Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Minggu, 20 Januari 2019

Makalah Pemasaran

Advertisement
Makalah Pemasaran - sahabat sejutaa warna kali ini admin postingkan makalah pengantar bisnis dan manajemen tentang pemasaran silahkan simak dibawah ini.

2.1  Pengertian Pemasaran
Banyak orang yang rancu tentang pengertian pemasaran dengan penjualan. Mereka seringkali menggunakan istilah pemasaran untuk kegiatan periklanan atau penjualan. Semua itu sebenarnya hanyalah merupaka sebagian dari kegiatan pemasaran. Penjualan sebenarnya hanyalah merupakan satu bagian kegiatan pemasaran yaitu hanya menyangkut kegiatan transakasi yang sesungguhnya dilakukan. Periklanan merupakan salah satu metode kegiatan promosi yang merupakan bagian lain dari kegiatan pemasaran yaitu menyangkut aktivitas komunikasi. Sedang kan pemasaran meliputi masalah penetapan produk, harga, saluran distribusi dan promosi oleh perusahaan selain kegiatan penjualan diatas. (Pandji Anoraga, 1997).
Dalam era tingkat persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang usaha, semakin meyakinkan bahwa fungsi pemasaran dalam kegiatan pemasaran sangat penting artinya untuk kelangsungan hidup perusahaan. Pemasaran pada dasarnya menyangkut hubungan antara kebutuhan dan keinginan pasar dengan produk dan jasa yang dihasilkan produsen sehingga terjadi alih kepemimpinan.
Pemasaran adalah kinerja kegiatan-kegiatan bisnis yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen atau pengguna. Sedangkan menurut the AMA (american marketing association) pemaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harag, promosi dan pendistribusian gagasan, barang dan jasa untukmenciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Adapun pengertian pemasaran menurut para ahli :
1.      Philip kotler dan Gary Amstrong yang di alih bahasakan oleh alexander sindoro (1997), marketing adalah proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
2.      Berry dan Cristian Gron Ross (1990), “marketing to establish, maintain, and enchane (usually but not necessary always longterm) realtionships wtih cutomers and other partners, at a profit, so that the objectives of the parties involved are met. This is achieved by a mutual exchange and fulfillment of promises.”
Artinya :
”Pemasaran adalah menciptakan, memelihara, dan memperluas (biasanya tidak selalu untuk kepentiingan jangka panjang) hubungan dengan pelanggan dan relasi lainnya yang saling menguntungkan, supaya tujuan pihak tersebut dapat di capai dengan pertukaran dan kesepakatan.
3.      William J. Santon (1991), pemasaran adalah suatu sistem dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, danmendistribusikan barang-barang dan jasa yang dapat memuaskan keinginan pada pasar sasaran untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari beberapa pengertian di atas dapat di jabarkan bahwa pemasaran merupakan sebuah proses pertukaran yang melibatkan orang-orang yang mempunyai kebutuan dan keinginan untuk puas dan memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang berada di lingkungannya. Pemasaran adalah proses untuk memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan dan atau di inginkan oleh masyarakat dengan sasaran untuk memberikan kepuasan dan keuntungan bagi kedua belahpihak serta bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Definisi tersebut mengandung dua unsur pokok : pasar dan lingkungan. Pasar ditinjau dari pendekatan pemasaran dipahami sebagai kumpulan orang yang mempunyia kebutuhan, keinginan, kemampuan dan kemauan untuk berbelanja. Sedangkan pendekatan lingkungan adalah elemen-elemen yang merupakan pihak-pihak berkepentingan yang berada dan berkaitan dengan proses untuk memproduksi barang atau jasa seperti sumber daya alam, pemerintah, sosia-budaya dan internasional.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa marketing atau pemasaran muncul karena adanya keinginan dan kebutuhan dari para konsumen dan berusaha memenuhi keinginan ataupun kebutuhan tersebut melalui prerencanaan produknya sehingga menghasilkan proses pertukaran penciptaan dan penawaran.

2.2   Konsep-Konsep dalam Pemasaran
Setiap perusahaan perlu selalu mengadakan penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang selalu berubah agar dapat mengatasi rintangan-rintangan persaingan, mencegah merosotnya pangsa pasar, stagnasi, dan bahkan kebangkrutan. Keyakinan bahwa tujuan-tujuan organisasional dapat dicapai dengan memuaskan pelanggan telah semakin besar diantara para manajer; filosofi ini dikenal dengan istilah Konsep Pemasaran.
