Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makalah Paragraf

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia. Bahasa Indonesia sudah di pelajari di tingkat sekolah dasar, tetapi di perguruan tinggi kembali diajarkan mata kuliah umum di semua bidang ilmu. Diadakan mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi tidak lain untuk membantu mahasiswa mengerjakan tugas-tugas perkuliahan di semua mata kuliah yang dihadapi hingga akhir masa studi.


Dalam mata kuliah bahasa Indonesia dipelajari satu semester. Materi ajar yang tercangkup meliputi pengertian bahasa; kaidah ejaan; diksi; kalimat efektif; paragraf; huruf dan tanda baca; penalaran; diskusi, pidato dan ceramah; produksi ragam tulis; ktipan, catatan kaki, daftar pustaka; karya tulis ilmiah; dan artikel ilmiah.

Makalah ini hanya membahas materi paragraf. Untuk lebih memahami bagaimana menyusun sebuah paragraf yang benar dan mengetahuin berbagai jenis paragraf, maka makalah ini disusun agar dapat menambah pengetahuan para pembaca seputar paragraf.
1.2 Rumusan Masalah

Paragraf


Input

 

Mahasiswa/i Universitas Islam Negri Bandung


Proses

 

Menyusun dan mempresentasikan untuk mahasiswai/i Akuntansi Syariah A


Output

 

Mampu mengerti dan membuat berbagai jenis paragraf dengan baik

 

1.1 Tujuan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka makalah ini memiliki tujuan, yaitu:

1. Mahasiswa dapat memahami pengertian paragraf

2. Mahasiswa dapat memahami paragraf

3. Mahasiswa dapat memahami fungsi paragraf

4. Mahasiswa dapat memahami syarat-syarat paragraf

5. Mahasiswa dapat memahami pengembangan paragraf

6. Mahasiswa dapat memahami jenis-jenis paragraf

7. Mahasiswa dapat memahami contoh dari jenis-jenis paragraf

8. Mahasiswa dapat memahami koherensi dan kohesi paragraf

9. Mahasiswa mampu membuat paragraf dengan baik dan benar


BAB II PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Paragraf

Paragraf adalah serangkaian kaliamat yang saling bertalian untuk membentuk sebuah gagasan (ide). Dalam hierki kebahasaan, paragraf merupakan satuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf juga dapat disebut wacana mini. Di bidang bentuk pada umumnya paragraf terdiri dari sejumlah kalimat, atau dengan kata lain merupakan kumpulan dari sejumlah kalimat meskipun ada juga yang hanya terdiri dari satu kalimat atau satu kata, misalnya kalimat penutup pada surat yang sering hanya berupa kata terimakasih. Sejumlah kalimat itu kait-mengkait sehingga membentuk suatu kesatuan. Di bidang makna, paragraf itu merupakan suatu informasi yang mrmiliki ide pokok sebagai pengendaliannya.


2.2 Ciri-Ciri

Dalam sebuah paragraf mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1. Kalimat pertama bertakuk ke dalam lima ketukan spasi untuk jenis karangan ilmiah formal, misalnya makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Karangan berbentuk turus yang tidak bertakuk (block style) ditandai dengan jarak spasi merenggang, satu spasi lebih banyak dari pada jarak antar baris lainnya.

2. Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama) yang dinyatak dalam kalimat topik.

3. Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembangan yang berfungsi menjelaskan, menguraikan, atau menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat topik.

4. Paragraf menggunakan pikiran penjelas (gagasan penjelas yang dinyatakan dalam kalimat penjelas).

2.3 Fungsi Paragraf

Fungsi paragraf sebagai berikut.



1. Mengekpresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam seraikanian kalimat yang tersusun secara logis, dalam suatu kesatuan.

2. Menandai peralihan (pergantian) gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran.

3. Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya.

