Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Magang di Badan Amil Zakat Kota Tasikmalaya

Mahasiswa selalu diharapkan sebagai penggerak adanya perubahan yang nyata terutama pada kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Masyarakat yang sejahtera merupakan kondisi ideal yang terus diupayakan bagi setiap warga masyarakat.  

Bulan agustus tahun 2020 saya ditugaskan oleh kampus untuk melaksanakan kegiatan magang/PKL, dan setelah saya mencari tempat, saya memilih BAZNAS Kota Tasikmalaya menjadi tempat saya magang/PKL dalam rangka untuk mengetahui dan mengenal secara langsung dunia kerja yang nyata pada masa sekarang ini dan untuk melatih saya sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kedalam dunia kerja.

Namun karena dalam bagian keuangan rata-rata pekerjaan sedikit dan cepat selesai, saya pindah ke bagian SDM karena memang pada saat itu membutuhkan orang untuk menjadi Relawan BAZNAS untuk verifikasi data Calon Penerima Manfaat (CPM) dana Zakat dari BAZNAS Kota Tasikmalaya yaitu dengan mendatangi rumah-rumah jompo dan guru ngaji yang kekurangan untuk menerima bantuan dari BAZNAS yaitu diantaranya ada program Rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), Pemberian Sembako, Pemberian Alat Pembantu bagi yang menderita cacat, dan lai-lain.

Saya ditugaskan ke Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Banyak hal yang saya lihat yang sangat menjadi pelajaran bagi saya, ternyata masih banyak orang yang hidup serba kekurangan secara finansial. Hati saya terenyuh bersedih menyayat hati, besar keinginan saya untuk membantu, namun maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai, saya hanya bisa mengupayakannya ke BAZNAS Kota Tasikmalaya bahwa orang-orang yang kekurangan secara finansial sehingga dana zakat ini benar-benar tersalurkan kepada haknya.

Kemudian saya survey ke daerah Tamansari, disana ada seorang nenek tanpa identitas yang hidup sebatang kara di rumah yang sudah tidak layak huni, pemandangan yang sangat mengiris hati. Maka dengan segala upaya, dengan sinergitas antara DINSOS, BAZNAS dan DISDUKCAPIL, masalah bisa tersolusikan untuk kebutuhan rumah, makan dan kepengurusan surat identitas.

Pada saat dana zakat disalurkan, hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya melihat sebaris senyuman di bibir mereka, rasa letih seketika berubah menjadi semangat baru melayani sepenuh hati, membantu sepenuh kemampuan.

Banyak hikmah yang terjadi tentang rasa syukur, rasa sabar dan tawakal. Saya harus bersyukur apapun yang terjadi selalu ada hal yang harus disyukuri, dalam hati saya berjanji saya harus sukses, agar bisa membantu sesama, minimal membantu orang-orang di lingkungan saya. apalah arti pendidikan tanpa pengabdian karena sejatinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk yang lainnya, khairunnas anfa'uhum linnas. Terimakasih

Advertisement