PUISI ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Table of Contents
Kali ini admin postingkan contoh puisi isra miraj nabi muhammad silahkan simak di bawah ini.



ISRA MI’RAJ

Oleh : Ipan Parhan Anwari

Malam dingin penuh bintang
Dua puluh tujuh rajab malam itu
Melintas ia membawa terang
Masjidil haram,Aqsha,langit ketujuh
Hanya sekejap waktu terlewat
Begitu banyak rahmat
Tentang perjanjian mulia
Tiang utama penyangga agama
Pahala berlimpah dijanjikanNya
Tiada apapun yang Ia harapkan
Tiada apapun yang Ia Inginkan
Hanya agar sang pencipta mengingatNya
Hanya agar ada syukur di hati mereka
Begitu beratkah mematuhinya?
Ya Rasulallah,ya Habiballah
Engkau bawa sinar tuhanmu
Ketika gelap alam semesta
Engkaulah cahaya
di tengah kehidupan jahiliyah
Menyampaikan amanah
Engkau pemadam pertikaian
ditengah kehancuran
Shalatlah wahai umat!!
tunaikanlah zakat!!
Alhamdulillah wa syukurillah, Subhanallah wallahu akbar,,,

Isra’
Perjalanan seorang tauladan kita dari masjidil haram menuju masjidil Aqsha dengan memikul tanggung jawab yang luar biasa berat, dalam keadaan dirundung duka karena kehilangan orang-orang yang begitu ia cintai (seorang istri dan paman beliau).

Mi’raj
Beberapa tahun lalu pada saat yang sama di zaman yang luar biasa berbeda. Seorang utusan Allah, Nabi Muhammad S.A.W. telah berhasil melaksanakan isra’ dan mi’raj.

Lihat betapa besarnya cinta beliau pada umat yang mungkin, yang ia ketahui kini hanya bisa membuatnya menangis sedih.
Bagaimana bisa kita membayangkan betapa besar cintanya? Tak seorangpun mampu, tak seorangpun mampu...
50 waktu telah Ia pinta, ia mohon menjadi 45 waktu, menjadi 40 waktu, menjadi 35 waktu, hingga akhirnya tanpa memandang rasa lelah akan semua pengorbanannya, menjadi 5 waktu.

DEMI SIAPA?!
Demi umatnya! Kita semua sahabatku sekalian!!

Namun apa?! Apa?!
Tanyakanlah pada diri kalian. Apa balasan yang mampu kalian berikan pada suri tauladan diri kita? Sekedar 5 waktu tetap tak kau laksanakan.

Ya Allah, aq malu...
Ya Allah, aq hina...
Seorang pejuang Islam tak kuhiraukan.
Ya Rasul, engkau telah memberi panduan, namun mata, hati dan pikiran kami buta akan hal2 itu.
Kami generasi muda bahagia berfoya-foya.
Kami generasi muda yang bangga berzina.
Kami generasi muda yang merasa hebat melanggar agama.
Astaghfirullah...

Inikah dunia yang membuat kita semua buta akan dunia yang fana?
Aq adalah satu dari 10.000 orang, atau bahkan lebih yang tidak akan siap jika ajalku menjemput beberapa saat lagi.
Ya Rasul, aq pengikutmu. Aq umatmu.
Namun aq tak mampu melaksanakan amanatmu.
Aq shalat lima waktu tanpa takut adanya musuh yang siap menusuk pedang padaku. Aq shalat dengan tenang ya Allah, namun hatiku tak pernah tenang karena dosa2ku yang membuat aq malu berhadapan denganMu. Dengan RasulMu.
Aq seorang yang kecil di mataMu ya Allah. Tiada apa2nya jika dibandingkan dengan kebesaranmu yang telah mengisi dan melebihi seluruh jagad raya ini ya Allah. Aq adalah sosok kecil yang berlumuran dosa, penuh dengan dosa ya Allah.
Saudara2ku marilah kita bersama2 mengucap syukur. Syukur yang sedalam2nya karena seorang rasulullah, nabi Muhammad S.A.W. telah dikirimkan khusus untuk membimbing kita menuju surga. Perhentian yang terakhir bersama-sama.
Marilah bersama kita mengubah hitam kegelapan, menjadi sinar putih yang benderang. Menyongsong masa depan bersama naungan Islam.