Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertanyaan dan Jawaban Soal Kewirausahaan

1.     Jelaskan definisi Jaringan Bisnis !

Jaringan bisnis disebut juga dengan jaringan usaha. Jaringan usaha dapat diartikan sebagai suatu bentuk organisasi di bidang ekonomi yang dimanfaatkan untuk mengatur koordinasi serta mewujudkan kerjasama antar unsur dalam organisasi. Unsur-unsur tersebut pada umumnya berupa unit usaha, dapat juga berupa non unit usaha, tetapi merupakan unsure dalam rangkaian yang memfasilitasi penyelenggaraan unit usaha. Organisasi yang dimaksud dapat bersifat formal maupun informal (Prabatmodjo, 1996). Menghasilkan produk atau jasa dan membuat produk atau jasa itu tersedia bagi pembeli memerlukan pembangunan hubungan yang bukan hanya dengan pelanggan tetapi juga dengan pemasok kunci dan penjual perantara dalam rantai pasokan perusahaan (kotler dan Amstrong, 2008).

Jaringan usaha melibatkan unit usaha lain dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh produsen, baik dalam kegiatan produksi maupun pemasaran produk. Produsen menggunakan perantara karena mereka menciptakan efisiensi yang lebih besar dalam menyediakan barang bagi pasar sasaran. Melalui kontak, pengalaman, spesialisasi dan skala operasi, perantara biasanya menawarkan perusahaan lebih dari apa yang dapat dicapai perusahaan sendiri (Kotler dan Amstrong, 2008).

Referensi : Hendriyanto. Asepta, Analisis Pengaruh Jaringan Usaha dan Inovasi Terhadap Kinerja UMKM. semarang : STIE Totalwin (http://jurnal.stietotalwin.ac.id/index.php/jimat/article/download/91/89/ diakses pada 21 April 2020)

2.     Dalam berwirausaha, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif menurut Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet Wijayakesuma (2002). Sebutkan dan jelaskan serta berikan contoh untuk masing-masing cara !

Cara berbicara seorang pengusaha atau pedagang juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata krama, tidak menyinggung atau mencela orang lain. Allah SWT mengajarkan cara-cara berkomunikasi yang baik dan efektif, Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet Wijayakesuma (2002), antara lain:

1.      Qaulan Layyinan, Komunikasi yang ditujukan terhadap orang yang keras hati, sombong mau menang sendiri. Pemimpin yang Zalim, Firaun. Komunikasikan dengan cara lemah lembut menyentuh hati (rasa cinta), pembicaraan diarahkan pada hati nurani lawan bi- cara (Musa-Fir'aun). firman Allah SWT, "Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. "maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah mudahan ia ingat atau takut" (QS. Thaahaa (20); 44 dan 45).

Contohnya ketika dalam berbisnis berbicara dengan orang yang keras kepala mau menang sendiri, kita menghadapinya harus dengan lemah lembut berbicara menyentuh dari hati ke hati.

2.     Qalaun Baligha, Ditujukan terhadap orang yang bimbang (ragu- ragu). Teknik komunikasi yang mampu memberikan kesan yang mendalam dan membuat lawan bicara tidak mampu memberi argumentasi lain (tepat pada pokok sasaran). firman Allah SWT, Mereka itu orang orang yang Alah mengetahiti apa yang dihati mereka. karea ite berpalinglah kamu dari mereka, daz berilah nereka pelajaran, dan karakanlah mereka perkataan yang berbekas padajiwa mereka (OS an-Nisaa (4:6).

Contohnya kita berbicara meyakinkan klien dengan bisnis kita agar tidak lagi ada keraguan dihatinya.

