Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 20 Januari 2019

Makalah Organisasi

Advertisement
Makalah Organisasi - Kali ini admin postingkan makalah tentang organisasi silahkan simak dibawah ini.


 2.1 Pengertian Organisasi
Organisasi adalah sekumpulan orang orang yang disusun dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian organisasi menurut para ahli sebagai berikut:
1.      W.J.S. Poer Wadar Minta, organisasi adalah susunan serta ketentuan dari berbagai macan sisi hingga menjadi satu kesatuan yang teratur
2.      Next Weber, organisasi adalah satu kerangka terstruktur yang didalamnya berisikan wewenang, tanggungjawab, serta pembagian kerja untuk menggerakkan spesifik
3.      Janu Murdiat Moko, organisasi adalah satu system sosial yang memiliki jati diri kolektif dengan cara yang tegas, prospek kerja yang pasti, prosedur juga langkah langkah dalam bekerja
4.      Ches I. Bernard mengemukakan bahwa organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
5.      Stephen P.Robbins menyatakan organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara standar, dengan sebuah batasan yang relatif mampu didefinisikan, yang bekerja atas dasar relatif yang terus-menerus guna mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
6.      James D. Mony mengemukakan organisasi ialah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
7.      Stoner mengatakan bahwa organisasi merupakan pola hubungan melalui orang-orang di bawah pengarahan atasan untuk mengejar tujuan bersama.

2.2  Teori Organisasi
Teori organisasi dari waktu ke waktu telah mengalami perkembangan.
Perkembangan teori organisasi tersebut dapat dijleaskan sebagai berikut:
1)      Teori Organisasi Klasik
Teori klasik berkembang dalam tiga aliran, yaitu sebagai berikut:
a)   Teori Birokrasi Max Waber
Ciri-ciri teori birokrasi:
·   Pembagian kerja yang jelas atas spesialisasi disesuaikan dengan kemampuan teknisnya.
·   Hierarki wewenang. Sentralisasi kekuasaan berdasarkan suatu hierarki di mana ada pemisahan yang jelas antara tingkat bawah dan atasan agar koordinasi terjamin.
·   Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi.
·   Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja.
·   Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban posisi para pemegang jabatan.
·   Hubungan-hubungan antar pribadi yang bersifat impersional. Ada pemisahan antara masalah-masalah pribadi dengan persoalan resmi (formal) organisasi.
b)   Teori Administrasi Henri Fayol
Menurut Fayol kegiatan industri dibagi enam, yaitu:
·   Kegiatan Teknikal (produksi manufacturing, adaptasi)
·   Kegiatan Komersial (pembelian, penjualan, pertukaran)
·   Kegiatan Finansial (pencarian suatu penggunaan optimum dari modal)
·   Kegiatan Keamanan (perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi)
·   Kegiatan Akuntansi (penentuan persediaan biaya, penyusunan neraca dan laporan rugi laba)
·   Kegiatan Manajeral (perencanaan, pengorganisasian, pemberian, pengkoordinasian, dan pengawasan)
c)   Manajemen Ilmiah Fredick Winslow Taylor
Ada 4 kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi, yaitu:
·   Perlu adanya pengembangan metode atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan dasar.
·   Perlu ada seleksi, latihan-latihan, dan pengembangan karyawan secara ilmiah sesuai dengan spesialisasi.
·   Perlu adanya pembagian kerja dan tanggung jawab yang seimbang antara karyawan dan pimpinan.
·   Perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer untuk menciptakan suasana kerja yang baik.

2)      Teori Organisasi Neoklasik
Teori ini dikenal sebagai teori atau aliran hubungan manusia. Menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai kelompok kerjanya. Teori klasik menitikberatkan pembahasannya pada struktur, tata tertib, organisasi formal, faktor ekonomi, dan rasionalitas tujuan.
Teori Neo Klasik mengemukakan perlunya:
·   Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan agar merasa terlibat dan berkepentingan.
·   Perlu adanya perluasan kerja sebagai kebalikan dari pola spesialisasi, agar tidak terlalu spesialis dan dapat memperluas kemampuan dan keahlian dalam bidang lain.
·   Menagement bottom up, yang memberi kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengembalian keputusan manajemen puncak.
Struktur organisasi menyebabkan terjadinya pergeseran internal diantara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda. Pergeseran itu antara orang operasional (lini) dengan orang staf. Menurut Melville Dalton, penyebabnya:
·   Perbedaan tugas antara orang lini dan staf. Orang lini lebih teknis dan generalis, sedang staf spesialis.
·   Perbedaan umur dan pendidikan. Orang lini biasanya sudah cukup umur dan berpengalaman, orang staf masih muda dan lebih berpendidikan.
·   Perbedaan sikap di mana staf harus membuktikan eksistensi mereka dan orang staf merasa selalu di bawah perintah orang lini. Di lain pihak orang lini selalu curiga bahwa staf ingin menguasainya.

