Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Sabtu, 19 Januari 2019

Makalah Pasar Persaingan Sempurna

Advertisement
Makalah Pasar Persaingan Sempurna -  Sahabat sejuta warna kali ini saya postingkan materi ekonomi tentang pasar persaingan sempurna silahkan dibaca dibawah ini.

  1. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar dimana terdapat kekuatan dari permintaan dan penawaran yang dapat secara bebas bergerak dan penjual maupun pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil kesapakatan dan interaksi antara permintaan dan penawaran.
Dalam pasar persaingan sempurna, pembeli maupun penjual sama sekali tidak dapat mempengaruhi harga pasar karena baik dari penjual maupun pembeli sudah mengetahui dengan baik informasi dari produk tersebut dan struktur yang ada pada pasar persaingan sempurna.
Secara teoritis ada dua kondisi ekstrim posisi perusahaan dalam pasar. Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna, dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk memengaruhi  harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu-satunya produsen (monopoli). Dalam posisi ini perusahaan mampu memengaruhi harga dan jumlah output dalam pasar.
Namun kedua kondisi tersebut jarang sekali terjadi. Yang ada pada umumnya  adalah dua kondisi peralihan antara ekstrim pasar persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing-masing mempunyai daya monopoli (monopolistic competition). Kondisi kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang berkerja sama mampu menghasilkan daya monopoli (oligopoly).
  1. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
a)      Jumlah produsen banyak sekali. Seorang produsen hanya merupakan bagian kecil saja dari pasar, sehingga kegiatannya tidak dapat mempengaruhi harga.
b)      Produknya homogen. Produk yang dihasilkan satu produsen dengan lain identik. Sehingga konsumen tidak peduli dari mana barang tersebut dihasilkan.
c)       Bebas untuk masuk atau keluar dalam industri. Apabila produksi barang tersebut menimbulkan kerugian dia bebas untuk keluar dari industri.
d)      Informasi sempurna. Setiap produsen dan konsumen mempunyai informasi yang sempurna tentang produk dan harganya di pasar
Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang perusahaan harus memenuhi empat persyaratan:
1)      Perusahaan harus berkerja sebaik mungkin, agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
2)      Tidak mengalami kerugian, agar dapat mengganti barang modal yang digunakan.
3)      Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk-keluar, karena laba nol. Laba nol adalah tingkat laba  yang memberikan tingkt pengembalian yang sama, jika uang dan faktor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternatif.
4)      Perusahaan tidak dapat menambah laba rugi, walaupun dengan memperbesar skala produksi.



1.       Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
2.       Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
3.       Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien(biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiapperusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
4.       Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
 Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
5.       Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan factor produksi.

  1. Macam Struktur Pasar
Jenis Struktur
Pasar
Jumlah
Produsen
Bentuk Produk yang Dihasilakan
Hambatan Untuk Masuk dalam Industri
  1. Persaingan sempurna




  1. Persaingan monopoli



  1. Oligopoli




  1. Monopoli murni
Banyak (seorang produsen tidak dapat mempengaruhi pasar)


Banyak (dalam batas tertentu dapat mempengaruhi pasar)

Sedikit (kegiatan saling mempengaruhi)


Satu (dapat mempengaruhi pasar)
Semua produsen menghasilkan produk yang identik



Setiap produsen menghasilkan produk yang dapat dibedakan

Setiap produsen menghasilkan produk yang dapat dibedakan

Produknya unik
Tidak ada





Hanya sedikit




Cukup besar




Besar sekali


  1. Permintaan dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna
a.       Permintanan
Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Misalkan tentang pasar pakaian anak-anak, maka harga pakain anak-anak ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran pakaian anak-anak, seperti yang digambarkan pada diagram 8.1.a. Perusahaan secara individu harus menerima harga tersebut sebagai harga jual. Karena jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar. Karena itu kurva permintaan yang dihadapi perushaan secara individu berbentuk garis lurus horizontal (Diagram 8.1.b)
b.      Penerimaan
Penerimaan total perusahaan sama dengan jumlah output (Q) dikali harga jual (P). Karena harga telah ditetapkan, penerimaan  rata-rata dan penerimaan marjinal adalah sama dengan harga. Dengan demikian harga permintaan (D) sama dengan kurva penerimaan rata-rata (AR) sama dengan penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P), seperti Diagram 8.2.a. Kurva penerimaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak .
  1. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan:
  1. Perusahaan sebaiknya hanya berproguksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata – rata (AVC) sama dengan harga.
  2. Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).
Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q

Diagram 8.4  Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol
Diagram 8.5  Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum.