3.     Qaulan Maysuura,  Komunikasi yang ditujukan terhadap.orang yang berada dalam kondisi lemah, dalam kesulitan, dengan memberi jalan kemudahan dan penerangan yang membuka wawasan (mata hati) serta memebrikan motivasi, agar para bersangkutan percaya diri.  Firman Allah: “Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka keluarkanlah kepada mereka ucapan yang pantas" (OS. al Israa (17): 28)

Contohnya kita memberikan motivasi kepada teman yang sedang dalam kegagalan dalam berbisnis, memberikan ucapan kata yang dapat memotivasi agar bangkit dari kegagalan itu.

4.     Qaulan Karima Berkomunikasi dengan santundan menumjukkan sikap kepedulian yang sangat terhadap lawan bicara dan diposisi- kan sebagai yang harus dimuliakan. Firman Allah dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baikya... janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangantah kamu membentaki merekadan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS. al israa (7, 23).

Contohnya ketika berbicara dengan atasan atau orang yang dimuliakan harus santun dan lemah lembut jangan berbicara keras dan kasar.

5.     Qaulan Sadiida: Pembicaraanyang benar dan mantap.ditujukan kepada generasi muda, di dalam lingkungan kerja/karyawan yang masih baru. Mereka harus mendapatkan informasi yang benar/ kader kader yang profesional. Firman Allah Oleh sebab itu. hendaklah mereka bertakwa kepada Allah danhendaktah rereka mengucapkan perkataan yang benar (QS. an-Nisaa (4) 9). Ali ra, mengimbauajaklah manusia berbicaradengan sesuatu yang me- reka pahami dan tinggalkan apa yang tidak dimengerti.

Contohnya ketika kita menjadi boss perusahaan, memberikan pembicaraan yang menyemangati dan memotivasi karyawan kita.

Referensi : Farid. 2017. E-Book. Kewirausahaan Syariah. Jakarta : Kencana (https://books.google.co.id/books?id=yxOVDwAAQBAJ&pg diakses pada 21 April 2020) hlm 67-68

3.     Sebutkan dan jelaskan fungsi distribusi !

Fungsi Distribusi :

a.     Fungsi Pokok

1.     Pengangkutan

Sebagian besar kegiatan produksi berbeda tempat dengan lokasi konsumen. Hal ini tentu membutuhkan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan teknologi semakin maju, maka tingkat kebutuhan manusia juga ikut bertambah. Hal ini akan berdampak pada tingkat penyaluran barang semakin tinggi sehingga membutuhkan alat transportasi.

2.     Penjualan

Tujuan utama dilakukan pemasaran adalah penjualan. Dengan terjadinya penjualan antara produsen dengan konsumen maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

3.     Pembelian

Setiap ada penjualan maka diikuti dengan pembelian, bila penjualan dilakukan oleh pihak produsen, maka pembelian dilakukan oleh pihak yang membutuhkan

4.     Penyimpanan

Biasanya sebelum barang disalurkan ke konsumen, umumnya barang disimpan terlebih dahulu. Untuk menjamin kesinambungan, keselamatan serta keutuhan barang, perlu adanya penyimpanan atau biasa disebut pergudangan.

5.     Pembakuan Standar Kualitas Barang

Setiap terjadi transaksi jual beli, baik pembeli maupun penjual umumnya menghendaki mengenai ketentuan umum, jenis, maupun ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karenanya diperlukan pembakuan standar baik jenis, ukuran serta kualitas barang yang akan diperjualbelikan dengan tujuan barang yang hendak diperdagangkan sesuai dengan yang diharapkan.

6.     Penanggung resiko

Pihak distributor biasanya harus menanggung risiko baik itu resiko kerusakan maupun penyusutan barang.

b.     Fungsi Tambahan

1.     Menyeleksi

Kegiatan menyeleksi diperlukan untuk distribusi hasil pertanian yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha

2.     Mengempak/mengemas

Untuk menghidari terjadinya resiko kerusakan maupun hilang dalam proses pendistribusian maka barang harus dikemas secara baik

3.     Memberikan informasi

Agar konsumen mendapatkan rasa kepuasan, maka pihak produsen perlu memberi informasi secara lengkap kepada perwakilan daerah atau konsumen yang dianggap memerlukan informasi mengenai barang atau jasa yang didistribusikan tersebut, biasanya informasi yang paling umum dilakukan adalah melalui iklan.