Konsep pemasaran sebagai filosofi bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Kegiatan ini meliputi kegiatan pada semua bagian yang ada , seperti kegiatan personalia, produksi, keuangan, riset dan pengembangan, serta fungsi-fungsi lainnya. Meskipun orientasi pelanggan dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi filosofi tersebut perlu dilaksanakan.
Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak yang muncul, yaitu pada peningkatan penjualan, misalnya dengan cara membuat barang yang mudah penggunaanya, mudah pembeliannya, mudah pemeliharaanya. Menurut Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran Analisa Pemasaran dan Pengendalian, konsep-konsep pemasaran anatara lain :
1.      Kebutuhan
Kebutuhan merupakan konsep pokok yang melandasi pemasaran. Menurut Kotler, kebutuhan merupakan suatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang atau dengan kata lain suatu keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar tertentu. Kebutuhan bersifat sangat kompleks diantaranya; kebutuhan fisik pokok (sandang, pangan dan papan); kebutuhan social (keamanan, kasih sayang); kebuthan pribadi (pengetahuan dan ekpresi diri). Jadi dapat dikatakan kebutuhan tidak diciptakan oleh pemasar karena sudah merupakan kondisi manusiawi.
2.      Keinginan
Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Dengan berkembangnya masyarakat menyebabkan makin meluasnya keinginan masyarakat, karena masyarakat di perhadapkan pada objek yang semakin melimpah (barang dan jasa) yang membangkitkan minat serta hasrat mereka.
3.      Permintaan
Manusia mempunyai keinginan yang hampir tidak terbatas namun, sumber daya mereka terbatas. Jadi kita memilih produk yang menghasilkan kepuasan tertinggi sesuai jumlah uang yang ada.
4.      Produk
Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat (konsumen) untuk dimiliki, digunakan atau pun dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan.Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi dan ide.
5.      Pertukaran
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh suatu objek yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan syarat-syarat untuk terjadinya suatu pertukaran. Syaratnya yakni harus ada sedikitnya dua pihak, masing-masing pihak harus mempunyai sesuatu yang bernilai bagi pihak lainnya, masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pihak lainnya dan masing-masing pihak harus mampu berkomunikasi. Jadi pertukaran dapat dikatakan menjadi unsur perting dalam kegiatan pemasaran.
6.      Transaksi
Transaksi adalah perdagangan nilai antara dua pihak. Ada transaksi yang menggunakan uang dan ada yang tidak melibatkan uang (Barter).
7.      Pasar
Pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk. Menurut Philip Kotler, pasar adalah seluruh konsumen langganan potensial yang mempunyai kebutuhan dan keinginan tertentu yang ingin dan mampu dipenuhi dengan pertukaran sehingga dapat memuaskan kebuthan dan keinginan tertentu.
2.3  Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran  perusahaan teridri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelangga sasaran. Menurut Philip Kotler dan gary Armstrong dalam bukunya yang berjudul Prinsip- Prinsip Pemasaran, lingkungan pemasaran di bagi menjadi dua, yaitu :
1.    Lingkungan Mikro Perusahaan
Kesuksesan pemasaran akan memerlukan tindakan membangun hubungan dengan departemen perusahaan yang lain, para pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan beragam masyarakat, yang bergabung untuk membentuk jaringan penghantar nilai perusahaan.
a.         Perusahaan
Dalam merancang rencana pemasaran, manajemen pemasran memperhitungkan kelompok lain perusahaan, seperti kelompok manajemen punck, keuangan, riset, dan pengembangan ( research & development- R&D), pembelian, operasi, dan skuntansi. Semua kelompok yang saling berhubungan ini membentuk lingkungan internal. Manajemen puncak menetapkan misi perusahaan, tujuan, strategi secara luas, dan kebijakan.  Manajer pemasaran mengambil keputusan di dalam kerangka strategi dan rencana yanag dibuat oleh manajemen puncak.
b.         Pemasok
Pemasok membentuk hubungan penting dalam keseluruhan sistem penghantar nilai perusahaan. Mereka menediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaaan untuk menhasilkan barang dan jasanya. Masalah pemasok sangat mempengaruhi pemasran. Manajer perusahaan harus mengawasi ketersediaan pasokan kelangkaan atau penundaan pasokan, pemogokan kerja, dan kejadian- kejadian lain yang dapat merugikan penjualan dalam jangka pendek dan merusak kepuasan pelanggan dalam jangka panjang. Manajer pemasaran juga memantau tren harga dari bahan baku utama mereka. Peningkatan biaya pasokan bisa mendorong peningkatan harga dan akhirnya dapat merusak volume penjualan perusahaan.