3)      Teori Organisasi Modern
Teori ini disebut analisis sistem pada organisasi karena melihat semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan. Teori organisasi modern menekankan pada perpaduan dan perancangan (desain), menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh, dan cenderung memandang organisasi sebagai sistem terbuka dengan dasar analisis serta sifatnya. Sintesis dan integratif sebagai suatu sistem, organisasi modern terdiri dari 3 unsur:
Ø Unsur struktur yang bersifat makro
Ø Unsur proses yang bersifat makro
Ø Unsur perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro
Ketiga unsur tersebut saling kait-mengait (tidak bisa dipisahkan). Aspek penting dalam pengorganisasian yang menyangkut struktur organisasi disusun berdasarkan:
·      Departementalisasi, yaitu pengelompokkan kegiatan sehingga pekerjaan yang serupa dan saling berkaitan dapat dilakukan bersama
·      Pembagian kerja, yaitu pemecahan tugas sehingga setiap individu hanya bertanggung jawab dan melakukan sejumlah kegiatan tertentu saja
·      Koordinasi, yaitu proses untuk memadukan kegiatan dan sasaran unit-unit organisasi yang terpisah guna mencapai tujuan bersama secara efisien
·      Rentangan manajemen, berupa banyaknya jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang atasan.
Struktur organisasi formal dapat disusun atas dasar prinsip tertentu:
1.      Dasar Fungsi
Semua kegiatan yang memiliki fungsi sama dikelompokkan dalam satu bagian. Contohnya bagian produksi, pemasaran, keuangan.
2.      Dasar Produk
Setiap bagian bertanggung jawab atas sesuatu jenis produk atau sekelompok produk tertentu. Contohnya bagian kipas angin, kulkas, TV, dan sebagainya.
3.      Dasar Wilayah
Orang dibagi dalam kegiatan yang masing-masing melayani wilayah tertentu. Contohnya bagian wilayah timur, barat, utara.
4.      Dasar Pelanggan
Setiap bagian melayani penjualan barang kepada suatu golongan pelanggan tertentu. Contohnya bagian industri, militer, instansi, pemerintah.
5.      Dasar Waktu
Organisasi dibagi sesuai urutan kegiatan yang dilakukan. Contohnya bagian perencanaan, bagian operasional, pengawasan.
6.      Dasar Proses
Semua kegiatan yang melakukan proses yang sama dikelompokkan dalam satu bagian. Contohnya bagian pemintalan, penenunan, pencelupan, dan pencucian.
7.      Dasar Peralatan
Pembagian organisasi yang didasarkan atas jenis peralatan yang dilakukan. Contohnya bagian mesin bubut, mesin las, mesin press.