Referensi : Dini Mardiani, S.E.,MBA . Materi Jaringan Bisnis. Slide 8- 10

4. Saluran distribusi terbagi 3, yaitu : Saluran Distribusi Barang Konsumsi, Saluran Distribusi Industri dan Saluran Distribusi Jasa. Pilihlah 1 dari 3 saluran distribusi tersebut dan buatlah  studi kasus dari sebuah perusahaan kemudian jelaskan secara rinci mengenai saluran distribusi yang anda pilih !

Menurut Fuad et al., (2001 : 129) adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen. Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditetapkan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampaikan kepada konsumen. Para penyalur dapat menjadi alat bagi perusahaan untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen di pasar. Penentuan jumlah penyalur juga merupakan masalah yang penting untuk dipertimbangkan; dalam kasus-kasus tertentu disesuaikan dengan sifat produk yang ditawarkan. Barang kebutuhan sehari-hari misalnya, membutuhkan banyak penyalur, sedangkan barang-barang berat seperti peralatan industri tidak demikian. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan mendatangkan persoalan baru bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur terlalu sedikit menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jumlah penyalur yang terlalu banyak mengakibatkan pemborosan waktu, perhatian dan biaya. Karena itu manajer pemasaran perlu berhati-hati dalam menyeleksi dan menentukan jumlah penyalur. Jika disimpulkan, saluran distribusi merupakan kegiatan pemasaran yang saling tergantung dalam proses mempermudah penyaluran produk dari produsen ke konsumen untuk digunakan atau dikonsumsi.

Misalnya saya memilih saluran distribusi barang komsumsi.

Usaha yang saya buat studi kasus misalnya usaha ayam petelur dalam skala besar. Dikaitkan dengan macam saluran distribusi barang konsumsi, yaitu diantaranya:

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

Bentuk yang pertama misalnya telor ayam dijual langsung kepada konsumen.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja. Bentuk yang kedua misalnya telor ayam dibeli oleh pengecer kemudian pengecer menjual ke konsumen.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja. Bentuk yang ketiga ini telor ayam dijual kepada pedagang besar kemudian dijual kepada pengecer dan pengecer kepada konsumen.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar. Bentuk yang keempat contohnya telor ayam dijual kepada agen kemudian dibeli pengecer untuk dijual kepada konsumen.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Bentuk yang kelima telor ayam dijual kepada agen untuk dijual kepada pedagang besar, dari pedagang besar dijual ke pengecer kemudian dijual kepada konsumen.

Atau studi kasus lain yang saya baca di web blog. Dibawah ini

asus yang kami pilih dalam menerapkan teori place (saluran distribusi) inii adalah saluran distibusi Wal Mart.Wal-Mart adalah perusahaan retail terbesar di dunia yang melayani bukan saja pasar lokal tetapi telah terjun dalam pasar global, hal ini terbukti bahwa Wal-Mart telah memiliki lebih dari 3.700 toko di Amerika Serikat dan telah beroperasi di 144 negara. Salah satu keberhasilan Wal-Mart menjadi perusahaan global adalah dengan penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih, sehingga penerapan strategi dalam menjual produk bermerek dengan harga rendah dapat tercapai.

Salah satu kunci utama efiesiensi distribusi adalah informasi. Wal-Mart merupakan salah satu pengecer pertama yang melakukan investasi besar dalam tekhnologi informasi. Wal-Mart melengkapi toko-tokonya dengan peralatan scanning terkomputerisasi untuk cash register, dimana sistem ini memungkinkan Wal-Mart untuk mengetahui apa yang dibeli pelanggan dan memberitahukan produsen arus produksi dan kemana harus mengirimkan barang. Walt-Mart mewajibkan pemasoknya untuk menghapalkan barang-barang yang sudah diberi label dan digantung, sehingga dapat langsung dipindahkan ke ruang jual toko, sehingga mengurangi biaya pergudangan dan pemrosesan data. Sebagai hasilnya, toko-toko Wal-Mart menggunakan hanya 10% ruang mereka untuk penyimpanan, dibandingkan 25% rata-rata ruang untuk bukan penjualan pada toko pesaing.

