Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RINGKASAN MATERI NILAI TUKAR

Pengertian Nilai Tukar

Nilai tukar atau kurs (foreign exchange rate) dapat didefinisikan sebagai harga dari satu mata uang terhadap mata uang yang lain. Atau dengan kata lain, nilai tukar adalah sejumlah uang dari suatu mata uang tertentu yang dapat dipertukarkan dengan satu unit mata uang negara lain.

Nilai tukar juga dapat mencerminkan kinerja perekonomian suatu negara. Merosotnya nilai tukar merefleksikan menurunnya permintaan masyarakat akan mata uang tersebut disebabkan oleh menurunnya kinerja perekonomian nasional atau disebabkan oleh meningkatnya kinerja perekonomian negara mata uang devisa dollar. Sebaliknya semakin menguat kurs rupiah sampai batas tertentu berarti menggambarkan kinerja perekonomian nasional yang semakin menunjukkan perbaikan.

Sistem Nilai Tukar

Secara umum sistem nilai tukar dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate) dan sistem nilai tukar mengambang (flexible exchange rate).

Menurut Mahyus Ekananda sistem nilai tukar terdapat 4 macam, antara lain :

1.     Sistem Nilai Tukar Tetap (fixed exchange rate)

Sistem nilai tukar tetap adalah nilai tukar mata uang yang dibuat konstan ataupun hanya diperbolehkan berfluktuasi pada rentang yang sempit. Dalam sistem ini, pemerintah atau bank sentral negara yang bersangkutan turut campur secara aktif dalam pasar valuta asing dengan membeli atau menjual valuta asing jika nilainya menyimpang dari standar yang telah ditentukan.

2.     Sistem Nilai    Tukar  Mengambang  (flexible exchange rate)

Dalam sistem ini, nilai tukar suatu mata uang diambangkan terhadap mata uang asing. Dengan demikian, perubahan nilai tukar ditentukan oleh mekanisme pasar, tanpa harus melibatkan campur tangan otoritas moneter. Nilai tukar ditentukan sepenuhnya oleh pasar tanpa intervensi dari pemerintah.

3.     Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali (manage floating exchange rate)

Sistem mengambang terkendali adalah sistem nilai tukar yang berada di antara sistem tetap dan mengambang bebas. Fluktuasi nilai tukar dibiarkan mengambang dari hari ke hari dan tidak memiliki batasan-batasan resmi, namun pemerintah sewaktuwaktu dapat melakukan intervensi untuk menghindari fluktuasi yang terlalu jauh dari mata uangnya. Sistem ini dapat dinyatakan sebagai penggabungan antara sistem nilai kurs tetap dan sistem kurs mengambang.

4.     Sistem Nilai Tukar Terikat (pegged exchange rate)

Sistem ini merupakan sistem di mana mata uang lokal diikatkan nilainya pada sebuah valuta asing atau pada sebuah jenis mata uang tertentu. Nilai mata uang lokal akan mengikuti fluktuasi dari nilai mata uang yang dijadikan ikatan tersebut.

Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Nilai Tukar

Menurut Lindert & Kindleberger beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan nilai tukar pada suatu negara antara lain :

1.     Permintaan dan Penawaran Terhadap Mata Uang Terkait

Mata uang pada saat ini telah dianggap layaknya sebagai komoditi yang dapat diperjualbelikan. Sehingga pengaruh dari hukum permintaan dan penawaran pada komoditi juga berlaku pada mata uang. Apalagi jika sistem kurs yang dianut merupakan sistem mengambang bebas (floating system), hukum permintaan dan penawaran akan menjadi faktor yang memiliki persentase terbesar.

2.     Jumlah Uang Beredar

Pengurangan atau penambahan uang yang beredar di masyarakat akan mempengaruhi nilai mata uang suatu negara, setiap pengurangan yang dilakukan otoritas moneter dalam suatu negara, maka mata uang negara tersebut akan menjadi langka dan karenanya nilai mata uang tersebut lebih bernilai. Begitupun sebaliknya jika jumlah uang yang beredar ditambah.

3.     Pendapatan Riil atau Nyata

Penalaran yang sama dapat digambarkan untuk mengetahui dampak pengaruh pendapatan riil terhadap nilai tukar, misalnya pendapatan riil pada suatu negara bertambah diakibatkan cadangan minyak baru yang ditemukan. Tambahan penjualan minyak tersebut akan mengakibatkan permintaan baru terhadap mata uang poundsterling untuk membeli minyak tersebut.

4.     Tingkat Suku Bunga

Perbedaan tingkat suku bunga akan mempengaruhi para investor dalam menanamkan modalnya. Jika suku bunga di dalam negeri meningkat sebesar satu persen sedangkan suku bunga di luar negeri tetap konstan maka para investor akan mendapat tambahan alasan untuk membeli dolar di pasar tunai.

5.     Ekspektasi dan Harapan Nilai Tukar

Faktor moral yang satu ini bersifat sangat sensitif dan tidak terduga, isu dan wacana buruk akan menghasilkan sentimen negatif terhadap pergerakan nilai tukar. Karena pada dasarnya setiap permintaan pada mata uang suatu negara memiliki hubungan dengan harapan dan ekspektasi investor pada nilai tukar.

6.     Neraca Perdagangan

Nilai tukar amat bereaksi cepat terhadap faktor neraca perdagangan, yakni surplus atau defisit netto suatu negara dari ekspor terhadap impor. Sebagai contoh, defisit neraca pembayaran yang terjadi secara implisit menggambarkan kinerja yang kurang baik pada perekonomian negara tErsebut.

7.     Tingkat Inflasi

Tingkat perubahan harga barang dan jasa dalam negeri yang relatif terhadap harga barang dan jasa di luar negeri dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta asing. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi permintaan barang dan jasa pada negara tersebut, yang kemudian akan berimplikasi kepada permintaan mata uang negara tersebut.

Advertisement