Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ANALISIS ASPEK EKONOMI PADA FILM FETIH 1453 (MUHAMMAD AL FATIH)

 Film Fetih 1453 adalah sebuah film sejarah yang dibuat di Turki. Film ini menceritakan tentang pembebasan Bizantium (Romawi Timur) dengan ibukotanya Konstantinopel (Istanbul) oleh Sultan Mehmed II atau Sultan Muhammad Al-Fatih. Film yang dibintangi oleh Devrim Evin sebagai pemeran Sultan Al-Fatih ini disutradarai oleh Faruk Asoy dengan beberapa aktor lainnya seperti İbrahim Çelikkol sebagai Ulubatli Hasan, Recep Aktuğ sebagai Constantine XI, dan lain sebagainya yang sebagian besar berasal dari Turki.

·       Pada scene pertama menceritakan sebuah hadits Rasulullah yang disampaikan pada sahabatnya Abu Ayub al-Ansari di Madinah sekitar 627 Masehi. Hadits tersebut artinya “Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menakhlukkan adalah sebaik-baiknya pemimpin. Dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan." Delapan abad setelahnya, lahirlah sosok yang dimaksud di Edirne, Turki. Film Fetih 1453 merupakan film bertema sejarah atau diangkat dari kisah nyata tokoh yang dimaksud.

·       Scene Muhammad Al Fatih lahir 26 Rajab tahun 833 H ketika ayahnya sedang membaca Al Quran, dan kemudian beliau memberi nama Muhammad. Diceritakan bahwa setelah Muhammad Al Fatih lahir kondisi perekonomian meningkat; panen melimpah, banyak hewan ternak beranak kembar, dan lain-lain. Ini karena keberkahan telah lahir seorang pemimpin islam yang tangguh.

·       Sejak kecil, Sultan Murad II, yaitu ayah dari Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menekankan pentingnya pendidikan agama. Sehingga tidak sedikit para ulama yang didatangkan untuk mendidik beliau. Hingga ayahnya meninggal pun Muhammad Al Fatih tidak pernah dekat layaknya ayah dan anak tetapi mereka saling mencintai.

·       Sultan Muhammad Al Fatih naik tahta pada saat usia 12 tahun, kemudian karena umurnya masih anak-anak, Halil Fasha meminta Sultan Murad II untuk naik tahta kembali sampai beliau wafat. Dan pada saat Muhammad Al Fatih berusia 21 tahun, beliau naik tahta kembali.

·       Pada mula-mula ia menjadi sultan, Muhammad Al Fatih menyetujui tawaran perdamaian dari kerajaan-kerajaan luar dengan membayar kepada Orhan. Namun, orhan menaikannya menjadi 600.000. Orhan adalah orang yang licik, ia menghasut kerajaan-kerajaan yang lain untuk memberontak kepada turki Utsmani.

·       Langkah pertama dalam strategi Muhammad Al Fatih adalah mendirikan benteng tepat di depan benteng konstantinopel tujuannya agar menenggelamkan kapal-kapal Konstantinopel yang melewati daerah laut kekuasaan Turki Utsmani.  Setelah saat kerajaan Konstantinopel mengetahui bahwa kapal-kapal dari kerajaannya ditenggelamkan, mereka berasumsi bahwa kesultanan Turki ingin membuat kerajaan Konstantinopel kesusahan makanan dengan mematikan perdagangan, hal itu berimplikasi pada perekonomian konstantinopel menurun.

·       Sultan Muhammad Al Fatih yang pada awalnya diremehkan oleh raja-raja lain bahkan oleh rakyatnya sendiri ternyata adalah sultan yang hebat, tangguh, dan memenangkan peperangan, kemudian Hari Jumat, 6 April 1453 M, Sultan Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam teknologi baru pada saat itu. Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa.

·       Kota dengan benteng lebih dari 10 meter  tersebut memang sulit ditembus, di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7 meter. Dari sebelah barat pasukan artileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan Laut Marmara pasukan laut Turki harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun takbisa lewat.

·       Berhari-hari hingga berminggu-mingu benteng Byzantium tak bisa dijebol, kalaupun runtuh membuat celah maka pasukan Constantine langsung mempertahankan celah tersebut dan cepat menutupnya kembali. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Kondisi ekonomi pun turki utsmani mengalami kerugian yang sangat besar.

·       Sultan Muhammad Al Fatih hamper putus asa dan mengurung diri tidak keluar-keluar dari kamarnya, ia tidak bicara dengan siapapun. Kemudian datanglah gurunya dan sultan berbicara dengannya. Gurunya menyemangati kembali dengan menunjukan makam salah satu sahabat nabi yang meninggal karena perang walaupun sudah tua renta ia tetap ikut perang dan tidak putus asa. Lalu sultan kembali bersemangat lagi untuk menaklukan konstantinopel.

·       Hingga akhirnya sebuah ide yang dilakukan hanya dalam waktu semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui Teluk Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu dengan memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah Teluk Golden Horn.

·       Akhirnya konstantinopel berhasil ditaklukan dan Sultan Muhammad Al Fatih memimpin dengan damai, penduduk non islam dipersilahkan menganut agama masing-masing dengan damai tanpa ada paksaan.

Kesimpulannya:

Pada film Fetih 1453 aspek ekonomi yang terkandung bisa dikatakan tersirat dan tidak banyak. Namun turki utsmani pada saat Sultan Murad II dan Sultan Muhammad Al Fatih pun kondisi perekonomiannya baik dan maju, walaupun banyak pengeluaran karena peperangan, tapi rakyat tidak terlihat kelaparan pada masa itu. Pada film ini terdapat banyak strategi-strategi yang berhubungan dengan kemiliteran atau peperangan. Tapi itu juga mempengaruhi aspek perekonomian, tentunya kalah ataupun menang akan sangat berpengaruh dalam perekonomian.

Advertisement