Saat ini sebagian besar pemasar memperlakukan pemasok mereka sebagai mitra dalam menciptakan dan menghantarkan nilai pelanggan.
c.         Perantara Pemasaran ( Marketing Intermediries )
 Perantara pemasaran mmbantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir. Perantara pemasaran ini meliputi penjual perantara, perusahaan dstribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan. Penjual perantara adaalah perusahaan saluran distribusi yang membantu perusahaan menemukan pelanggan atau melakukan penjualan untuk mereka. Penjual perantara ini meliputi pedagang grosir dan pengecer, yang membeli dan menjual kembali barang dagangan. Mmilih dan bermitra dengan penjual peraantara tidak mudah. Kini produsen tidak mempunyai banyak penjual perantara kecil dan independen yang bisa dipilih.
Perusahaan distribusi fisik membantu perusahaan menyimpan dan memindahkan barang- barangnya dari titik asalnya ke tempat tujuan. Dalam bekerja sama dengan perusahaan pergudangan dan transportasi, perusahaan harus menentukan cara terbia untuk menyimpan dan mengirim barang, serta menyimbangkan faktor- faktor seperti biaya, pengiriman, kecepatan, dan kemanan. Agen jasa pemasaran, adalah  firma riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan firma konsultan pemasaran yang membanu perusahaan menetapkan target dan mempromosikan produknya pada pasar yang tepat. Perantara keungan meliputi bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi dan bisnis lain yang membantu membiayai transaksi atau menjamin terhadap risiko yang berhunngan dengan pmbelian dn penjualan barang.
Sama halnya dengan emasok, perantara pemasaran merupakan komponen penting dalam keeseluruhan sistem penghantar nilai perusahaan. Oleh karena itu, pemasar saat ini menyadari pentingnya bekerja sama dengan perantara mereka sebagai mitra, bukan hanya sebagai penyalur dimana mereka dapat menjual produk mereka.   Sebagai contoh, ketik Coca- Cola bertindak sebagai pemasok, minuman eksklusif bagi rantai makanan cepat saji, seperti McDonal’s, Wendy’s, atau subway, ternyata Coca-Cola menyediakan lebih dari sekedar minuman ringan.
d.        Pelanggan
Perusahaan harus mempelajari 5 jenis pasar pelanggan secara lebih dekat, pasar konsumen terdiri dari perorangan dan keluarga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Pasar bisnis membeli barang dan jasa untuk pemprosesan lebih lanjut aaau unutk digunakan  dalam proses produksi mereka, sementara pasar penjual membeli barang dan jasa untuk dijual kembali demi mendapatkan laba. Pasar pemerintah terdiri dari badan- badan pemerintah yang membeli barang dan jasa untuk menghasilkan pelayanan umum atau menyalurkan barang dan jasa ke pihak lai  yang membutuhkan mereka. Terakhir,  pasar internasional terdiri dari para pembeli di Negara lain, termasuk konsumen, produsen, penjula perantara, dan pemerintah.
e.         Pesaing
Konsep pemasran menyatakan bahwa agar berhasil, perusahaan harus menyediakan nilai dan kepuasaan pelanggan yang lebih besar daripada pesaingnya. Oleh karena itu, pasar harus melakukan lebih dari sekedar menysaikan diri dengan kebutuhan konsumen sasaran. Mereka juga harus meraih manfaat strategis dengan menempatkan penawaran merka secara kuat menghadapu penawaran pesaing dalam pikiran konsumen.
f.          Masyarakat
Masyarakat atau public adalah kelompok yang mempunyai potensi kepentingan atau kepentingan myata, atau pengaruh pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan. Tujuh type masyarakat :
1.   Masyarakat keuangan mempengaruhi kemampuan perusahaaan untuk mendapatkan dana. Bank, rumah investasi, dan pemegang saham adalah masyarakat keuangan utama.
2.   Masyarakat media membawa berita, fitur, dan opini ditorial. Masyarakat meliputi, surat kabar, majalah, dan stasiun radion, serta televise.