4. Memudahkan pengembangan topik ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil.

5. Memudahkan pengendalian variable terutama karangan yang terdiri atas beberapa variable.


2.4 Syarat-Syarat Paragraf

Seperti hal nya pada umumnya yang memiliki hiyelarki unsur-unsur lahiryah seperti kalimat, prasa, kata, dan sebagainya dan non lahiriyah terkait makna dan maksud, paragraf juga memiliki unsur-unsur itu. Jika di uraikan lebih rinci, lajimnya paragraf terdiri dari:

1. Kalimat topik atau kalimat utama

2. Kalimat pengembang atau kalimat penjelas

3. Kalimat penegas

4. Kalimat transisi

Unsur lahiriah maupun non lahiriah haruslah padu dan satu. Kepaduan lahiriah paragraf disebut koherensi,sedangkan kesatuan non lahiriah paragraf disebut kohesi. Namun ada pengecualian,dalam paragraf naratif yang ide pokoknya tersebar di dalam keseluruhan kalimat yang membangun paragraf tersebut. Jadi paragraf naratif tidak selalu mengikuti ciri-ciri lahiriah paragraf seperti disebutkan seperti itu.


2.5 Pengembangan Paragraf

Pengembangan paragraf sebagai berikut.



1. Pola urutan ruang dan waktu

Pola ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kejadian/peristiwa atau cara membuat Sesutu,selangkah demi selangkah digambarkan menurut perturutan ruang dan waktu.

2. Pola sebab-akibat

Pola ini biasanya digunakan di dalam karangan karangan ilmiah untuk mengemukakan alasan tertentu berikut jurtifikasinya,menerangkan alasan terjadinya sesuatu,menjelaskan suatu proses yang berpautan dengan sebab dan akibat dari terjadinya hal-hal tertentu.

3. Pola susunan pembandingan

Pola pembandingan ini digunakan untuk memperbandingkan dua hal atau dua perkara,bahkan bisa juga lebih,yang disatu sisi memiliki kesamaan sedangkan pada sisi yang lain mengandung perbedaan.

4. Pola susunan ibarat

Pola ini digunakan untuk mejelaskan sesuatu hal yang memiliki keserupaan atau kemiripan dengan hal tertentu. Di dalam jenis paragraf ini orang sering menggunakan bentuk-bentuk peribaratan,personifikasi,metafora,dan semacamnya.

5. Pola susunan daftar

Pola ini lazim digunakan dalam karya-karya ilmiah dan keteknikan yang sering kali harus mengemukakan informasi dalam bentuk-bentuk daftar,tabel,grafik,dan semacamnya.

6. Pola susunan contoh

Dalam susunan paragraf ini kalimat rinciannya lazim menggunakan contoh-contoh tentang apa yang dimaksudkan dalam kalimat topik atau kalimat utama. Pola susunan contoh juga banyak sekali ditemukan di dalam tulisan-tulisan ilmiah.

7. Pola susunan gambar

Gambar atau ilustrasi tertentu dimaksudkan untuk menperjelas apa yang telah atau akan dituliskan di dalam sebuah paragraph. Pola susunan bergambar juga sangat lazim ditemukan dalam karya-karya ilmiah.


2.6 Jenis-Jenis Paragraf

Jenis-jenis paragraf sebagai berikut.

1. Paragraf Deskripsi

a. Pengertian Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragaraf yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu. Seperti paragraf di bawah di sebuat paragraf deskripsi, karena menggambarkan sebuah objek, yaitu kali kecil.

Contoh :
Kali kecil didepan tempat tinggal rekanku tampak amat kotor. Warna airnya hitam pekat serta berminyak. Ditepi sungai terlihat juga tumpukan sampah yang biasanya berbentuk kantong plastic serta botol plastik bekas. Kotoran-kotoran itu tampak menghalangi laju air mengalir dan membuat air tergenang. Dari genangan air itu, tercium bau busuk yang menyengat hidung.

b. Untuk dapat mengembangkan paragraph deskripsi, ada tiga jenis pola yang digunakan yaitu:

1.Paragraf deskripsi spesial,paragraf ini menggambarkan objek khusus local,tempat,atau geografi.

2.Paragraf deskripsi subjektif, paragraf ini mengembangkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.

3.Paragraf deskripsi objektif,paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

c. Teknik penulisan

Penulisan dilihat dari objek dan sikap yang diambil untuk menggambarkan objek secara tepat.

