Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Rabu, 28 Januari 2015

Gangguan pada Sistem Gerak

Gangguan pada Sistem Gerak

Fraktur / Patah Tulang

                Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya atau setiap retak atau patah pada tulang yang utuh.
                Fraktur adalah masalah yang akhir-akhir ini sangat banyak menyita perhatian masyarakat, pada arus mudik dan arus balik hari raya idulfitri tahun ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat banyak yang sebagian korbannya mengalami fraktur. Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga yang banyak menyebabkan fraktur. Sering kali untuk penanganan fraktur ini tidak tepat mungkin dikarenakan kurangnya informasi yang tersedia contohnya ada seorang yang mengalami fraktur, tetapi karena kurangnya informasi untuk menanganinya Ia pergi ke dukun pijat, mungkin karena gejalanya mirip dengan orang yang terkilir.
                Fraktur lebih sering terjadi pada orang laki-laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan. Sedangkan pada Usila prevalensi cenderung lebih banyak terjadi pada wanita berhubungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon.

Jenis Fraktur

1.       Complete fraktur (fraktur komplet), patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang.
2.       Closed frakture (simple fracture), tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh.
3.       Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbuka digradasi menjadi:
4.       Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm.
5.       Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif.
6.       Grade III: sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif.
7.       Greenstick, fraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok.
8.       Transversal, fraktur sepanjang garis tengah tulang.
9.       Oblik, fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang.
10.   Spiral, fraktur memuntir seputar batang tulang.
11.   Komunitif, fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen.
12.   Depresi, fraktur dengan frakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah).
13.   Kompresi, fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang).
14.   Patologik, fraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor).
15.   Avulsi, tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya.
16.   Epifisial, fraktur melalui epifisis.
17.   Impaksi, fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya.

Penanganan

Penanggulangan fraktur terbuka:
1.       Obati sebagai suatu kegawatan
2.       Evaluasi awal dan diagnosis kelainan yang mungkin akan menjadi penyebab kematian
3.       Berikan antibiotik dalam ruang gawat darurat, di kamar operasi dan setelah operasi
4.       Segera lakukan debridement dan irigasi yang baik
5.       Ulangi debridemen 24-72 jam berikutnya
6.       Stabilisasi fraktur
7.       Biarkan luka terbuka antara 5-7 hari
8.       Lakukan bone graft autogenous secepatnya
9.       Rehabilitasi anggota gerak yang terkena
Tahap pengobatan patah tulang terbuka:
1.       Pembersihan luka
2.       Eksisi jaringan yang mati dan disangka mati
3.       Pengobatan patah tulang dan penentuan jenis traksi
4.       Penutupan kulit
5.       Pemberian antibiotik
6.       Pencegahan tetanus
Perawatan lanjut dan rehabilitasi patah tulang terbuka
1.       Hilangkan nyeri
2.       Mendapatkan dan mempertahankan posisi yang memadai dan flagmen patah tulang
3.       Mengusahakan terjadinya union
4.       Mengembalikan fungsi secara optimal dengan mempertahankan fungsi otot dan sendi dan pencegahan komplikasi.
5.       Mengembalikan fungsi secara maksimal dengan fisioterapi.