Hasil lainnya dari sistem terkomputerisasi Wal-Mart mendesak untuk menghubungkan komputernya langsung ke komputer produsen, mengabaikan pialang dan perantara lainnya, dan meneruskan penghematan tersebut pada pelanggan, yaitu mereka mampu untuk membelli dengan harga lebih murah, plus biaya logistik dan distribusi yang lebih efisien. Tak heran jika mereka dapat membuktikan bahwa jika belanja di Wal-Mart “Every Day Low Price”.

5. Saat ini kita sedang menghadapi wabah virus Corona (Covid-19) yang berdampak pada ekonomi global khususnya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Jelaskan menurut pendapat Anda dari sudut pandang Kewirausahaan Syariah bagaimana seharusnya mental dan etika seorang pelaku usaha UMKM menyikapi hal tersebut agar bisnis yang dijalankan dapat tetap bertahan.

Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati - hati dengan membatasi bepergian dan konsumsi, tentunya hal ini berimbas kepada transaksi jual beli di pasaran. Berbagai elemen yang terkena imbas sebut saja restoran, pasar, pusat perbelanjaan, transportasi online, hingga para pelaku usaha UMKM.

Menurut saya dilihat dari sudut pandang syariah sebagai seorang muslim etika dan mental yang perlu ditanamkan, yaitu:

1.     berikhtiar menghindarinya dengan memperhatikan hukum kausalitas Sunnatullah.

2.      kita bertawakkal sepenuhnya kepada Allah setelah berikhtiar. Bahkan kita yakin sepenuhnya atas usaha sungguh-sungguh pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19

3.     jangan melupakan Allah SWT sebagai pencipta virus Corona. Kita mohon pertolonganNya. Sebab, pandemi Covid-19 akan musnah dengan cepat jika Allah menghendakinya.

Disamping melakukan hal diatas, karena menurut saya ini bagaikan buah simalakama, karena diam dirumah kalau tidak makan akan sakit, keluar rumah pun bahaya karena corona. Maka perlu melakukan inovasi terbaik agar pelaku UMKM dapat bertahan dalam kondisi wabah corona ini.

Mungkin cara-caranya sebagai berikut.

1.     manfaatkan media sosial sebagai channel utama pemasaran. Di tengah himbauan menjaga social distancing, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang kamu miliki jika kamu belum mencobanya.

2.     pastikan cashflow terjaga dengan sehat. Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal. Saat ini, pemilik usaha ada yang menjadi terhambat dalam melakukan penagihan dan pembayaran kepada mitra karena biasa dilakukan manual tatap muka.

3.      rencanakan ulang pendapatan dan pangkas anggaran biaya. Melihat kembali rencana anggaran biaya menjadi hal yang krusial di masa ini. Pemilik usaha harus dapat memilah pos anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian budget dengan kondisi saat ini.

4.     selalu monitor transaksi bisnis. Lakukan transaksi perbankan secara online di rumah. Melalui fitur Cash Link pada Jurnal, pemilik usaha dapat melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis tanpa perlu repot mengunjungi kantor fisik. Jurnal akan menampilkan ringkasan rekonsiliasi bank pada semua akun kas dan bank, serta perubahan saldo kas dan bank yang belum dicatat.

5.     perhatikan kondisi stok barang. Cek status persediaan barang secara berkala dan real time. Menggunakan fitur Inventory Jurnal, pemilik usaha tidak hanya menghitung persediaan barang, tetapi juga mengetahui harga jual beli rata-rata, dan menginformasikan ketersediaan stok saat itu juga.

 

Advertisement