Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ringkasan Materi Jaringan Bisnis

JARINGAN BISNIS

Pengertian Jaringan Bisnis

Jaringan bisnis adalah proses membangun hubungan saling menguntungkan dengan pengbisnis lain dan klien potensial dan / atau pelanggan. Jaringan bisnis dapat diartikan sebagai suatu bentuk organisasi di    bidang ekonomi yang dimanfaatkan untuk mengatur koordinasi serta mewujudkan kerjasama antar unsure dalam organisasi. Unsur-unsur tersebut pada umumnya berupa unit bisnis, dapat juga berupa non unit bisnis, tetapi merupakan unsure dalam rangkaian yang memfasilitasi penyelenggaraan unit bisnis. Organisasi yang dimaksud dapat bersifat formal maupun informal (Prabatmodjo, 1996). Menghasilkan produk atau jasa dan membuat produk atau jasa itu tersedia bagi pembeli memerlukan pembangunan hubungan yang bukan hanya dengan pelanggan tetapi juga dengan pemasok kunci dan penjual perantara dalam rantai pasokan perbisnisan (kotler dan Amstrong, 2008).

Jenis-jenis Jaringan Bisnis

Berbagai jenis jaringan bisnis dalam pengembangan bisnis dapat berbentuk antara lain:

1. Jaringan Produksi

Kegiatan sebuah jaringan untuk mengoordinasikan perencanaan dan pengembangan produksi, serta memperbaiki proses produksi. Menggabungkan keahlian khusus masing-masing bisnis membentuk produk baru, peralatan, sistem produksi, dan membuat produk unggul yang memiliki daya saing.

 

2. Jaringan Pemasaran

         Bekerja sama untuk memperkuat posisi tawar-menawar dengan pembeli dan memenangi persaingan pemasaran.

3. Jaringan Pelayanan

         Kelompok perbisnisan kecil bergabung dalam pembiayaan jasa tertentu: pelatihan, informasi, teknologi, manajemen konsultasi atau jasa konsultasi ahli, misalnya: pelatihan bersama.

4. Jaringan Kerjasama

         Kerjasama pembelian, peningkatan tenaga kerja, pengembangan produksi dan kerjasama produksi, kerjasama penjualan dan pemasaran.

5. Memecahkan Tantangan dengan Jaringan Bisnis

         Tantangan berupa terbatasnya akses terhadap jasa profesional: konsultasi Manajemen, Akuntansi, Penelitian Pasar, dan konsultasi lainnya. Terbatasnya untuk memperoleh informasi pasar, akses untuk memperoleh modal, terbatasnya memperoleh kontrak besar karena kekurangan sumberdaya vital dan terbatasnya kemampuan untuk bersaing dengan perbisnisan lain yang masuk ke pasar lokal.

6. Jaringan Antar kelompok Bisnis, Swasta, dan BUMN

         Jaringan kerjasama dibidang harga dan mutu pelayanan, sistem pembayaran, cara pengepakan, pengiriman barang, pemasaran, pembelian bersama, permodalan, pengadaan barang, dan bidang lainnya.

Karakteristik wirabisnis yang harus dimiliki dalam pengembangan jaringan bisnis sebagai berikut:

1.     Memiliki Jaringan Kerja (Net Work)

2.     Banyak Teman (Friends)

3.     Kerjasama (Cooperative)

 

Cara Membangun Jaringan Bisnis

Astamoen (2005) mengatakan bahwa sebuah jejaring dibentuk oleh hubungan-hubungan pribadi dan organisasi. Astamoen (2005) mengatakan bahwa jejaring terdiri atas dua kategori, yaitu networking terencana atau strategis dan networking yang tidak terencana.

Dalam memperluas jejaring, Astamoen (2005) memberikan beberapa petunjuk berikut:

1.     menunjukkan sikap santun, ramah, senyum, perhatian, dan peduli;

2.     memberikan perhatian, gagasan atau pendapat;

3.     membangun dan menciptakan kesejahteraan bersama.

Tujuan Jaringan Bisnis

Tujuan dari jaringan bisnis adalah untuk meningkatkan pendapatan bisnis - satu atau lain cara. Penebalan garis bawah dapat segera jelas, seperti dalam mengembangkan hubungan dengan klien baru, atau mengembangkan seiring waktu, karena dalam belajar keterampilan bisnis baru.

Kelompok-kelompok jaringan bisnis terbaik beroperasi sebagai pertukaran informasi bisnis, ide, dan dukungan. Keterampilan yang paling penting untuk jaringan bisnis yang efektif adalah mendengarkan; berfokus pada bagaimana Anda bisa membantu orang yang Anda mendengarkan bukan pada bagaimana dia dapat membantu Anda adalah langkah pertama untuk membangun hubungan saling menguntungkan.

Banyak pelaku bisnis berpendapat jaringan bisnis adalah metode yang lebih efektif biaya menghasilkan bisnis baru dari bisnis periklanan atau public relations. Hal ini karena jaringan bisnis adalah kegiatan murah yang melibatkan komitmen lebih pribadi dari uang perbisnisan.

Cara Memelihara Jaringan Bisnis

Ada dua cara untuk tetap memelihara dan merawat jaringan:

1.     Cara proaktif 

Cara proaktif berarti kita secara rutin dan terus menerus memelihara dan berusaha menghubungi jaringan kita secara kreatif.

2.     Cara positif-reaktif. 

Cara positif – reaktif berarti kita selalu merespon atau menanggapi secara positif dan melakukan kontak kepada jaringan atas berbagai peristiwa penting atau perubahan situasi yang dialami oleh jaringan kita

Macam – Macam Jaringan Bisnis

1.     Jaringan Perusahaan Besar vs Jaringan Usaha Kecil

2.     Jaringan Bisnis Online

3.     Jaringan Bisnis Face-to-Face

4.     Jaringan Bisnis Umum

5.     Jaringan Bisnis Berkembang

6.     Jaringan Bisnis dalam Domain ICT

Referensi :

AgusArianto, 2013,  Membangu Networking UntukBisnis, (https://www.academia.edu/5869910/Membangun_Networking_Untuk_Bisnis diakses pada 17 April 2020)

Jaringan Usahawan Sejahtera.”Mengembangkan Jaringan Bisnis”. (http://jus-pds.blogspot.com/p/rumah-pengetahuan.html Diakses pada 17 April 2020)

Jaringan Usaha. (http://blog-ilmuonline.blogspot.com/2012/05/jaringan-usaha.html diakses pada 17 April 2020)

Langkah Awal.” Menilik Manfaat dari Membangun Jaringan Bisnis dalam Dunia Usaha”. dari (https://www.langkahawal.com/manfaat-membangun-jaringan-bisnis/ Diakses pada 17 April 2020)

PranotoUtomo, Hari Susanta S, 2017, PengaruhJaringanBisnis, TeknologiProduksi, Dan Penjaminan Mutu Terhadap Kinerja Pemasaran, https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jiab/article/download/16224/15651 ,Diakses pada 17 April 2020)

Advertisement