3.   Masyarakat pemerintah. Manajemen harus memperhitungkan perkembangan pemerintah. Pemasar harus sering berkonsultasi dengan pengacara perusahaan tentang isu keamanan prosuk, kebenaran iklan, dan masalah lain.
4.   Masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Keputusan pemasaran perusahaan mungkin dipertanyakan oleh organisasi konsumen, kelompok lingkungan, kelompok minoritas, dan lainnya.
5.   Masyarakat local meliputi penduduk sebuah lingkunagn dalam organisasi komunitas.
6.   Masyarakat umum, perusahaan harus memperhatikan perilaku masyarakat umum terhadap produk dan aktivitasnya.
7.   Masyarakat internal meliputi pekerja, manajer, sukarelawan, dan dewan redaksi.    

2.    Lingkungan Perusahaan Makro
Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran, ada 5 yang termasuk ke dala lingkungan makro utama yaitu :
a.          Lingkungan Ekonomi
Daya beli yang tersedia dalam ekonomi tergantung dari penghasilan, harga, tabungan, hutang, dan ketersedian kredit saat ini. Pemasar harus memperhatikan tren yang mempengaruhi daya beli, karena tren tersebut bisamemberikan pengaruh kuat pada bisnis, terutama untuk perusahaan yang produknya ditujukan kepada konsumen berenghasilan tinggidan sensitif terhadap harga.
b.         Lingkungan Alam
Konsumen sering menentang keputusan produk yang mempengaruhi lingkungan alam. Namun salah sat studi riset memperlihatkan bahwa meskipun 80 % konsumen AS menyatakan bahwa keamana lingkungan mempengaruhikeputusan mereka untuk membeli sebuah produk, hanya setengah lebih sedikit yang menyatakan bahwa mereka membeli produk daur ulang atau produk aman lingkungan. Para orang muda adalah kelompok yang merasa apa yang mereka lakukan secara pribadi tidak ada pengaruhnya terhadap penyelesain masalah lingkungan. Dengan meningkatkan produk hijau yang mereka beli, konsumen harus merubah kebiasaan loyalitas mereka, menghadapi sikap skeptistentang motif di belakang peluncuran produk dan tingkat kualitasnya, dan mengubah sikap mereka terhadap peran yang dimainkan produk - produk semacam itu dalam perlindungan lingkungan.
Environmentalisme korporat adalah pengakuan akan pentingnya masalah lingkunag yang dihadapi perusahaan dan pengintegrasian masalah- masalah itu ke dalam rencana strategis perusahaan.
c.          Lingkungan Teknologi
Salah satu kekuatan dramatis yang membentuk kehidupan manusia adalah teknologi.  Sejumlah teknologi utama dan baru yang hadir mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, pertumbuhan teknologi tdak timbul secara konsisten sepanjang waktu industri karena menciptakan banyak investasi, dan investasi tersebut menurun sampai industri otomotif muncul. Teknologi brau juga menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang besar dan tidak selalu dapat diperkirakan.  
d.         Lingkungan  Politik - Hukum
Lingkungan politik- hukum terdiri dari badan hukum, badan pemerintah, dan kelompok LSM yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan perorangan. Kadang- kadang hukum ini juga membentuk peluang baru bagi bisnis. Sebagai contoh, hukum yang mewajibkan daur ulang memberikan  dorongan yang sangat besar besar bagi industri daur ulang.
Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong dalam bukunya yang berjudul Prinsip- Prinsip Pemasaran, menjelaskan bahwa lingkungan pemasaran makro terdiri dari:
Flowchart: Delay: Perusahaan
 











2.4  Variabel- Variabel Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran adalah satu perangkat yang terdiri dari produk, harga, promosi dan distribusi, yang didalamnya akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran. Loyalitas pelanggan adalah hasil yang didapat dari satu organisasi yang menciptakan manfaat kepada pelanggannya, sehingga mereka akan tetap melakukan pembelian dan bahkan meningkatkan pembelian dari organisasi tersebut. Loyalitas konsumen yang sesungguhnya tercipta jika pelanggan menjadi advokat bagi perusahaan tanpa insentif sekalipun. Metode pengambilan sampel yang digunakan berdasarkan teknik non probability yaitu purposive Sampling, dimana sampel dipilih secara sengaja dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produk, harga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dan promosi, tempat tidak  berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Secara Simultan produk, harga, promosi  dan tempat berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Mengingat promosi dan tempat memiliki pengaruh yang lemah terhadap loyalitas konsumen, maka sebaiknya managemen memperhatikan dan meningkatkan peran dari  promosi dan pemilihan tempat dalam perencanaan pemasaran perusahan. Banyak ahli yang menyatakan tentang bauran pemasaran diantaranya:
1.      Kotler ( 2000: 18), menyatakan bahwa bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran pada perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran. Bauran pemasaran adalah variabel-variabel terkendali yang dapat mempengaruhi konsumen dari segmen pasar tertentu yang dituju perusahaan.