Rakitis

                Rakitis adalah pelunakan tulang pada anak-anak karena kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D, magnesium, fosfor atau kalsium, berpotensi menyebabkan patah tulang dan kelainan bentuk. Rakitis adalah salah satu penyakit anak yang paling sering di banyak negara berkembang. Penyebab utama adalah kekurangan vitamin D, namun kekurangan kalsium yang memadai dalam diet juga dapat menyebabkan rakitis (kasus diare berat dan muntah dapat menjadi penyebab kekurangan). Meskipun dapat terjadi pada orang dewasa, sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak menderita gizi buruk, biasanya akibat kelaparan atau kelaparan selama tahap awal masa kanak-kanak. Osteomalacia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi serupa terjadi pada orang dewasa, umumnya karena kekurangan vitamin D. Asal usul "rakitis" kata mungkin dari kata dialek Inggris Kuno 'wrickken', memelintir. Kata berasal Yunani "rachitis" (ραχίτις, yang berarti "peradangan tulang belakang") kemudian diadopsi sebagai istilah ilmiah untuk rakitis, terutama karena kesamaan kata-kata 'dalam suara.
                Penyebab utama dari rakitis adalah kekurangan vitamin D. Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium dari usus. Sinar matahari, sinar ultraviolet terutama, memungkinkan sel-sel kulit manusia mengkonversi vitamin D dari aktif ke keadaan aktif. Dengan tidak adanya vitamin D, kalsium tidak benar diserap, mengakibatkan hipokalsemia, menyebabkan cacat tulang dan gigi dan neuromuskuler gejala, misalnya hyperexcitability. Makanan yang mengandung vitamin D termasuk mentega, telur, minyak hati ikan, margarin, susu dan jus, dan ikan berminyak seperti tuna, ikan herring, dan salmon. Suatu bentuk yang jarang dominan terkait-X ada yang disebut rakitis Vitamin D tahan. Kasus telah dilaporkan di Inggris dalam beberapa tahun terakhir dari rakitis pada anak-anak dari latar belakang sosial yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk membuat vitamin D karena sinar ultraviolet matahari tidak mencapai kulit karena penggunaan terus-menerus dari tabir surya yang kuat, atau terlalu banyak "yang mencakup up "di bawah sinar matahari, atau menghabiskan waktu di dalam ruangan terlalu banyak. Kasus lain telah dilaporkan di antara anak-anak dari beberapa kelompok etnis di mana ibu menghindari paparan matahari untuk alasan agama atau budaya, mengarah ke ibu kekurangan vitamin D. British Medical Journal melaporkan pada 2010 bahwa dokter di Newcastle di Tyne melihat 20 kasus rakitis per tahun.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala rakitis meliputi:
1.       Nyeri tulang atau kelembutan
2.       Masalah gigi
3.       kelemahan otot (miopati reyot atau "sindrom bayi floppy" atau "bayi Slinky" (di mana bayi floppy atau Slinky-suka)
4.       meningkatkan kecenderungan untuk patah tulang (tulang mudah patah), terutama patah tulang greenstick
5.       Deformitas rangka
6.       Balita: kaki bengkok (genu varum)
7.       Anak lebih tua: Knock-lutut (genu valgum) atau "lutut keanginan"
8.       Kranial, tulang belakang, dan panggul cacat
9.       Pertumbuhan gangguan
10.   Hipokalsemia (tingkat rendah kalsium dalam darah), dan
11.   Tetani (kejang otot tidak terkendali di seluruh tubuh).
12.   Craniotabes (tengkorak lunak)
13.   Costochondral pembengkakan (alias "rosario reyot" atau "rachitic rosario")
14.   Harrison alur
15.   Malleoli ganda tanda akibat hiperplasia metaphyseal
16.   Pelebaran pergelangan tangan menimbulkan kecurigaan awal, itu adalah karena hiperplasia tulang rawan metaphysial.
                X-ray atau rontgen dari penderita canggih dari rakitis cenderung hadir dalam cara klasik: kaki busur (kurva luar dari tulang panjang kaki) dan dada cacat. Perubahan dalam tengkorak juga terjadi menyebabkan khas "alun-alun menuju" penampilan. Cacat ini bertahan dalam kehidupan dewasa jika tidak diobati. Konsekuensi jangka panjang termasuk lengkungan permanen atau pengrusakan tulang panjang, dan kembali melengkung.

Penanganan

Dapat dicegah dengan :
1.       Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung provitamin D, misalnya susu.
2.       Banyak mendapat cahaya matahari, sebab dapat mengubah provitamin D à vitamin D.

Osteoporosis

                Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.
                Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.
                Osteoporosis senilis terjadi karena kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan di antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
                Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.
                Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Penanganan

                Pengobatan osteoporosis di fokus kan kepada memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya.
1.       Diet: dewasa muda harus mencapai kepadatan tulang yang normal dengan mendapatkan cukup kalsium (1000mg/hari) dalam dietnya( minum susu atau makan makanan tinggi kalsium seperti salmon), berolahraga seperti jalan kaki atau  aerobik dan menjaga berat badan normal.
2.       Spesialis: orang dengan fraktur tulang belakang, pinggang, atau pergelangan tangan harus dirujuk ke spesialis ortopedi untuk manajemen selanjutnya.
3.       Olah raga: modifikasi gaya hidup harus menjadi salah satu pengobatan anda. Olah raga yang teratur akan mengurangi patah tulang akibat osteoporosis.  Olah raga yang di rekomendasikan termasuk disalamnya adalah jalan kaki, bersepeda, jogging.
                Disamping itu ada beberapa obat-obatan yang berperan penting untuk membantu mengatasi juga dapat diberikan seperti dibawah ini:
1.       Estrogen: untuk perempuan yang baru menopause,  penggantian estrogen merupakan salah satu cara untuk mencegah osteoporosis. Estrogen dapat mengurangi atau menghentikan kehilangan jaringan tulang. Dan apabila pengobatan estrogen dimulai pada saat menopause akan mengurangi kejadian fraktur pinggang sampai 55%. Estrogen dapat diberikan melalui oral (diminum) atau ditempel pada kulit.
2.       Kalsium: kalsium dan vtamin D diperlukan untuk meningkatkan kepadatan tulang.
3.       Bifosfonat: pengobatan lain selain estrogen yang ada: alendronate, risedonate, dan etidronate.  Obat-obatan ini memperlambat kehilangan jaringan tulang dan beberapa kasus meningkatkan kepadatan tulang. Pengobatan ini dipantau dengan memeriksa DXAs setiap 1 sampai 2 tahun. Sebelum mengkonsumsi obat ini dokter anda akan memeriksa kadar kalsium dan fungsi ginjal anda.
4.       Hormon lain: hormon-hormon ini akan membatu meregulasi kalsium dan fosfat dalam tubuh dan mencegah kehilangan jarungan tulang.