2.3  Asas-Asas Organisasi
1)      Pembagian Kerja
Pembagian kerja dilakukan agar semua aktivitas setiap orang terlibat dapat terarah ke tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang efisien. Pembagian kerja ini dilakukan, juga dengan maksud agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melakukan aktivitas, masing-masing tahu apa yang harus dilakukan.
2)      Kesatuan Komando
Kesatuan komando merupakan prinsip yang menyatakan bahwa setiap pekerja hanya memberikan laporan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada satu atasan. Tidak ada seorang pun dapat melayani dua atasan sekaligus. Namun demikian, dalam praktek sangat sering terjadi seorang pekerja terpaksa harus mengambdi pada dua atasan sekaligus. Hal ini disebabkan oleh buruknya pengaturan organisasi. Hasilnya sudah pasti akan menimbulkan kebingungan kepada siapa ia harusbertanggung jawab dan perintah siapa yang harus diikuti, serta akhirnya berdampak pada kemerosotan produktivitas kerja.
3)      Wewenang dan Tanggung Jawab
Wewenang merupakan bentuk kekuasaan resmi yang dimiliki oleh seseorang untuk menggunakan pengaruhnya. Wewenang sebenarnya merupakan bagian dari jabatan dan agar efektif biasanya wewenang pribadi juga perlu menyertainya. Misalnya melalui kharisma seseorang, dan sebagainya. Dalam pendelegasian wewenang ini digunakan prinsip scalar yang menunjukkan garis wewenang yang jelas dari tingkat atas sampai ke bawah. Hal ini akan memperjelas kepada siapa yang dapat mendelegasikan, siapa yang berhak mendelegasikan seseorang, dan kepada siapa mereka harus bertanggung jawab.
4)      Koordinasi
Koordinasi adalah suatu teknik dan cara untuk mempersatukan berbagai kecakapan dan kepentingan, serta memimpinnya ke arah suatu tujuan yang sama. Kompleksitas aktivitas dalam suatu organisasi memerlukan adanya koordinasi agar tujuan/sasaran organisasi dapat dicapi dengan efisien dan terdapat keharmonisan dalam pelaksanaan aktivitas. Koordinasi ini penting dilakukan karena adanya orientasi yang berbeda dari tiap individu dalam rangka mencapai sasaran organisasi; adanya perbedaan orientasi waktu; perbedaan orientasi hubungan antarpribadi; dan perbedaan dalam metode dan standar formal.
5)      Asas Perkecualian
Asas perkecualian mengehendaki bahwa keputusan-keputusan yang harus diambil secara berulang-ulang harus dianggap sebagai aktivitas rutin dan dilimpahkan kepada bawahan hingga atasan dapat mencurahkan perhatian kepada masalah-masalah penting yang bersifat perkecualian.
6)      Rentang Kendali
Rentang kendali berhubungan dengan pembatasan jumlah bawahan yang dapat ditempatkandi bawah kepemimpinanseorang atasan, berhubungan dengan kemampuan seseorang yang terbatas. Keberhasilan suatu organisasi juga ditentukan oleh penentuan lebarnya rentang kendali. Semakin lebar rentang kendali yang dimilki seseorang, semakin berat tugas pengendalian dan koordinasinya. Rentang kendali ini mempunyai tujuan untuk mengefisienkan penggunaan manajer sebagai atasan dan untuk lebih memastikan efektivitas hasil bawahan.

2.4  Fungsi Organisasi
Menurut Leonard White ada tiga macam fungsi dalam organisasi, yaitu:
1)      Fungsi Lini
Fungsi lini adalah fungsi yang erat hubungannya dengan pelaksanaan tugas pokok organisasi, yaitu langsung memberikan jasa kepada masyarakat atau langsung mengatur tata kehidupan masyarakat dalam suatu bidang. Pejabat-pejabat yang berfungsi lini ini adalah manajer tingkat atas, menengah, dan bawah dalam unit administrasif. Untuk dapat melaksanakan tugasnya ia diberi kewenangan resmi (surat keputusan berdasarkan peraturan-peraturan dan lain-lain) dan kemudian diberi beberapa kewenangan yang dilimpahkan dari atas ke bawah.
Menurut William Newman, wewenang pejabat lini adalah:
·   Membuat keputusan (decision making);
·   Bertanggung jawab (responsbility);
·   Menafsirkan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan oleh atasan dan menggariskan ketentuan-ketentuan penyelenggaraan kebijaksanaan tersebut dan weilayah kekuasaannya.
·   Membuat perencanaan (planning);
·   Mengusahakan tetap tercapainya efisiensi yang tinggi dalam usaha kerja sama itu.
2)      Fungsi Pelayanan (Auxiliary)
Fungsi auxiliary adalah fungsi memberikan bantuan terhadap pejabat lini, yang dapat berwujud:
·   Pembiayaan
·   Tenaga pegawai
·   Perlengkapan
3)      Fungsi Staff
Di dalam organisasi yang besar biasanya terdapat sebuah tipe spesialisasi fungsi yang lazimnya disebut “staff”. Seorang staff adalah unsur penasihat bagi seorang pejabat tinggi tapi tanpa kewenangan operasional. Fungsi utama staff dalam lingkungan ketentaraan adalah merencanakan, menasehati, dan membantu pejabat komandan dalam pengamatan tapi tanpa wewenang untuk memerintahkan suatu pelaksanaan operasi. Fungsi staff, di kalangan nonmiliter adalah paralel dengan di kalangan militer, yaitu menelaah problem administrasi, merencanakan, menasehati, dan mengamati, tapi tidak ada wewenang untuk memimpin pelaksanaan tugas.
Pelaksanaan staff dalam pemberian nasihat dan saran dapat mengarah ke atas, ke bawah dan ke luar, serta menyilang garis hierarki organisasi. Namun selalu dalam wujud nasihat dan tidak pernah berwujud perintah.
Fungsi staff dibagi dalam tiga golongan, yaitu:
·   Informatif staff, berfungsi mengajukan bahan-bahan/data-data/informasi-informasi kepada pejabat lini untuk bahan pembuatan rencana.
·   Advisory staff, berfungsi memberikan pertimbangan, saran, dan nasihat berdasarkan analisis kepada atasan untuk bahan pembuatan keputusan.
·   Supervisory staff, berfungsi memberikan bantuan pengawasan agar pejabat lini dapat mengetahui apakah yang dikerjakan masih sesuai dengan rencan dan apakah pengarahan usaha sudah efisien dan efektif.