2.      Mc Carthy (Kotler 2000: 18) mempopulerkan tentang klasifikasi empat unsur seperangkat alat bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P yakni produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place) dan promosi (promotion). Bahkan di dunia pemasaran orang-orang sudah mengenal dengan istilah 7P yaitu dengan tambahan sarana fisik (physical evidence), orang (people) dan proses (process). Variabel marketing mix maupun istilah ini yang umumnya di terapkan dalam perusahaan.
Adapun variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran diantaranya:
1.    Produk (Product)
            Produk yang baik adalah produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Cara memperoleh produk yang demikian tentu dengan merencanakan formulasi yang baik agar produk yang dihasilkan nanti dapat tepat sasaran dan bisa meningkatkan keuntungan perusahaan.
2.    Harga (Price)
            Harga sebuah produk umumnya tak pernah luput mendapat perhatian perusahaan dalam sistem manajemen. Manajemen akan menentukan berbagai keputusan harga seperti harga dasar yang sesuai pada produk atau jasa, dibarengi dengan potongan harga, pembayaran ongkos angkut dan variabel lain yang bersangkutan.
3.    Tempat atau distribusi (Place)
            Hal ini berhubungan dengan keputusan lokasi dan pendistribusian yang strategis agar produknya dapat langsung menuju ke target pasar. Seringkali perusahaan kurang tepat dalam menentukan hal ini, itulah sebabnya produk tidak benar dirasa manfaatnya oleh konsumen.
4.    Promosi (Promotion)
            Promosi adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan bahkan membujuk konsumen agar mengenal bahkan memakai suatuproduk. Promosi dilakukan melalui iklan, promosi penjualan dan publikasi yang baik dan gencar.
5.    Sarana Fisik (Physical Evidence)
            Sarana fisik juga menunjang dalam pemasaran sebuah produk, sarana fisik dapat mempengaruhi konsumen untuk memakai produk atau jasa yang ditawarkan. Contoh unsur-unsur sarana fisik antara lain: bangunan fisik, logo dan warna-warna barang lainnya.
6.    Orang (People)
            Orang dalam hal ini adalah semua yang terkait dalam penyajian produk sehingga mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen yang ada di perusahaan adalah pegawai perusahaan, konsumen. Semua sikap dan tindakan karyawan perusahaan baik cara berpakaian dan berkomunikasi akan memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian.
7.    Proses (Procces)
            Proses adalah semua mekanisme dan prosedur yang aktual untuk menyampaikan jasa. Proses dalam hal ini adalah faktor utama dalam bauran pemasaran bagaimana membuat konsumen merasa senang dan puas sehingga akan kembali lagi suatu saat.
Bauran pemasaran sangat penting diperhatikan perusahaan supaya perusahaan dapat mencapai target pemasaran yang diinginkan. Contoh Bauran Pemasaran Produk Mie Instan.
1.    Harga.
Indomie selain dapat  dibeli perbungkus, dapat juga dibeli dengan  paket 5 bungkus atau 1 paket kardus berisi 30 atau 40 indomie. Harga indomie juga sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, di Indonesia, perbungkus indomie seharga Rp.2000.
2.    Produk
Mie asli Indonesia yang diproduksi oleh Indofood ini merupkan salah satu dari sedikit produk Indonesia yang mampu menembus pasar Internasional. Di Indonesia sebutan “indomie” sudah umum digunakan digunakan sebagai istilah yang merujuk pada mie instan. Produk mie instan ini sangat digemari oleh masyarakat karna harganya ekonomis dan cita rasa yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Mulai dari aroma, asin, manis, gurih, semuanta sangat pas dilidah orang Indonesia. Kecapnya yang kental dan manis itu tidak ada tandingannya. Indomie pun berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin banyak, terbukti dengan semakin banyaknya variasi dari produk indomie, seperti mie goring, mie jumbo, mie regional (mie dengan variasi rasa sesuai dengan masakan tradisional daerah Indonesia. Perusahaan pembuat mie instan ini mengklaim baha mie tersebut termasuk makanan sehat dan bergizi. Mie itu disebut memiliki kandungan gizi seperti protein, energy, asam folat, mineralbesi, natrium, dan berbagai vitamin. Saat diluar negeri pun ternyata Indomie itu merupakan perbekalan yang harus wajib dibawa. Bukan karena kepraktisannya saja, melainkan untuk mengobati rasa rindu kepada tanah air Indonesia.