1. Pendekatan realitis adalah pendekatan yang berusaha menggambarkan objek dengan subjektif. Diibaratkan seorang kerja pelukis,peningkatan ini lebih menonjolkan pikiran dan interpretasi penulis.



2. Pendekatan sikap penulis adalah pendekatan yang memperlihatkan sikap penulis dalam melihat objek, misalnya masa bodoh,bersungguh-sungguh,cermat,seenaknya,atau sikap ironis.

2. Paragraf Eksposisi

a. Pengertian Paragraf Ekposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan sejumlah pengetahuan dan informasi.

Contoh :

Konsumen perlu memahami beberapa kiat agar tidak terjebak oleh penjualan obat palsu. Konsumen hendaknya membeli obat di apotek. Jika membeli obat di apotek dan ternyata palsu, konsumen terlindung dan apotek tersebut dapat dituntut secara hokum dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan/atau denda dua miliar rupiah. Konsumen juga harus memperhatikan secara seksama obat yang dibelinya. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah nomor registrasi sebagai tanda obat sudah mendapat izin. Selain itu, konsumen harus cermat memeriksa kualitas kemasan dan kualitas fisik produk. Beberapa produk obat palsu hampir mirip dengan aslinya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah nama dan alat produsen obat tercantum dengan jelas. Begitu pula, indks aturan pakai, peringatan, kontra-indikasi, efek samping penyimpagan, serta tanggal kadaluarsa jangan terlewat untuk diperhatikan konsumen.

b. Teknik Penulisan

Teknik metode dalam penulisan eksposisi:

1. Metode identitikasi, metode ini berusaha menyebutkan ciri-ciri pengenal objek sehingga pembaca dapat mengenalnya. Mengenai teknik penyajian, penulis dalam mengadakan identifikasi di pengaruhi oleh ketajaman penglihatan untuk melihat bermacam-macam masalah bergantung pada pengalaman dan pengetahuan. Penerapannya yaitu dengan memperhatikan sebuah tulisan secara utuh untuk melihat judul-judul utama tulisan itu; dan



melihat serta merinci bagian-bagian yang lebih kecil dan menerapkan analisis identifikasi pikiran penjelas.

2. Metode perbandingan merupakan suatu cara menunjukan kesamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih dengan mempergunakan dasar tertentu (analogi deklaratif). Tujuan metode ini adalah menyampaikan informasi tentang suatu hal dengan menghubungkannya dengan hal lain yang telah dikenal.

3. Metode ilustrasi adalah suatu metode untuk mengadakan gambaran atau penjelasan yang khusus dan konkret atas suatu prinsip umum. Metode ini menunjukan langsung contoh nyata untuk menerangkan hal yang abstrak.

4. Metode klarifikasi merupakan suatu metode untuk menempatkan barang-barang dalam suatu sistem kelas tertentu hingga dapat dilihat hubungan kesamping, kebawah, dan keatas. Secara umum, tujuan metode ini adalah untuk menjangkau bermacam-macam subjek kedalam suatu pertalian yang jelas dan masuk akal serta logis dengan prinsip yang jelas.

5. Metode definisi ialah pernyataan apa yang dimaksud dengan suatu hal atau pernyataan tentang makna suatu istilah.

6. Metode analisis merupakan suatu cara membagi-bagi suatu subjek ke dalam komponen-komponen ituberarti melepaskan, menanggalkan, menguraikan sesuatu yang terikat padu. Analisis bberbicara mengenai bagian-bagian yang bersama-sama mengunjang struktur suatu kesatuan individual, sedangkan klasifikasi/kelas tidak memiliki kesatuan.

3. Paragraf Argumentasi

a. Pengertian Paragraf Argumentasi

Argumen dalam tulisan mengandalkan berbagai jenis pertimbangan yang bertujuan untuk menguatkan argumentasi tersebut. Pertimbangan pertama adalah kredibilitas penulis yang menunjukan bahwa sang penulis sangat piawai di bidang yang ia tulis dan banyak tahu tentang suatu situasi sehingga ia sangat menguasai argumentasinya. Kedua, pertimbangan adanya data empiris untuk membantu menguatkan argumentasinya. Ketiga, pertimbangan asa nalar atau



logika dengan memberikan pendapat disertai bukti-bukti yang ada sehingga menyakinkan pembaca. Keempat, pertimbangan emosi, nilai, atau etika yang diharapkan yang menggugah jiwa dan meluluhkan perasaan pembacanya.