2.5  Tipe Organisasi
1)      Organisasi Garis
            Organisasi garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organsasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian, dan pengawasan berada di satu tangan garis kewenangan langsung dari pemimpin kepada bawahan.
Kebaikan Organisasi Garis:
Ø Kesatuan dalam pimpinan dan perintah
Ø Pengambilan keputusan yang lebih cepat
Ø Solidaritas karyawan tinggi
Ø Biaya rendah
Keburukan Organisasi Garis:
Ø Terlalu bergantung pada satu orang (pimpinan)
Ø Adanya kecenderungan pimpinan untuk bertimdak otokratis
Ø Perkembangan kesempatan  karyawan terbatas
2)      Organisasi Garis dan Staff
            Tipe organisasi garis dan staff pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit.
            Terdapat tiga komponen utama dalam organisasi garis dan staff yaitu:
·   Pimpinan, yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi, dalam arti menentukan tujuan, menentapkan kebijakan, dan mengambil keputusan.
·   Pembantu Pimpinan atau Staff, yaitu orang yang membantu pimpinan dalam perencaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staff yang besar, staff terdiri dari dua kelompok yaitu:
a.       Staff Kordinasi atau biasa disebut “staff umum” yaitu kelompok staff yang membantu pimpinan dalam perencanaann dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pimpinan, diminta atau tidak diminta.
b.      Staff Teknik atau bisa disebut juga “Staff khusus” yaitu kelompok staff yang memberikan pelayanan atau jasa kepada komponen pelaksana untuk pelaksanaan tugasnya.
·   Pelaksana, yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.
                  Dalam organisasi garis dan staff, secara formal yang berhak memberikan perintah hanyalah pimpinan, sedangkan staff hanyalah sebagai pembantu pimpinan dengan tugas perencanaan, memberikan nasihat, dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi, dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang lingkup yang luas, beraneka ragam, dan kompleks tidak mungkin lagi bagi seorang pimpinan mengambil keputusan dalam segala hal. Oleh karena itu, pimpinan mengdelegasikan beberapa wewenangnya kepada staff sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian staff menandatangani keputusan, perihal, instruksi, dan lain-lain atas nama pimpinan.
      Kebaikan Organisasi Garis dan Staff:
Ø Relevan untuk perusahaan besar
Ø Keputusan lebih rasional karena adanya staff ahli
Ø Dapat mewujudkan (the right man in the right place)
                        Keburukan Organisasi Garis dan Staff:
Ø Organisasi nya rumit, karena kompleks nya susunan organisasi serta membutuhkan biaya tinggi
Ø Koordinasi kadang-kadang sukar diterapkan
Ø Solidaritas sesama karyawan kurang karena jumlahnya yang banyak sehingga memungkinkan mereka untuk tidak lagi saling mengenal
3)      Organisasi Fungsional
            Pada umumnya yang dimaksud organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
            Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidangan tugasnya dapat digariskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda.
      Kebaikan Organisasi Fungsiomal:
Ø  Pembagian tugas jelas
Ø  Spesialisasi karywan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin
Ø  Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antara tugas dan keahliannya.
Keburukan Organisasi Fungsioanal:
Ø  Tidak ada kesatuan perintah karena karyawan dapat menerima perintah dari beberapa atasan yang sama-sama memiliki kekuasaan
Ø  Karyawan yang telah merasa ahli dalam bidangnya sulit bekerja sama, karena masing-masing merasa bidang spesialisasi nya lah yang terpenting.

Demikianlah yang saya sampaikan mengenai organisasi semoga bermnfaat.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top