Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Sabtu, 19 Januari 2019

Makalah Tauhid Uluhiyah

Advertisement
Makalah Tauhid Uluhiyah - sahabat sejuta warna kali ini admin postingkan materi ilmu tauhid tentang macam macam ilmu tauhid yaitu tauhid uluhiyah silahkan disimak dibawah ini.

TAUHID ULUHIYAH

2.1       Pengertian Tauhid Uluhiyah
Kata Uluhiyah berasal dari kata alaha – ya’lahu – ilahan – uluhah yang bermakna menyembah dengan disertai rasa cinta dan pengagungan. Sehingga ta’alluh diartikan sebagai penyembahan yang disertai rasa kecintaan dan pengagungan. Tauhid uluhiyah juga disebut tauhid ubudiyah  adalah keyakinan yang teguh bahwa hanya Allah yang berhak disembah disertai dengan pelaksanaan pengabdian atau penyembahan kepadanya saja dan tidak mengalihkannya kepada yang selainnya.Ungkapan yang paling detail tentang makna ini adalah ucapansyahadat yaitu Laa Ilaaha Illallaah yang maknanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.
Dengan kata lain tauhid uluhiyah adalah mengiktikadkan bahwa Allah sendirilah yang berhak disembah dan berhak dituju oleh semua hamba-Nya, atau dengan kata lain tauhid uluhiyah adalah percaya sepenuhnya bahwa Allah berhak menerima semua peribadatan mahluk, dan hanya Allah sajalah yang sebenarnya yang harus disembah.
Manusia bersujud kepada Allah. Allah tempat meminta, Allah tempat mengadu nasibnya, manusia wajib mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Semua yang bersifat kebaktian kepada Allah tanpa perantara (wasilah). Allah melarang kita menyembah selainnya, seperti menyembah batu, menyembah matahari dan lain sebagainya. Dan itu semua adalah perbuatan syirik yang sangat besar dosanya dan sangat dibenci Allah, bahkan Allah tidak akan mengampuni dosa musyrik itu.

2.2       Dalil dalil Tauhid Uluhiyah
Dalil-dalil yang menjelaskan tentang tauhid uluhiyah (ubudiyah) antara lain terdapat dalam surah-surah berikut ini :
a.       QS. Al-Baqarah : 21
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
b.      QS. Al-Baqarah : 163
وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
“Dan tuhanmu adalah tuhan yang maha esa, tidak ada tuhan selain dia, yang maha pemurah lagi maha penyayang”.
c.       QS. An-Nisa : 36
….. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun……”


2.3       Kedudukan Tauhid Uluhiyah
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan Tauhid Uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim. Kedudukan tauhid Uluhiyyah terdapat pada poin-poin berikut ini:
a.       Jin dan manusia diciptakan untuk merealisasikan tauhid uluhiyyah.
  1. Para rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan untuk menyeru kepada tauhid uluhiyyah.
  2. Tauhid uluhiyyah pembeda antara orang yang bertauhid dan orang musyrik.

2.4       Contoh Penyimpangan Tauhid Uluhiyah

Contoh konkrit penyimpangan uluhiyah Allah di antaranya ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya. Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya. Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar, berjanji akan beri’tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang.

Demikianlah yang telah saya sampaikan mengenai tauhid uluhiyah semoga bermanfaat.
Advertisement
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top