Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 20 Januari 2019

Makalah Manajemen

Advertisement
Makalah Manajemen - sahabat sejuta warna kali ini admin postingkan materi pengantar bisnis dan manajemen tentang manajemen silahkan simak dibawah ini.

A.   Pengertian Manajemen
Manajemen dalam  bahasa inggris dikenal dengan kata “manage “ yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola ( Jhon M. Echols & Hassan Shadily, 2003:372). Sedangkan dalam kamus umum bahasa indonesia ( W.J.S Poerdarmita, 2007:742 ) manajemen diartikan sebagai cara mengelola suatu perusahan besar. Pengelola atau pengaturan dilaksanakan oleh seorang manajer ( pengatur/pemimpin ) berdasarkan urutan manajemen.
Definisi manajemen mengalami perkembangan dari masa ke masa tergantung kebutuhan organisasi, sehingga istilah manajemen yang dikemukakan oleh para ahli sangat beragam. Para ahli memandang manajemen dari sudut yang berbeda yaitu beberapa ahli memandang manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, ahli lain memandang manajemen sebagai suatu proses dan sebagai suatu profesi.
B.   Unsur – Unsur Manajemen
Unsur- unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan, berikut unsur unsur tersebut.
1.      Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
2.      Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
3.      Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
4.      Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
5.      Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
6.      Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

C.     Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen menurut para ahli berbeda-beda, tetapi dari semua ahli yang mengeukakan tentang fungsi manajemen terdapat kesamaan fungsi. Berikut beberapa fungsinya.


G.R TERRY


JHON F. MEE


LOUIS A. ALLEN

MC NAMARA
Planning
Planning
Leading
Planning
Organizing
Organizing
Planning
Programing
Actuating
Motivating
Organizing
Budgeting
Controlling
Controlling
Controlling
System

HENRY FAYOL
HAROLD KOONTZ & CYRIL O’DONNEL

S.P. SIAGIAN

OEY LIANG LEE
Planning
Planning
Planning
Perencanaan
Organizing
Organizing
Organizing
Pengorgnisasian
Commanding
Staffing
Motivating
Pengarahan
Coordinating
Directing
Controlling
Pengkoordinasian

W.H NEWMAN


LUTHER GULLICK


LYNDALL F. URWICK

JHON D. MILLET
Planning
Planning
Forecasting
Directing
Organizing
Organizing
Planning

Assembling Resources
Staffing
Organizing
Facilitating
Directing
Directing
Commanding

Controlling
Coordinating
Coordinating


Reporting
Controlling


Budgeting



Jika fungsi manajemen yang dikemukakan semua ahli digabungkan, maka terdapat beberapa fungsi yaitu, .
1.      Planning
Peembatasan kompleks yang merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai, siapa yang bertanggung jawab, dan mengapa penetapan harus dicapai. Dalam perencanaan disusun dan ditetapkan budget.
2.      Organizing
Merupakan pengelompokan kegiatan yang diperlukan, yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi, serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antar masing-masing unit tersebut.
3.      Directing
Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha agar dapat mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
4.      Controlling
Pengawasan adalah mengadakan pemantauan dan koreksi sehingga bawahan dapat melakukan tugasnya dengan benar sesuai tujuan semula.
5.      Reporting
Melaporkan salah satu fungsi manajemen yang berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan dan pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi, baik secara lisan maupun tertulis.
6.      Evaluating
Merupakan pengmbilan tindakan korektif oleh pemimpin. Fungsi ini dilaksanakan apabila dalam organisasi terdapat hal yang harus di evaluasi.





D.    Jenjang Manajemen

1.      Manajemen Puncak (Top Management) Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusankeputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama,sekretaris perusahaan. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya. 

2.      Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memeiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk,kepala departemen

3.       Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.

4.      Operatives
Menjalankan kegiatan-kegiatan implementatif sesuai yang ditugaskan oleh top manajemen melalui Middle managers dan First line managers/Supervisory manajemen/low management (Para pekerja teknis). Misal: Tenaga penjualan, pembukuan, operasional.


