Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertanyaan dan Jawaban Jasa Atestasi

 1.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan prakiraan keuangan dan proyeksi keuangan !

Jawab :

Prakiraan keuangan adaalah Laporan keuangan prospektif yang menyajikan pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggungjawab, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas yang diharapkan dari suatu entitas. Disusun berdasarkan asumsi pihak yang bertanggungjawab, yang mencerminkan kondisi yang diharapkan akan terjadi dan tindakan yang akan diambil.

Sedangkan, Proyeksi keuangan adalah Laporan keuangan prospektif yang menyajikan pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggungjawab, atas dasar satu atau lebih asumsi hipotesis, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas yang diharapkan dari suatu entitas. Terdiri dari satu atau lebih arah tindakan yang bersifat hipotetis. Disusun berdasarkan asumsi pihak yang bertanggungjawab, yang mencerminkan kondisi yang diharapkan akan terjadi dan tindakan yang akan diambil, dengan adanya satu atau lebih asumsi hipotetis.

2.     Jelaskan mengenai isltilah-istilah dalam prakiraan keuangan dan proyeksi keuangan berikut:

Jawab :

a.     Entitas

Yaitu suatu unit yang telah ada atau yang akan dibentuk, yang dituju oleh penyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia atau berbasis akuntansi komprehensif lainnya.

b.     Asumsi hipotesis

Yaitu asumsi yang digunakan dalam suatu proyeksi keuangan untuk menyajikan suatu kondisi atau arah tindakan yang diharapkan akan terjadi, namun merupakan sesuatu yang konsisten dengan tujuan proyeksi.

c.     Pihak yang bertanggungjawab

Yaitu orang atau pihak yang bertanggungjawab atas asumsi yang mendasari laporan keuangan prospektif. Manajemen atau pihak luar (pihak yang mempertimbangkan untuk membeli suatu entitas)..

d.     Perakitan

Yaitu suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara sempurna.

e.     Faktor utama

Yaitu hal-hal penting yang menjadi dasar penentuan hasil suatu entitas di masa yang akan datang.

 

3.     Berikan uraian mengenai tahapan pelaksanaan pemeriksaan atas asersi manajemen tentang efektifitas pengendalian intern suatu entitas !

Jawab :

Tahapan Pelaksanaan Pemeriksaan :

a.     Perencanaan perikatan

Pada saat perencanaan perikatan, praktisi harus juga mempertimbangkan apakah entitas memiliki fungsi audit intern. Tanggungjawab dari audit intern adalah memantau kinerja pengendalian entitas. Auditor intern melakukan pengujian yang memberikan bukti mengenai efektivitas desain dan operasi pengendalian intern, dimana hasil uji ini seringkali dijadikan dasar penting asersi manajemen tentang efektivitas pengendalian intern entitas. Praktisi harus mempertimbangkan panduan dalam SA Seksi 322(PSA N. 33)

b.     Pemerolehan pemahaman pengendalian intern

Pemahaman diperoleh dengan :

·       meminta keterangan kepada manajemen, pengawas, karyawan staf yang semestinya;

·       Dengan melakukan insfeksi dokumen entitas;

·       Dengan mengamati aktivitas dan operasi entitas

pemahaman auditor tehadap penegndalian internal dilakukan sebagai suatu bagian dari prosedur pengukuran resiko yang memberikan dasar bagi penialaian awal auditor terhadap pengendalian internal klien.

c.     Pengujian dan evaluasi efektifitas desain pengendalian intern

Ada pengendalian intern yang didesain khusus untuk mencapai tujuan khusus kriteria pengendalian contoh : manajemen umumnya menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian khusus, mempertanggungjawabkan semua dokumen pengiriman, untuk menjamin semua penjualan yang sah telah tercatat.

Ada pengendalian intern yang didesain untuk mencapai banyak tujuan keseluruhan kriteria pengendalian. Contoh pengendalian umum komputer terhadap pengembangan program, perubahan program, operasi komputer dan akses ke program data membantu memberikan jaminan bahwa pengendalian berjalan efektif.

Praktisi tidak harus fokus pada ada tidaknya kebijakan dan prosedur khusus untuk mencapai tujuan pengendalian.

Praktisi fokus pada apakah kebijakan dan prosedur yang didesain memadai untuk mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam asersi laporan keuangan tertentu.

d.     Pengujian dan evaluasi efektifitas operasi pengendalian intern

·       Permitaan keterangan pada karyawan

·       Inspeksi terhadap dokumen yang relevan

·       Pengamatan atas operasi entitas

·       Penerapan kembali atau pelaksanaan kembali pengendalian intern

e.     Perumusan suatu pendapat tentang apakah asersi manajemen yang berkaitan dengan efektifitas pengendalian intern disajikan secara wajar, dalam semua hal yang materil, berdasar kriteria pengendalian.