 

Atritis

                Artritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, kebenkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.
                Artrhitis dapat terjadi akibat infeksi maupun tanpa infeksi. Pelepasan mediator inflamasi dari leukosit, kondrosit, sinoviosit menyebabkan kehilangan proteoglikan dan matriks ektraselular kartilago, sehingga terjadi kerusakan tulang. Kerusakan dan hilangnya kolagen dan kondrosit dapat menyebabkan perubahan yang tidak dapat kembali.

                Terdapat lebih dari 100 bentuk artritis. Bentuk yang paling umum, yakni osteoartritis disebabkan oleh trauma pada persendian, infeksi pada persendian, atau usia. Artitis lainnya yaitu artritis reumatoid, artritis psoriatik, dan penyakit autoimun. Artritis sepsis disebabkan oleh infeksi pada sendi.

Penanganan

1.       Bawa keluar minyak primrose. Mengambil 2 kapsul minyak primrose dua kali sehari dapat membantu mengontrol rasa sakit dan peradangan akibat arthritis. Anda juga dapat mencoba minyak ikan salmon untuk tujuan ini – itu diberikannya tindakan yang sama seperti minyak primrose.
2.       Pernah mendengar superoksida dismutase? Superoksida dismutase (SOD) adalah perusak radikal bebas terbukti. Ini dapat membantu dalam mencegah penyakit dari semakin buruk.
3.       Ambil suplemen kalsium dan magnesium – Mineral ini diperlukan untuk mencegah keropos tulang lebih lanjut. Untuk hasil terbaik, mengambil 2.000 miligram kalsium dan 1.000 miligram magnesium setiap hari. Akan dianjurkan untuk menggunakan bentuk chelate suplemen ini – mereka yang paling efektif.
4.       Koenzim Q10 – ini telah terbukti meningkatkan oksigenasi jaringan dan membantu dalam memperbaiki jaringan ikat yang rusak.
5.       Coba kekuatan bawang putih – Mengambil 2 kapsul bawang putih tidak berbau 3 kali sehari akan sangat menghambat pembentukan radikal bebas yang membuat kekacauan pada sendi Anda. Sebuah kata dari hati-hati – mengambil kapsul bawang putih bersama dengan makanan Anda untuk menghindari efek samping tak diinginkan.
6.       Jangan lupa vitamin B Anda! Vitamin B dapat sangat baik bagi Anda, terutama sekarang bahwa Anda menderita arthritis. Vitamin B3 ditambah B6 melebarkan arteri kecil sehingga meningkatkan aliran darah ke sendi yang terkena untuk membantu mengurangi pembengkakan. Ditambah vitamin B12 asam folat, di sisi lain, membantu dalam produksi myelin (pelindung yang menutupi saraf) dan mencegah kerusakan saraf.
7.       Jangan pernah meremehkan kekuatan vitamin C! Vitamin C adalah salah satu perusak paling kuat dari radikal bebas. Untuk hasil terbaik, mengambil 3.000 sampai 10.000 miligram (dalam dosis terbagi) setiap hari.
8.       Ambil vitamin E – Sebuah suplemen harian menggunakan 400 IU vitamin E juga dapat membawa Anda manfaat yang besar. Vitamin E merupakan antioksidan kuat yang dapat mengurus mereka radikal bebas yang merusak dan juga dapat membantu dalam memobilisasi sendi Anda.

Dislokasi

                Dislokasi ialah keluarnya (bercerainya) kepala sendi dari mangkuknya. Dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang memerlukan pertolongan segera.
                Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligmen – ligmennya biasanya menjadi kendor. Akibatnya sendi itu akan gampang mengalami dislokasi kembali. Apabila dislokasi itu disertai pula patah tulang, pembetulannya menjadi sulit dan harus dikerjakan di rumah sakit. Semakin awal usaha pengembalian sendi itu dikerjakan, semakin baik penyembuhannya. Tetapi apabila setelah dikirim ke rumah sakit dengan sendi yang cedera sudah dibidai.