3.    Tempat
Group Distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia, menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Setiap daerah mempunyai pusat perbelanjaan yang didalamnya terdapat produk indomie, atau diperumahan biasanya di warung-warung banyak juga dijual.  Di Yogyakarta pun  agen-agen Indofood juga bekerjasama dalam menyediakan Indomie dengan warung-warung seperti Burjo (warung yang menyediakan bubur kacang hijau dan mie instan/mie goreng sebagai menu utama).
4.    Promosi
Promosi yang dilakukan oleh pihak indofood untuk memperkenalkan indomie kepada masyarakat adalah melalui iklan di media cetak maupun elektronik.  Iklan dimedia cetak maupun media televisi tidak pernah berkurang. Oleh karena itu indomie (mie instan) sudah melekat pada diri masyarakat luas. Selain itu indofood sering menjadi sponsor diberbagai macam kegiatan. Semua produk dipamerkan dan dipajang di acara kegiatan tersebut. Hal tersebut mau tidak mau dilakukan oleh pihak indofood karena memang merupakan permintaan yang luar biasa. Apalagi saat terjadi bencana alam, baik itu gempa bumi, banjir, atau tanah longsor, produk indofood berupa mie instan itu akan menjadi makanan favorit yang paling mudah didapat terutama pada masa tanggap darurat. Makanan ini bukan hanya dinikmati oleh para korban, para relawan pun akan memakan mie instan yang sama.
5.    Orang
Dalam produknya indomie, para produksinya juga memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Sehingga dimata konsumen, indomie merupakan makanan instan yang enak, ekonomis, dan mempunyai cita rasa yang baik buat orang Indonesia. Bukan hanya orang-orang dari dalam produksinya. Tetapi sudah banyak produsen yang menjual dan memasarkannya, seperti agen-agen, atau toko-toko besar. Bukan hanya toko atau agen saja tetapi beberapa warung kecil juga memasarkannya. Peleyanan yang diberikan oleh pihak indofood tentunya sangat baik, sehingga masyarakat sangat akrab dengan produk makanan ini.
6.    Proses
Produk atau jasa yang telah diberikan oleh pihak indofood sangat baik sehingga terbuka oleh setiap masyarakat. Pihak indofood secara turun tangan untuk memperkenalkan indomie kedalam masyarakat luas sehingga menjadi makanan yang baik. Baik secara produk, pelayanan yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. Pihak indofood memproduksi lebih dari ratusan, bahkan ribuan untuk memproduksi indomie, sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi, dan mudah untuk mendapatkannya karena telah tersebar keseluruh indonesia. Oleh sebab itu, indofood memberikan pelayanan, dan mengetahui selera masyarakat terhadap indomie. Processnya dapat dilakukan dengan melakukan promo, dan menjadikannya sponsor dalam suatu kegiatan atau organisasi.
7.    Sarana Fisik
Perangkat yang dipergunakan oleh pihak indofood untuk memperkenalkan indomie secara luas bisa dilihat dari bentuk kemasan yang mempunyai daya tarik bagi para konsumennya, karena terlihat sangat menarik dan membuat konsumen ingin mencobanya. Kualitasnya sangat baik, dikemas secara baik, ditata dalam dus sehingga pihak indofood secara tidak langsung memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen.

2.5  PLC (Product Life Cycle)
Daur hidup produk merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Positioning dan strategi diferensiasi perusahaan harus berubah seiring dengan berubahnya produk, pasar, dan pesaing sepanjang siklus/daur hidup produk. Dengan mengatakan bahwa sebuah produk mempunyai siklus hidup, tentang empat hal berikut :
1.      Produk mempunyai usia terbatas.
2.      Prenjualan produk melalui tahap-tahap berbeda, setiap tahap mempunyai tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual.