Contoh :

Sebagai anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Peryataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat di lihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya di serahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat dimana-mana.

b. Teknik Penulisan

1. Pendahuluan

Bagian ini bertujuan untuk menarik perhatian pembaca. Ada beberapa petimbangan dalam bagian ini yaitu (a) penulis harus menegaskan mengapa persoalan itu di bicarakan pada saat ini, (b) penulis harus menjelaskan latar belakang historis yang mempunyai hubungan langsung dengan persoalan yang akan di argumrntasikan, (c) penulis mengakui adanya persoalan yang tidak dimasukan dalam argumentasi.

2. Tubuh argumentasi

Seluruh proses penyusunan argumen terletak pada kemahiran dan keahlian penulisnya, apakah ia mampu menyangkinkan pembaca bahwa hal yang dikemukakan itu benar hingga kesimpulan juga benar.


3. Kesimpulan

Penulisan harus tetap memelihara tujuan dan menegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai serta mengapa kesimpulan itu diterima sebagai sesuatu yang logis

4. Paragraf Narasi

a. Pengertian Narasi

Narasi adalah tulisan berbentuk karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa atau kejadian menurut urutan terjadinya (kronologis), dengan maksud memberi makna kepada sebuah atau rentetan kejadian sehingga pembaca dapat memetic hikmah dari cerita itu

b. Teknik Penulisan

Hal terpenting dalam karangan narasi adalah unsur tindakan atau buatan sehingga ketika membaca karangan narasi pembaca seolah-olah melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Terdapat dua bentuk narasi yaitu narasi sugestif dan narasi ekspositoris.

1) Narasi sugestif

Narasi sugestif atau narasi imajinatif merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sedemikian rupa sehingga merangsang daya hayal pembaca.

2) Narasi ekspositoris

Narasi ekspositoris adalah kebalikan dari karangan narasi sugestif. Narasi ini bersifat non fiktif yang di sajikan dengan bahas denotatif. Tujuan utamanya bukan menimbulkan daya imajinasi, melaikan menambah pengetahuan pembaca dengan pemaparan yang rasional.

c. Contoh Paragraf Narasi

1) Contoh Narasi Berbentuk Fiksi

Meskipun ibu saya sudah tiada, kebanggaan saya kepada ibu tak pernah luntur. Saya adalah anak tertua dari empat bersaudara. Ayah meninggal ketika saya berusia sepuluh tahun. Masih terbayang bagaimana ibu saya yang seorang guru SD harus mengurusi kami berempat sebelum pergi mengajar, ia menyiapkan kebutuhan kami semua, dari pakaian, sarapan, hingga bekal sekolah. Kebetulan saya bersekolah di tempat ibu mengajar



sehingga kami selalu berangkat dan pulang bersama-sama. Selama ibu mengajar, adik-adik saya dititipkan kepada tetangga hingga kami pulang. Sering di perjalanan berangkat atau pulang sekolah, ibu menasehati saya agar selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan. Ibu juga mengajarkan dan mengingatkan saya agar tidak meninggalkan shalat. “itu kunci kebahagian, nak.” Kata ibu ketika itu. “kalau kamu selalu shalat, mengingat Allah., pasti Allah. akan ingat kepadamu,” kata ibu pada waktu yang lain. Sekarang saya sudah berkeluarga, kata-kata ibu masih terngiang di telinga saya.

2) Contoh Narasi Berbentuk Non Fiksi

Setelah tiga belas tahun berpengalaman dalam mengelola agen perjalanan wisata, yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, direktuk utama sekaligus pemilik PT Lion air, Rusdi Kirana, bertekad menekspansi bisnisnya dengan menggunakan usaha penerbangan. Dengan ambisi yang kuat dan modal awal sekitar 10 juta dollar AS, Rusdi mengajak kakaknya, Kusna Kirana serta rekan bisnis mereka untuk menjalankan usaha ini. (sumber: tulisan mahasiswa).