Penanganan

1.       Dengan memanipulasi secara hati – hati, permukaan diluruskan kembali. Tindakan ini sering memerlukan anestesi umum untuk melemaskan otot – otonya.
2.       Pembedahan terbuka mungkin diperlukan khususnya kalau jaringan lunak terjepit di antara permukaan sendi.
3.       Persendian tersebut, disangka dengan pembebatan dengan gips. Misalnya : pada sendi pangkal paha, untuk memberikan kesembuhan pada ligamentum yang teregang.
4.       Fisioterapi harus segera dimulai untuk mempertahankan fungsi otot dan latcher (exercise) yang aktif dapat diawali secara dini untuk mendorong gerakan sendi yang penuh khususnya pada sendi bahu.

Asam Urat

                Asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Asam urat memiliki bentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, yaitu salah satu senyawa basa organic yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.
                Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
                Makanan dari sumber produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi.Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.
                Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya (sarden), dan jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan --seperti hati, jantung, babat, dan limfa. Konsumsi jeroan memperberat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darah, yang berbentuk butiran dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sangat sakit.

Radang Tenggorokan

                Radang tenggorokan adalah suatu peradangan pada daerah tenggorokan atau pharynx. Radang tenggorokan sesungguhnya bukanlah nama penyakit. Ia hanyalah gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau faringitis.
                Seperti pada banyak jenis radang, radang tenggorokan dapat bersifat akut - ditandai dengan cepat dan biasanya mulai yang relatif singkat saja - atau kronis.
                Radang tenggorokan akut dapat mengakibatkan tonsil membengkak yang menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan, kadang-kadang disertai oleh batuk atau demam.

Penyebab

                Radang tenggorokan bisa disebabkan bermacam-macam penyebab, bisa karena infeksi virus, infeksi bakteri,infeksi fungal hingga alergi dan iritasi,di antaranya adalah:
1.       Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam .
2.       Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
3.       Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease).
4.       Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
5.       Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
6.       Merokok.
                Dari berbagai penyebab tersebut, penyebab tersering adalah infeksi virus. Adapun bakteri yang paling sering menyebabkan radang tenggorokan adalah bakteri streptococcus sekitar 15-30 persen kasus.

Radang Lambung dan Usus

                Gastroenteritis, Radang lambung dan usus (bahasa Inggris: gastric flu, stomach flu) adalah suatu jenis peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan, terutama pada lambung dan usus kecil, dan mengakibatkan diare akut.
                Peradangan dapat disebabkan oleh paparan makanan dan air yang terkontaminasi, atau oleh infeksi beberapa jenis virus atau bakteri, parasit dan efek samping dari diet berlebih dan pengobatan.
                Di seluruh dunia, perawatan yang tidak memadai pada penderita gastroenteritis telah menelan korban sekitar 5 hingga 8 juta manusia meninggal setiap tahun, dan menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Masa Inkubasi

                Waktu terkena sampai kena penyakit bergantung puncaknya dalam beberapa jam sampai beberapa hari.

Gejala

                Kombinasi sering membuang hajat besar atau berak berair, muntah, demam, sakit perut, sakit kepala. ada juga terkadang yang selalu sakit di bagian pundak dan leher.
Tempo pengasingan yang disarankan Sekurang-kurangnya selama 24 jam setelah diare berhenti.

Pencegahan

                Mencuci tangan secara teliti dengan sabun dan air setelah membuang hajat atau menyentuh tempat-tempat kotor dan sebelum menyentuh makanan.

Disentri

                Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yaitu peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar, tinja berlendir bercampur darah. Buang air besar ini berulang-ulang yang menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan dan darah.

Penyebab

                Secara umum disentri adalah infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler. Penderita perlu segera mendapatkan perawatan medis, jika tidak dapat mengancam jiwa.

Gejala

1.       Buang air besar dengan tinja berdarah
2.       Diare encer dengan volume sedikit
3.       Buang air besar dengan tinja bercampur lender(mucus)
4.       Nyeri saat buang air besar (tenesmus)

Perawatan

                Tujuan pengobatan adalah menghentikan segera gejala yang terjadi dan kemudian menghilangkan amuba dalam tubuh serta menyembuhkan luka akibat infeksi.

Pencegahan

                Pencegahan disentri dapat dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Langkah awal yang paling sederhana adalah membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top