Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Kamis, 07 Mei 2015

ISLAM DAN KEWIRAUSAHAAN

–       Tesis bahwa Islam tidak mendorong kewirausahaan sudah lama sekali diterima dikalangan terpelajar. Ini tidak dapat dilepaskan oleh bias pemikiran para cendekiawan barat yang dominant pada era abad XIX. Namun tesis itu mendapat bantahan yang sangat cerdas dari cendekiawan muslim Jamal al-Din al Afghani (1839-1897). Ia menjelaskan bahwa Islam menempatkan kewirausahaan pada temnpat yang mulia dan menganjurkan dan menghargai kerja keras, mengambil risiko yang terukur, dan inovasi. Jamal al-Din al Afghani mengritik negara-negara Islam era tersebut terbelakang karena telah meninggalkan spirit Islam dan mengabaikan pesan entrepreneurialnya. Tesis Jamal al-Din al Afghani  akhirnya mendapat sambutan dari para cendekiawan muslim seangkatan atau yang kemudian. Antara lain Sayyid Abul-Ala Mawdudi (1903 – 1979), Sayyid Qutb (1906 – 1966), dan Muhammad Baqir Al-Sadr (1931 – 1980).

–       Bukti sejarah perdagangan saudagar-saudagar Arab yang merambah Afrika, semenanjung Iberia, Tiongkok, India, dan Asia Tenggara adalah suatu bukti bahwa Islam sangat mendukung entrepreneurship. Islam telah meletakkan dasar dasar etika dan perilaku terpuji dalam bisnis. Pada millennium ini kita menyaksikan betapa Ekonomi Syariah telah mulai mengusik kapitalisme Barat yang rakus dan kadang tidak mauniawi.

–       Pemikiran tentang entrepreneurship yang kita pelajari memang sebagian besar bersal dari buku teks Barat. Sebenarnya sebelum sarjana Barat membicarakan perihal kewirausahaan (Richard Cantillon – 1755) seorang terpelajar muslim Ibnu Khaldun  (Abdul Rahman Mohamed Khaldun) yang lahir 27 Mei 1332 telah membuat risalah tentang kewirausahaan. Dia berpandangan bahwa entrepreneur adalah orang yang menguasai pengetahuan dan menjadi  motor penggerak pembangunan karena usaha/bisnis yang dilakukannya. Ibnu Khaldun dapat dikatakan sebagai Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut.
–       Kewirausahaan sangat menentukan perkembangan kualitas hidup suatu masyarakat. Entreprenuership adalah symbol dari  is the symbol of ketangguhan dan pencapaian bisnis.  Revolusi kewirausahaan adalah sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi. Kewirausahaan menentukan masa depan suatu bangsa/negara dengan berbagai cara:
  • memberikan peluang berusaha melalui kreasi inovatif. Contoh: Penggunaan handphone yang dilengkapi dengan teknologi internet telah meningkatkan kualitas akses dan kualitas kerja individual sehingga menjadikan mereka lebih produktif, akibatnya banyak peluang usaha tercipta dengan alat tersebut.
  • Kewirausahaan mendorong penciptaan usaha baru (business venture) yang pada gilirannya akan mendorong perkembangan ekonomi lokal. Contoh bisnis kreatif di kota Bandung seperti Distro dan sejenisnya itu muncul karena adanya semangat kewirausahaan dari masyarakat Bandung.
  • Kewirausahaan memberikan ruang usaha kepada usaha kecil dan menengah atas kegiatan ekonomi yang tidak dirambah usaha besar karena faktor economic of scale.
–       Di Indonesia umat Islam sudah mulai terlihat geliatnya dalam kegiatan ekonomi. Agar mereka tidak terjebak ke dalam praktek-praktek bisnis yang tidak terpuji mengikuti jejak rekan mereka di belahan dunia Barat, mengembangkan kewirausahaan Islam adalah langkah yang terpuji. Kewirausahaan Islam ini dilandasi oleh delapan pilar pemikiran
  • Kewirausahaan adalah bagian integral dari nilai-nilai Islam
  • Sesuai dengan kodrat Illahi wirausahawan muslim adalah ”khalifah”  yang bertanggungjawab mengembangkan kesejahteraan dan melihat bisnis sebagai bagian dari ibadah.
  • Motivasi – Sukses atau Keberhasilan menurut Islam tidak hanya diukur dari hasil akhir tetapi juga proses dan sarana yang digunakan untuk mencapai keberhasilan. Ini menempatkan etika pada posisi yang tinggi dalam usaha.
  • Ibadah – bisnis atau usaha adalah bagian dari ibadah
  • Islam mendorong umatnya untuk melakukan kegiatan usaha. Seperti yang diucapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa 9 dari 10 rizki itu dapat dicari dari usaha.
  • Sistem ekonomi Islam – Kewirausahaan Islam harus mengikuti kaidah-kaidah sistem ekonomi Islam. Kewirausahaan  Islam merupakan wahana untuk menuju diterimanya ekonomi Islam  secara mendunia.
  • Al Qur’an dan Hadis adalah pedoman Kewirausahaan Islam
  • Etika Wirausahawan Muslim adalah bersumber dari keteladanan perilaku bisnis Rasulullah Muhamad SAW.
–       Dalam pandangan Islam,  sekularisasi bisnis akan mendorong manusia menjadi serakah dan menindas sesamanya oleh karenanya Al-Quran  dan Hadis harus selalu menjadi panduan bagi kegiatan bisnis.
–       Untuk menjadi wirausahawan muslim seseorang harus menjadi Islam dulu baru kemudian menjadi  wirausaha karena didalamnya melekat tanggung jawab untuk melakukan ibadah dan peran kekhalifahan.  Wirausaha Muslim  dalam menjalankan usahanya semata-mata didorong untuk mencari ridho Allah oleh karenanya yang  dikejar bukan semata-mata keuntungan tapi juga harus menjalankan ‘fardhu kifayah’.
–       Resep sukses menjadi entrepreneur muslim menurut Al Qurtubi
  • Halal – sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan sejalan dengan hukum Syariah.                                
  • Qanaah – mensyukuri hasil yang diperoleh                  
  • Taufiq       - memohon rahmat dari Allah  dalam setiap berusaha                            
  •  Sa’adah – apa yang dilakukan harus membawa kebahagiaan spiritual
  • Jannah –  sukses dunia hendaknya dijadikan jalan untuk mencapai sukses akhirat.                               
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top