·       Hasil pengujian desain dan operasi pengendalian

·       Kelemahan pengendalian yang teridentifikasi

 

4.     Berikan contoh laporan hasil pemeriksaan atas efektifitas pengendalian internal suatu entitas, dengan kondisi asersi manajemen dilaporkan secara terpisah. (nama perusahaan bebas).

Jawab :

Contoh Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Sistem Pengendalian Internal Perusahaan Rijal Foundation

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

ATAS

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

Kami telah memeriksa asersi manajemen bahwa perusahaan Rijal Foundation menyelengarakan pengendalian inter yang efektif atas pelaporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2020, yang disertakan bersama laporan ini dengan judul Laporan Asersi Manajemen sebutkan nama laporan manajemen

Pemeriksaan kami lakukan berdasarkan standar yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia dan oleh karena itu, mencakup pemerolehan pemahaman atas pengendalian internatas pelaporan keuangan, pengujian dan evaluasi terhadap efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut, dan prosedur lain semacam yang kami pandang perlu sesuai dengan keadaan. Kami yakin bahwa pemeriksaan kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

karena adanya keterbatasan bawaan dalam pengendalian apapun, salah saji karena kekeliruan atau kecurangan dapat terjadi dan tidak terdeteksi. Juga, proyeksi ealuasi apa pun terhadap pengendalian intern atas pelaporan keuangan ke masa yang akan datang mengandung didalamnya suatu risiko bahwa pengendalian intern dapat menjadi tidak memadai karena adanya perubahan kondisi, atau menurunya tingkat kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur.

Sebagaimana dijelaskan dalam asersi manajemen, kelemahan material berikut ini terdapat dalam desain dan operasi pengendalian intern perusahaan Rijal Foundation yang berlaku pada (1 Januari 2020).

Temuan - Kebijakan Akuntansi Perusahaan Rijal Foundation Belum Mengatur Secara Lengkap Mengenai Saat Pengakuat dan Dokumen Sumber Pencatatan Transaksi Akrual Sehingga Praktik Pencatatan Pendapatan, Beban, Aset, Dan Kewajiban Pada Beberapa Proses Bisnis Perusahaan Rijal Foundation Belum Dapat Disajikan Secara Memadai Sesuai PSAK Berbasis Akrual

Laporan Keuangan Perusahaan berbasis akrual menyajikan laporan-laporan tambahan sesuai dengan PSAK berbasis akrual, dengan Laporan Keuangan sesuai penerapan PSAK berbasis akrual sebagai berikut.

·       Neraca menyajikan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2015 masing- masing sebesar Rp5.163.321.643,105.717,00, Rp3.493.530.747.415.081,00 dan Rp1.669.790.895.690.636,00;

·       Laporan Operasional (LO) Tahun 2020 menyajikan jumlah pendapatan operasional b. dan beban operasional masing-masing sebesar Rp1.577.677.827.701.885,00 dan Rp 1.714.258.353.475.760,00 serta Defisit dari Kegiatan Operasional LO sebesar Rp136.580.525.773.875,003;

·       Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) Tahun 2020 menyajikan nilai ekuitas awal, kenaikan ekuitas uep ekuitas akhir masing-masing Rp657.591.403.982.558,00, Rp1.012.199.491.708.078,00, Rp1.669.790.895.690.636,00.

Suatu kelemahan material adalah suatu kondisi yang menghalangi pengendalian intern entitas untuk memberikan keyakinan memadai bahwa salah saji material dalam laoran keuangan akan dicegah atau dideteksi pada waktu yang tepat.

Menurut pendapat kami, karena dampak kelemahan material yang dijelaskan dalam paragraf diatas terhadap pencapaian tujuan kriteria pengendalian, asersi manajemen bahwa perusahaan Rijal Foundation menyelengarakan pengendalian inter yang efektif atas pelaporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2020, tidak menyajikan secara wajar berdasarkan atas kriteria pengendalian intern.

 

15 Januari 2021

Akuntan Publik Independen

ttd

HABIBULLOH, S.E.Ak.,M.E.

Registered Accountant No. RNA 017.11

 

5.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan atestasi kepatuhan !

Jawab :

Atestasi Kepatuhan adalah perikatan atestasi yang ditujukan untuk menIlai asersi tertulis manajemen tentang :

a.     Kepatuhan entitas terhadap persyaratan perundangan, peraturan, ketentuan, kontrak, atau hibah tertentu

b.     Efektifitas struktur pengendalian intern entitas atas kepatuhan terhadap persyaratan tertentu.

Dalam SAT 500 ( atsestasi kepatuhan ) memberikan panduan bagi perikatan yang berkaitan dengan asersi tertulis manajemen tentang kepatuhan entitas terhadap persyaratan perundangan, peraturan, ketentuan, kontrak, atau hibah tertentu atau efektivitas struktur pengendalian intern entitas atas kepatuhan terhadap persyaratan tertentu. Asersi manajemen dapat berkaitan dengan persyaratan kepatuhan baik yang bersifat keuangan maupun nonkeuangan.

Advertisement