Perbedaan tingkatan manajemen mempengaruhi fungsi manajemen yang dilakukan, di mana ada 2 fungsi manajemen yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif.
 • Semakin rendah jabatan, maka lebih banyak mengerjakan fungsi manajemen operatif.
 • Semakin tinggi jabatan, lebih banyak menggunakan fungsi administratif.

Masing-masing rantai manajemen mempunyai domain dan karakteristik keahlian manajerial yang berbeda, juga dibidang dimensi waktu perencanaan serta proses manajemen. Semakin tinggi jenjang manajemen maka semakin strategis proses manajemen dan berdimensi jangka panjang, oleh karena itu membutuhkan keahlian manajerial yang lebih bersifat konseptual.
Sebaliknya, semakin rendah jenjang manajemen maka proses manajemen semakin taktis dan berdimensi waktu pendek sehingga keahlian manajerial juga semakin fokus kepda domain fungsi operatif manajemen
Manajer pada berbagai tingkat hirarki mengisi peran manajerial yang berbeda. Peran ini dikategorikan oleh peneliti Henry Mintzberg, dan mereka dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama: decisional, interpersonal, dan informasi.
1.      Peran Interpersonal, yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;
(i)                 Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan,
(ii)               Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yang memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul,
(iii)             Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2.      Peran Informasi adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;
(i)                 Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung,
(ii)               Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi, Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar
3.      Peran Pengambil Keputusan adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
(i)                 Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja,
(ii)               Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul,
(iii)             Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya,
(iv)             Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

E.     Jenis Keterampilan Manajemen
Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut sesuai denga fungsinya masing-masing, maka diperlukan beberapa keahlian manajemen (managerial skills) yang diperlukan oleh setiap orang yang terlibat dalam kegiatan organisasi. Keahlian tersebut meliputi :
1.      Keahlian teknis (Technical skills)
 keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu, seperti mengoperasikan komputer, mendesain bangunan, membuat lay out perusahaan, dan lain sebagainya.
2.      Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarkat (Human Relation skills) keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat. Diantara contoh keahlian ini misalnya adalah keahlian dalam bernegosiasi, memotivasi, meyakinkan orang, dan lain sebagainya
3.      Keahlian Konseptual (Conceptual skills)
keahlian dalam berfikir secara abstrak, sistematis, termasuk di dalamnya mendiagnosa dan menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda, bahkan keahlian untuk memprediksi di masa yang akan datang.

Selain tiga keahlian di atas, seorang manajer juga dituntut memiliki keahlian berikut :
1.      Keahlian dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making-Skills)
 keahlian untuk mengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi.
2.       Keahlian dalam Mengelola Waktu (Time Management Skills)
 keahlian dalam memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.
3.       Keahlian dalam Manajemen Global (Global Management Skills)
 keahlian manajerial yang tidak saja terfokus pada satu keadaan di negara tertentu, akan tetapi juga lintas negara bahkan lintas budaya.
4.       Keahlian dalam hal teknologi (Technological Skills)
keahlian manajerial dalam mengikuti dan menguasai berbagai perkembangan teknologi yang terjadi.


Keseluruhan keahlian tersebut tentunya perlu untuk dimiliki oleh setiap manajer sekiranya ingin mewujudkan tujuan organisasinya. Terlebih jika dikaitkan dengan persaingan bisnis yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, keahlian tunggal saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Bagi manajer lini pertama, bobot yang terbesar adalah keterampilan teknis diikuti keterampilan manusiawi lalu keterampilan konseptual. Semakin ke arah manajer puncak, bobot terbesar adalah keterampilan konseptual, diikuti keterampilan manusiawi, dan keterampilan teknis.

Demikianlah yangs saya sampaikan tentang manajemen semoga bermanfaat.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top