  1. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
Di dalam jangka panjang jumlah produsen tidak tetap. Apabila seorag produsen menetapkan jumlah produksi di mana MC = P memperoleh keuntungan, maka keuntungan ini menjadi daya tarik bagi produsen baru untuk masuk. Proses masuknya produsen baru ini akan mendorong harga barang turun. Penurunan harga akan mengurangi keuntungan yang diperoleh oleh seorang produsen.
  1. Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
  2. Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi.
  3. Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena  laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.
  4. Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC.
Diagram 8.6.a  Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0.
Diagram 8.6.b  Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi  penambahan penawaran.
Perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LMC berpotongan di satu titik, yaitu titik E
  1. Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna
Penawaran industri adalah total penawaran perusahaan-perusahaan jumlah output yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba maksimum (MR = MC).
  1. Kurva Penawaran Jangka Pendek
Kurva penawaran jangka pendek perusahaan dapat dikonstruksi dari kurva biaya marjinal (MC) jangka pendek, seperti Diagram 8.7 berikut ini.

Diagram tersebut menunjukkan jika harga dibawah Po  perusahaan tidak mau berproduksi karna harga masih lebih kecil dari biaya variabel per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC). Jika harga naik ke P1 agar mencapai laba maksimum perusahaan berproduksi pada saat MR = MC atau MR = P, sehingga jumlah output adalah Q1. Jika harga jual terus meningkat ke P2, P3, dan P4 maka perusahaan harus memproduksi Q2, Q3, dan Q4 agar mencapai laba maksimum.
  1. Kurva Penawaran Jangka Panjang  
Kurva Penawaran Jangka Panjang merupakan fokus keseimbangan jangka panjang pada berbagai tingkat produksi

1)      Industri Skala Biaya Konstan (Constant Cost Industry)
Dalam industri ini penambahan dan penggunaan faktor produksi karena masuknya perusahaan-perusahaan baru, tidak akan menaikkan harga faktor produksi. Karenanya kurva-kurva biaya perusahaan yang sudah ada tidak berubah seperti yang ditunjukkan Diagram 8.8.a. Bila permintaan pasar meningkat maka kurva D1 bergeser ke D2, harga output meningkat ke P2 (Diagram 8.8.b)
2)      Industry Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry)
Pada industri ini masuknya perusahaan-perusahaan baru menyebabkan haga faktor produksi naik, sehingga terjadi perubahan struktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan, Diagram 8.9 menunjukkan hal itu.
Diagram 8.9.c menunjukkan peningkatan permintaan (D­1 →D2), menaikkan harga ke P2. Diagram 8.9.a adalah struktur biaya sebelum masuknya  perusahaan lain. Diagram 8.9.b adalah struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.



3)       Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry)
Masuknya perusahaan – perusahaan lain ke dalam indistri justru menurunkan harga factor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies). Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah (Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b).
     Diagram 8.10.c  Meningkatnya permintaan (D1—D2) menaikkan harga jual ke P2 yang mengundang masuknya perusahaan lain.
Description: 10

  1. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

a.       Kelebihan
Konsekuensi model pasar persaingan sempurna bagi masyarakat adalah pasar ini memberikan tingkat kemakmuran dan kenikmatan (utilitas hidup) yang maksimal, karena:
1)      Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
2)      Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal
3)      Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas harga
b.      Kekurangan
1)      Kelemahan Dalam Hal Asuransi
Asuransi yang dipakai dalam pasar persaingan sempurna mustahil terwujud, karena dalam dunia nyata manusia (produsen dan konsumen) dibatasi oelh waktu dan tempat. Hal itu menyebabkan perpindahan faktor produksi dan pengumpulan informasi membutuhkan biaya
2)      Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
Apakah dengan laba normal perusahaan dapat melakukan kegiatan riset dan pengembangan, padahal kegiatan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperoleh teknologi produksi yang meningkatkan efesiensi produksi
3)      Konflik Efisiensi – Keadilan

Pasar persaingan sempurna sangat menekan efisiensi. Tetapi hal ini menimbulkan masalah jika ditetapkan dalam kehidupan nyata. Misalnya industri dari negara yang sedang berkembang masih tahap awak perkembangan, jelas biaya produksinya lebih tinggi dari pada industri di negara maju. Jika dibiarkan bersaing dalam pasar global, industri berkembang ini akan kalah bersaing. Kemakmuran dan kesejahteraan  rakyat di negara berkembang tidak akan meningkat dibanding di negara maju, lalu mucul masalah ketidak adilan. Agar tidak kalah bersaing industri berkembang ini butuh perlindungan sementara. Tetapi hal ini akan menimbulkan masalah inefesiensi.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan mengenai pasar persaingan sempurna semoga bermanfaat. 
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top