3.      Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk.
4.      Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian dan sumber daya manusia yang berbeda dalam setiap tahap siklus hidup.
Sebagian besar kurva siklus hidup produk digambarkan sebagai berikut:







Kurva ini umumnya dibagi dalam 4 tahap : pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan (declain).
1.      Pengenalan (Introduction)
Tahap perintisan perkenalan dimulai bila produk baru sudah didistribusikan untuk pertama kalinya dan tersedia di pasar untuk dibeli masyarakat. Pengenalan membutuhkan waktu yang lama, dan pertumbuhan penjualan seringkali lambat. Seperti produk kopi instan atau makanan beku berada pada tahap ini selama bertahun-tahun sebelum mereka memasuki tahap pertumbuhan yang cepat.
Jumlah keuntungan yang diperoleh selama tahap ini sangat sedikit atau bahkan merugi yang diakibatkan oleh rendahnya hasil penjualan yang disertai dengan tingginya biaya distribusi dan promosi. Biaya promosi yang dikeluarkan relatif tinggi untuk memberitahu pelanggan mengenai produk baru dan membuat mereka mencobanya.
Dalam meluncurkan produk baru, manajer pemasaran dapat menetapkan setiap variabel pemasaran pada tingkat yang tinggi atau rendah, seperti dalam hal harga, promosi, distribusi dan mutu produk. Jika pertimbangan pokok hanya pada harga dan promosi, manajer dapat mengikuti salah satu dari empat jenis strategi berikut :
a.       Strategi Menyaring Cepat (Rapid Skimming Strategy) dilakukan dengan menetapkan harga tinggi dan promosi gencar. Harga ditetapkan tinggi agar dapat diperoleh sebanyak mungkin laba kotor per unit. Promosi  ini diselenggarakan besar-besaran untuk meyakinkan konsumen tentang nilai tinggi produk, walaupun dengan tingkat harga yang mahal. Promosi ini dimanfaatkan untuk mempercepat laju penerobosan pasar (market penetration). Strategi ini dapat behasil jika (1) sebagian besar pasar potensial belum menyadari kehadiran produk tersebut, (2) mereka yang berminat membeli mampu membayar dengan harga berapa pun dan (3) perusahaan menghadapi pesaing potensial dan ingin membangun preferensi atas mereknya.
b.      Strategi Menyaring Lambat dilakukan dengan menetapkan harga mahal dan promosi yang rendah. Harga ditetapkan tinggi agar dapat diperoleh sebanyak mungkin laba kotor per unit, sedangkan rendahnya promosi dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar. Strategi ini dapat behasil jika (1) luas pasar terbatas, (2) sebagian besar pasar menyadari kehadiran produk tersebut, (3) pembeli mau membayar harga yang mahal dan (4) persaingan potensial tidak tampak.
c.       Strategi Penerobosan Cepat dilakukan dengan penetapan harga yang rendah dan didukung oleh promosi yang gencar. Strategi ini diharapkan menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan merangkum pangsa pasar (market share) yang terbesar. Strategi ini dapat behasil jika (1)ukuran pasar sangat luas, (2) pasar tidak menyadari kehadiran produk tersebut, (3) kebanyakan pembeli sangat peka terhadap harga, (4) ada indikasi persaingan potensial yang hebat dan (5) harga pokok produksi cenderumg turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya pengalaman produksi yang diperoleh.
d.      Strategi Penerobosan Lambat dilakukan dengan penentuan harga dan pro,osi yang rendah. Harga rendah akan mempercepat diterimanya produk oleh konsumen, dan rencana promosi dimaksudkan agar tercapai lebih banyak laba bersih bagi perusahaan. Strategi ini sering digunakan denga keyakinan bahwa permintaan sangat peka terhadap harga tetapi kurang peka akan promosi. Perusahaan dapat mengharapkan keberhasilan strategi ini bila memang (1) pasar sangat luas, (2) pasar sangat menyadari kehadiran produk, (3) pasar peka terhadap tingkat harga dan (4) hanya sedikit persaingan potensial.

 
 









Perusahaan tidak boleh memilih salah satu dari empat strategi tersebut secara sembarangan. Jangan sampai terjadi pemilihan strategi yang keliru mengakibatkanperusahaan hanya memperoleh keuntungan jangka pendek dan mengorbankan hasil pendapatan jangka panjang.
