Teks Bacaan Surat Ar-Rahman Arab Latin dan Terjemahan Indonesia

Table of Contents
Kali ini, saya ingin berbicara tentang Surat Ar-Rahman, yang merupakan surat ke-55 dalam Al-Qur'an. Sebelum kita memahami pesan yang terkandung dalam surat ini, mari kita kenali dulu latar belakang dan konteksnya.

Surat Ar-Rahman adalah surat Makkiyah, artinya diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Surat ini terdiri dari 78 ayat yang begitu indah dan penuh makna. Nama "Ar-Rahman" dalam bahasa Arab berarti "Yang Maha Pemurah" dan surah ini diawali dengan menyebutkan nama tersebut dalam ayat pertamanya.

Surat Ar-Rahman adalah sebuah seruan kepada kita untuk merenungkan kasih sayang Allah SWT yang luar biasa terhadap seluruh ciptaan-Nya. Di dalam surat ini, Allah SWT menunjukkan kepemurahan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan memberikan ribuan nikmat yang tak terhitung jumlahnya.

Allah mengungkapkan banyak nikmat-Nya dalam surat ini, seperti penciptaan manusia, pemberian makanan, penjagaan malam dan siang, serta ciptaan-Nya yang beragam di alam semesta. Dengan kata lain, surat ini mengajak kita untuk memandang sekeliling kita dan merenungkan betapa Allah adalah Sumber segala kebaikan dan rahmat dalam hidup kita.

Salah satu aspek unik dari Surat Ar-Rahman adalah pengulangan pertanyaan yang muncul sebanyak 31 kali, yaitu pertanyaan: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban?). Pertanyaan ini mengajak kita untuk berintrospeksi dan merenungkan betapa sering kita lupa mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan bahkan kadang-kadang mengabaikannya.

Surat Ar-Rahman memberikan banyak pelajaran berharga. Pertama, surat ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang Dia berikan kepada kita. Kita harus sadar bahwa nikmat-nikmat ini adalah tanda kasih sayang Allah yang tak terbatas. Kedua, surat ini mengajak kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam semesta yang Allah ciptakan. Melalui beragam ciptaan-Nya, Allah menunjukkan kebesaran-Nya dan mengingatkan kita untuk menjaga dan merawat alam ini.

Surat Ar-Rahman adalah surat yang penuh dengan pesan kasih sayang Allah dan mengajak kita untuk merenungkan nikmat-Nya yang tiada tara. Semoga dengan memahami surat ini, kita dapat menjadi lebih bersyukur, lebih peka terhadap alam, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita selalu mengenang kasih sayang-Nya dan berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik di setiap langkah hidup kita.

Teks Bacaan Surat Ar-Rahman Arab Latin dan Artinya

surat arrahman



الرَّحْمَنُ
Ar-rahman(u) 
"(Rabb) Yang Maha Pemurah," – (QS.55:1) 


عَلَّمَ الْقُرْآنَ
'Allamal quraan(a) 
"Yang telah mengajarkan Al-Qur'an." – (QS.55:2) 


خَلَقَ الإنْسَانَ
Khalaqa-insaan(a) 
"Dia menciptakan manusia," – (QS.55:3) 


عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
'Allamahul bayaan(a) 
"Mengajarnya pandai berbicara." – (QS.55:4) 


الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Asy-syamsu wal qamaru bihusbaanin 
"Matahari dan bulan (beredar), menurut perhitungan." – (QS.55:5) 


وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Wannajmu wasy-syajaru yasjudaan(i) 
"Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, kedua-duanya tunduk kepada-Nya." – (QS.55:6) 


وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ
Wassamaa-a rafa'ahaa wawadha'al miizaan(a) 
"Dan Allah telah meninggikan langit; dan Dia meletakkan neraca (keadilan)." – (QS.55:7) 


أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
Alaa tathghau fiil miizaan(i) 
"Supaya kamu jangan melampaui batas, tentang neraca itu." – (QS.55:8) 


وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
Wa-aqiimuul wazna bil qisthi walaa tukhsiruul miizaan(a) 
"Dan tegakkanlah timbangan dengan adil, dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." – (QS.55:9) 


وَالأرْضَ وَضَعَهَا لِلأنَامِ
Wal ardha wadha'ahaa lil-anaam(i) 
"Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(-Nya)," – (QS.55:10) 


فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الأكْمَامِ
Fiihaa faakihatun wannakhlu dzaatul akmaam(i) 
"di bumi itu ada buah-buahan, dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang." – (QS.55:11) 


وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
Wal habbu dzuul 'ashfi warraihaan(u) 
"Dan biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya." – (QS.55:12) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan;" – (QS.55:13) 


خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
Khalaqa-insaana min shalshaalin kal fakh-khaar(i) 
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering, seperti tembikar," – (QS.55:14) 


وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
Wakhalaqal jaanna min maarijin min naarin 
"Dia menciptakan jin dari nyala api." – (QS.55:15) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:16) 


رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Rabbul masyriqaini warabbul maghribain(i) 
"Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari, dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya." – (QS.55:17) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:18) 


مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Marajal bahraini yaltaqiyaan(i) 
"Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian bertemu," – (QS.55:19) 


بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لا يَبْغِيَانِ
Bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan(i) 
"antara keduanya ada batas, yang tidak dilampaui oleh masing-masing." – (QS.55:20)


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:21) 


يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
Yakhruju minhumaallu'lu'u wal marjaan(u) 
"Dari keduanya keluar mutiara dan marjan." – (QS.55:22) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:23) 


وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالأعْلامِ
Walahul jawaaril munsyaaatu fiil bahri kal a'laam(i) 
"Dan kepunyaan-Nya-lah, bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan, laksana gunung-gunung." – (QS.55:24) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:25) 


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
Kullu man 'alaihaa faanin 
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa." – (QS.55:26) 


وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Wayabqa wajhu rabbika dzuul jalali wal-ikraam(i) 
"Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu, yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." – (QS.55:27) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:28) 


يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
Yasaluhu man fiis-samaawaati wal ardhi kulla yaumin huwa fii sya'nin 
"Semua yang ada di langit di bumi selalu minta (berdo'a) kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan." – (QS.55:29) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:30) 


سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلانِ
Sanafrughu lakum ai-yuhaats-tsaqalaan(i) 
"Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu (amal perbuatanmu), hai manusia dan jin." – (QS.55:31) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:32) 


يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ
Yaa ma'syaral jinni wal-insi iniistatha'tum an tanfudzuu min aqthaaris-samaawaati wal ardhi faanfudzuu laa tanfudzuuna ilaa bisulthaanin 
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, kecuali dengan kekuatan (tenaga)." – (QS.55:33) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:34) 


يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلا تَنْتَصِرَانِ
Yursalu 'alaikumaa syuwaazhun min naarin wanuhaasun falaa tantashiraan(i) 
"Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga, maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)." – (QS.55:35) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:36) 


فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
Fa-idzaaan-syaqqatis-samaa-u fakaanat wardatan kaddihaan(i) 
"Maka apabila langit telah terbelah, dan menjadi merah mawar seperti (berkilapan) minyak." – (QS.55:37) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:38) 


فَيَوْمَئِذٍ لا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلا جَانٌّ
Fayauma-idzin laa yusalu 'an dzanbihi insun walaa jaannun 
"Pada waktu itu, manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (karena pasti diketahui oleh Allah)." – (QS.55:39) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:40) 


يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالأقْدَامِ
Yu'raful mujrimuuna bisiimaahum fayu'khadzu binnawaashii wal aqdaam(i) 
"Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka (untuk diseret ke neraka)." – (QS.55:41) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:42) 


هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ
Hadzihi jahannamullatii yukadz-dzibu bihaal mujrimuun(a) 
"Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa." – (QS.55:43) 


يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ
Yathuufuuna bainahaa wabaina hamiimin aanin 
"Mereka berkeliling di antaranya, dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya." – (QS.55:44) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:45) 


وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
Waliman khaafa maqaama rabbihi jannataan(i) 
"Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabb-nya, ada dua surga." – (QS.55:46) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:47) 


ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
Dzawaataa afnaanin 
"kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan." – (QS.55:48) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:49) 


فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ
Fiihimaa 'ainaani tajriyaan(i) 
"Di dalam kedua surga itu, ada dua buah mata air yang mengalir." – (QS.55:50) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:51) 


فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
Fiihimaa min kulli faakihatin zaujaan(i) 
"Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan." – (QS.55:52) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:53) 


مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
Muttaki-iina 'ala furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wajanal jannataini daanin 
"Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat." – (QS.55:54) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:55) 


فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ
Fiihinna qaashiraatuth-tharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun 
"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan (dan) menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia, sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." – (QS.55:56) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:57) 


كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
Kaannahunnal yaaquutu wal marjaan(u) 
"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." – (QS.55:58) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:59) 


هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ
Hal jazaa-u-ihsaani ilaa-ihsaan(u) 
"Tidak ada balasan (atas) kebaikan, kecuali kebaikan (pula)." – (QS.55:60) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:61) 


وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Wamin duunihimaa jannataan(i) 
"Dan selain daripada surga itu, ada dua surga lagi." – (QS.55:62) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan," – (QS.55:63) 


مُدْهَامَّتَانِ
Mudhaammataan(i) 
"kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya." – (QS.55:64) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:65) 


فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
Fiihimaa 'ainaani nadh-dhaakhataan(i) 
"Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar." – (QS.55:66) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:67) 


فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
Fiihimaa faakihatun wanakhlun warummaanun 
"Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma, serta delima." – (QS.55:68) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:69) 


فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ
Fiihinna khairaatun hisaanun 
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik, lagi cantik-cantik." – (QS.55:70) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:71) 


حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
Huurun maqshuuraatun fiil khiyaam(i) 
"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah." – (QS.55:72) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:73) 


لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ
Lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun 
"Mereka (para bidadari) tidak pernah disentuh oleh manusia , sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." – (QS.55:74) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:75) 


مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ
Muttaki-iina 'ala rafrafin khudhrin wa'abqarii-yin hisaanin 
"Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah." – (QS.55:76) 


فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i) 
"Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan." – (QS.55:77) 


تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Tabaarakaasmu rabbika dziil jalali wal-ikraam(i)

"Maha Agung nama Rabb-mu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia." – (QS.55:78) 

untuk mendengarkan surat ar rahman silahkan simak video dibawah ini:

Shodaqallahul Adziim demikianlah yang saya bagikan mengenai bacaan surat ar rahman  mudah-mudahan dengan membacanya kita semua mendapat pahala dan mendapat kemurahan Allah yang tiada tara yang tak pilih kasih tak pandang sayang walaupun dosa kita banyak.