Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 20 Januari 2019

Makalah Membangun Kesalehan Individu dan Sosial

Advertisement
Makalah Membangun Kesalehan Individu dan Sosial - sahabat sejuta warna kali ini admin postingkan makalah membangun kesholehan individu dan sosial untuk kesejahteraan indonesia silahkan simak dibawah ini.

“MEMBANGUN KESALEHAN INDIVIDU DAN SOSIAL UNTUK KESEJAHTERAAN INDONESIA”
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kesalehan
Kesalehan berarti ketaatan kepaTuhan dalam menjalankan ibadah, kesungguhan menunaikan ajaran agama.
1.      Kesalehan Individu
Kesalehan individual kadang disebut juga dengan kesalehan ritual, Karena lebih menekankan  dan mementingkan pelaksanaan  ibadah ritual, seperti shalat, puasa, zakat, haji, zikir, dst. Disebut kesalehan individual karena hanya mementingkan ibadah yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan dan kepentingan diri sendiri.
2.      Kesalehan Sosial
Kesalehan Sosial menunjuk pada perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai islami, yang bersifat sosial. Bersikap santun pada orang lain, suka menolong, sangat concern terhadap masalah-masalah ummat, memperhatikan dan menghargai hak sesama; mampu berpikir berdasarkan perspektif orang lain, mampu berempati, artinya  mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan seterusnya. Kesalehan sosial dengan demikian adalah suatu bentuk kesalehan yang tak cuma ditandai oleh rukuk dan sujud, puasa, haji melainkan juga ditandai oleh seberapa besar seseorang memiliki kepekaan sosial dan berbuat kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya. Sehingga orang merasa nyaman, damai, dan tentram berinteraksi dan bekerjasama dan bergaul dengannya.
2.2 Membangun Keterkaitan Antara Kesalehan Individu dan Sosial
Dalam Islam, sebenarnya kedua corak kesalehan itu merupakan suatu kemestian yang tak usah ditawar. Keduanya harus dimiliki seorang Muslim, baik kesalehan individual maupun kesalehan sosial. Agama mengajarkan “Udkhuluu fis silmi kaffah ” bahwa kesalehan dalam Islam mestilah secara total !”. Shaleh secara individual/ritual juga saleh secara sosial. Karena ibadah ritual selain bertujuan pengabdian diri pada Allah juga bertujuan membentuk kepribadian yang islami sehingga punya dampak positif terhadap kehidupan sosial, atau hubungan sesama manusia.
Sebagaimana dalam Q.S Al-Mu’minun ayat 1-11 ,yang artinya :
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman; (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya; dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna; dan orang-orang yang menunaikan zakat; dan orang-orang yang menjaga kemaluannya; kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela; Barangsiapa mencari yang di balikitu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas; dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya; dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya; itulah orang-orangnya yang akan mewarisi; (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”.
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang beriman (saleh) adalah orang yang tidak hanya memperhatikan ibadah madhlah-nya saja, tapi juga memperhatikan kepentingan sosialnya.
Beberapa ibadah individu juga pada dasarnya menyiratkan untuk menjalin hubungan baik dengan makhluk sekitar. Shalat dimulai dengan kalimat “Allahu Akbar”, artinya segala pekerjaan kalau diniatkan mencari ridha allah akan bernilai ibadah. Shalat akan tidak bernilai ibadah ketika niatnya adalah riya’/pamer. Kemudian diakhiri dengan salam (doa keselamatan) ke kanan dan ke kiri, hal ini menyiratkan agar manusia tidak lupa dengan manusia lain di sekelilingnya. Manusia diharuskan menjaga keselamatan dan menyebarkan kedamaian kepada manusia lain.
2.3     Kesalehan Individu dan Sosial Penting Dalam Membangun Kesejahteraan Indonesia
     Sebagai sebuah Negara yang berlandaskan pancasila, dimana dalam sila pertama menyebutkan bahwa Indonesia adalah Negara yang berketuhanan sesuai kepercayana masing-masing kelompok masyarakat. Keyakinan-keyakinan dasar itu adalah  pertama, setiap manusia harus mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya, bukan karena prestasi yang mereka capai, melainkan karena mereka adalah pribadi yang berdaulat dan memiliki hak-hak asasi manusia. Manusia adalah ciptaan tuhan dan tidak dapat diperdaya oleh manusia lain, yang sama-sama ciptaan tuhan. Keyakinan ini berakar dalam suatu pandangan religious tentang hubungan manusia dengn tuhan dan hubungan manusia dengan manusia lain.
     Kedua, cara yang akhirnya lebih dapat diandalkan dalam menghadapi dan mengatasi berbegai persoalan hidup adalah dengan menggunakan daya berpikir yang telah dikaruniakan oleh Allah Swt. Ketiga, Nilai-nilai memegang peranan kunci dalam kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan social. Misalnya, taraf kehidupan pribadi yang tidak dikuasai oleh beraneka dorongan maksud belaka dan bebas dari segala paksaan yang mencengkam adalah lebih baik dan bernilai lebih tinggi daripada suatu taraf kehidupan yang hanya berpedoman pada nafsu dan paksaan moral.
     Dalam mewujudkan pribadi yang saleh harus diperhatikan kondisi perkembangan masing-masing individu. Perkembangan individu manusia ditentukan oleh 3 faktor utama, yaitu pembawaan, lingkungan, dan diri sendiri.
     Berikut beberapa kesalehan individu dan sosial penting dalam membangun kesejahteraan indonesia, di antaranya:
1.      Ta’awun (Tolong-Menolong)
           Memiliki sikap suka menolong merupakan salah satu ciri orang yang beriman (At-Taubah: 71). Tolong-menolong dalam lingkup kehidupan bernegara dan berbangsa terjadi antara pemerintah dan rakyat. Kedua elemen tersebut jika tidak saling tolong-menolong maka pembangunan akan terhambat. Program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah harus mendapat dukungan dan partisipasi dari rakyat. Sedangkan pemerintah harus dengan terbuka menerima masukan dan aspirasi dari  rakyat.
2.      Zakat, Infaq, dan Shadaqah
Zakat memiliki andil yang tak kalah pentingnya bagi pembangunan dan kesejahteraan umat. Apabila semua orang Islam yang sudah wajib zakat melaksanakannya kewajibannya dengan baik dan tepat waktu (Al-Baqarah: 43), maka kesejahteraan dan kemakmuran yang akan terjadi. Dana zakat yang besar tersebut bisa disalurkan untuk berbagai keperluan, seperti menyantuni fakir miskin dan yatim piatu, pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, program dakwah maupun pembangunan fisik.
Jadi, alangkah tidak bijak jika kita hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah atau menadahkan tangan meminta-minta. Karena bagaimana pu, rakyat harus proaktif dan partisipatif dalam setiap kegiatan pembangunan. Bahkan untuk mencapai pembangunan yang cepat dan berhasil guna, maka semboyan pemilu pun juga tepat diterapkan dalam hal pembangunan, yaitu “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
3.      Qurban

Dalam kerangka kehidupan berbangsa, pelaksanaan ibadah qurban bisa membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, pemerataan ekonomi, dan menumbuhkan lapangan kerja baru. Juga memperkuat rasa persatuan dan persaudaraan, berkurangnya jurang pemisah antara si kaya dan miskin, serta timbulnya keadilan sosial dan ekonomi.

Demikianlah yang saya sampaikan mengenai membangun keshalehan individu dan sosial semoga bermanfaat.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top