2.      Pertumbuhan (Growth)
Tahap pertumbuhan ditandai dengan peningkatan pesat dalam penjualan. Pengguna awal menyukai dan merasa puas dengan produk baru dan pembeli selanjutnya mulai mengikutinya. Peluang keuntungan dan produksi massal telah memikat banyak pesaing baru untuk ikut terjun ke pasar. Mereka memperkenalkan fitur produk baru dan berlanjut  dengan meluasnya pasar. Bertambah banyaknya pesaing akan mendorong meluasnya saluran distribusi. Hal ini harus diikuti juga dengan membanjirnya produk untuk mengisi saluran distribusi tadi.
Harga akan tetap stabil atau bisa juga turun sedikit , tergantung pada seberapa cepat permintaan meningkat. Perusahaan-perusahaan mempertahankan anggaran promosinya pada taraf yang sama atau naik sedikit untuk menghadapi persaingan dan memberi penyuluhan kepada pasar. Penjualan naik dengan pesat, dan dengan demikian akan menurunkan rasio antara promosi dengan penjualan.
Keuntungan meningkat selama tahap pertumbuhan karena biaya promosi dibebankan pada volume yang jauh lebih besar dan lebih banyaknya penurunan biaya produksi per unit dibandingkan penurunan harga jual. Perusahaan harus mengamati perubahan dari pertumbuhan yang meningkat ke pertumbuhan yang menurun untuk menyiapkan strategi.
Selama tahap pertumbuhan, beberapa strategi dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin :
a.       Mutu produk ditingkatkan dan ciri serta model produk ditambahkan.
b.      Model dan produk baru ditambahkan, misalkan produk dengan ukuran, rasa, dan hal lain yang berbeda yang melindungi produk utam.
c.       Segmen pasar baru dimasuki.
d.      Saluran distribusi baru dimanfaatkan.
e.       Beberapa bentuk periklanan digeser dari membujuk minat konsumen pada produk ke menimbulkan keyakinan atas produk sehingga mau membeli.
f.       Harga diturunkan pada saat yang tepat untuk menarik golongan konsumen lain yang peka terhadap harga.
Perusahaan yang menjalankan strategi-strategi perluasan pasar diatas tersebut akan mampu memperkuat posisinya dalam persaingan. Namun untuk hal tersebut perlu tambahan biaya. Perusahaan-perusahaan yang berda pada tahap ini memang menghadapi suatu pilihan atau “trade-off” antara pangsa pasar yang tinggi dan laba yang besar. Jika perusahaan mengeluarkan banyak dana untuk perbaikan produk, promosi dan distribusi, maka perusahaan dapat berada di posisi dominan. Akan tetapi, perusahaan akan menunda laba maksimal saat ini dengan harapan akan memperolehnya pada tahap berikutnya.
Dalam buku Manajemen jilid 1, Ricky W. Griffin (2004:234) Siklus hidup produk (Product Life Cycle) adalah model yang menunjjukkan bagaimana volume penjualan dapat berubah selama hidup suatu produk.
3.       Tahap Kedewasaan (matury)
Selama tahap kedewasaan ini, keseluruhan pertumbuhan permintaan untuk suatu produk mulai menurun dan jumlah perusahaan baru yang memproduksi produk tersebut mulai menurun. Jumlah perusahaan yang ada yang memproduksi produk tersebut juga mungkin mulai menurun. Periode kedewasaan ini penting jika suatu organisasi atau perusahaan ingin bertahan dalam jangka panjang. Masalah diferensiasi produk masih penting selama tahap ini, akan tetapi mempertahankan biaya agar tetap rendah dan mulai mencari produk atau jasa baru juga merupakan pertimbangan stategi yang penting.
4.      Tahap Penurunan (decline)

Permintaan untuk produk atau teknologi menurun, jumlah organisasi atau perusahaan yang memproduksi produk tersebut merosot, dan total penjualan juga merosot. Permintaan sering kali menurun karena konsumen yang tertarik membeli produk tertentu. Perusahaan yang gagal mengantisipasi tahap penurunan dalam tahap awal siklus hidup mungkin akan bangkrut. Perusahaan yang mendiferensiasikan produknya, mempertahankan agar biaya tetap rendah, atau mengembangkan produk atau jasa baru mungkin akan baik-baik saja selama tahap ini.

Demikianlah yang saya sampaikan mengenai pemasaran semoga bermanfaat.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top