5. Paragraf Persuasi

a. Pengertian Paragaf Persuasi

Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya bujuk, berdaya-pajak ataupun berdaya imbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk menyakini dan menurutu imbauan ampilisit maupun eksplisit.

b. Teknik penulisan

Terdapat dau acara dalam memikat pembaca, yaitu secara emosional dan logika, gunakan bahasa yang simpatik kepada pembaca secara analogi, induksi, atau deduksi.

c. Contoh paragraf Persuasi

Groove adalah pensil graphite dan pensil warna yang dirancang khusus untuk anak yang baru belajar menulis atau mewarnai. Groove berbentuk segitiga bulat yang merupakan bentuk paling ergonomis



merupakan sebagai pegangan pensil dengan penambahkan cekungan-cekungan untuk menyempurnakan kedudukan jari tangan kita menggemgam pensil. Dengan menggunakan pensil groove, anak akan otomatis otomatis terbimbing untuk menggemgam pensil dengan cara yang benar. Groove terbukti sangat nyaman digunakan.
2.7 Koherensi Dan Koheresi Paragraf

Paragraf yang memiliki koherensi, kalimat-kalimatnya saling berhubungan secara kompak. Paragraf yang koherensi adalah paragraf yang kalimat-kalimatnya terjalin secara erat. Dengan demikian, semua kalimat yang ada pada suatu paragraf harus saling berkaitan dan saling mendungkung. Tidak boleh ada satu kalimat pun yang tidak memiliki kaitan dengan kalimat lainnya.

Kepaduan paragraph juga dapat diciptakan dengan pemanfataan kata-kata transisi seperti ditunjukkan berikut ini:

1. Kata transisi penunjuk hubungan tambahan: lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, disamping itu, lalu, berikutnya, demikian pula, begitu pula, lagi pula.

2. Kata transisi penunjuk hubungan pertentangan: akan tetapi, namun, bagaimana pun, walaupun, sebaliknya, lain halnya.

3. Kata transisi penunjuk hubungan perbandingan: sama dengan itu, sehubungan dengan itu, dalam hal yang demikian itu.

4. Kata transisi penunjuk hubungan akibat: oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka, karenanya.

5. Kata transisi penunjuk hubungan tujuan: untuk itu, untuk maksud itu, untuk tujuan itu.

6. Kata transisi penunjuk hubungan singkatan: singkatnya,pendeknya, akhirnya, dengan kata lain, sebagai simpulan.

7. Kata transisi penunjuk hubungan tempat dan waktu: sementara itu, segera setelah itu, berdekatan dengan itu,berdampingan dengan itu.

Contoh transisi dalam bentuk kalimat : Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran mengenai makalah ini agar kami dapat menyusun kembali makalah dengan baik di kemudian hari.


BAB III PENUTUP

PRNUTUP
3.1 Simpulan

Paragraf dapat dikatan baik apabila gagasan pokok (controlling idea) yang mengendalikan paragraph itu sudah sepenuhnya dikembangkan dan tuntas diuraikan.

a. Cirri-ciri paragraf

b. Fungsi paragraf

c. Syarat-syarat paragraf

d. Pengembangan paragraf

e. Jenis-jenis pragraf

f. Koherensi dan kohesi paragraf

g. Contoh- contoh paragraf.


3.2 Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya



DAFTAR PUSTAKA

Rahma, Ahmad Syaeful. 2018. Bahasa Indonesia Akademika. Bandung: Manggu Makmur Tanjung Lestari.

Wijayanti, Sri Hapsari, dkk. 2013. Bahasa Indonesia Penulisan dan Penyajian Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Hoerudin, Wahyu Cecep, dkk. 2018. Mata Kuliah Umum Pengembangan Karakter Bahasa Indonesia. Bandung: CV. Semiotika.

Budiyono, H. (2012). Pengembangan Paragraf Dan Kualitasnya Pada Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa. 2, 55.

Dewi, A. S. S. P. (2016). Kemampuan Menulis Paragraf Ekposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Konowe Selatan. 1, 3.

Advertisement