang strategis merupakan salah satu faktor pendukung. Lokasi mendirikan bisnis baik itu lokasi pabrik ataupun lokasi tempat berjualan memerlukan analisa yang cermat, karena itu secara langsung akan menentukan jalannya bisnis dan akan berimbas langsung ke besar-kecilnya laba bisnis. Pemilihan lokasi bisnis membutuhkan pertimbangan yang hati-hati. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan.
Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi bisnis yaitu, analisa kuantitif dan analisa kualitatif. Analisa kualitatif dengan cara diadakan penilaian secara kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap pilihan lokasi. Sedangkan analisa kuantitif dengan cara hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor (nilai) pada masing-masing kriteria.

3.2 Kritik dan Saran
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, penulis mohon maaf bila ada penulisan kata atau tata bahasa yang masih salah dan kurang berkenan. Saran, tanggapan dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan guna menyempurnakan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Akhir Matua.”Bagaimana Cara Menentukan Lokasi Usaha Bisnis” 21 September 2018. http://staff.blog.ui.ac.id/akhir/2010/12/11/bagaimana-cara-menentukan-lokasi-usaha-bisnis/
http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-bisnis-manfaat-bisnis-dan-tujuan-bisnis.html

Demikianlah makalah penentuan lokasi bisnis untuk tugas mata kuliah pengantar bisnis dan manajemen mudah-mudahan bermanfaat bagi  para pembaca.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top