Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Rabu, 04 Februari 2015

Contoh Analisis Cerpen "Panggilan Rosul"

Sastra merupakan pencerminan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang pengarang mengungkapkan problema kehidupan yang pengarang sendiri ikut berada di dalamnya. Karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat. Bahkan seringkali masyarakat sangat menentukan nilai karya sastra yang hidup di suatu zaman, sementara sastrawan sendiri adalah anggota masyarakat yang terikat status sosial tertentu dan tidak dapat mengelak dari adanya pengaruh yang diterimanya dari lingkungan yang membesarkan sekaligus membentuknya.

ANALISIS CERPEN

UNSUR INTRINSIK CERPEN
Panggilan Rasul
1.      Tema              : Ramalan Dukun
2.      Tokoh             :
Tokoh utama   : Ibu, Ayah, Dokter, Paman, Lasuddin
3.      Alur                : Alur campuran
Tahapan :
a.       Perkenalan
Pengenalan karakter tokoh satu persatu melalui jalan cerita dan dialog tokoh
b.      Konflik
Ketika tiba waktunya Lasuddin  untuk dikhitan, orang tua Lasuddin  masih trauma akan meninggalnya kedua anak mereka
c.       Klimaks
Pada saat semua warga berkumpul di sekitar rumah untuk membuktikan desas-desus, dilain pihak ayah, ibu dan Lasuddin terjadi kegelisahan yang amat mendalam
d.      Anti Klimaks
Ketika dokter menjelaskan penyebab kematian kedua abangnya, dan ternyata Lasuddin memiliki urat yang tidak seperti abangnya dan tidak akan membuat Lasuddin meninggal
e.       Penyelesaian
Ketika Lasuddin selamat dan desas-desus itu tidak terbukti karena Lasuddin selamat.
4.      Penokohan     :
a.       Ibu             : Perhatian, penyayang, khawatiran
Bukti         :
Oh Tuhan cukuplah anak yang dua ini Kau ambil, ketika sedang kusucikan. Mengapa Kau coba hambaMu seberat ini? Lanjutkan keturunan kami, ya Allah. Oh anak-anak yang malang, mangapa mesti mereka yang menanggung semua ini?
b.      Ayah         :  Dermawan
Bukti         : Tiap ada pertemuan aku datangi
c.       Dokter       : Cekatan dan tidak percaya pada hal ghaib
Bukti         :
Mungkin karena itulah dia bertindak lebih hati-hati menyentuh luka itu, dan dia tampak melipatgandakan kecakapannya buat menyelamatkan jiwa Lasuddin.
d.      Paman       : Cemas
Bukti         :
Bagaimana dokter? Mungkinkah darah bakal merembes, dari balik perban pembalut itu?
e.       Lasuddin   : Penurut
Bukti         :
Lasuddin anak yang penurut tidak seperti abang-abangnya.
5.      Latar / Setting
a.       Tempat :
·         Di sekitar pembaringan
Bukti   : Di sekeliling pembaringan dalam cemas yang mendalam satu rumpun keluarga anak itu terus menancapkan mata mereka kearah yang sama
·         Kamar
Bukti   : Ibu anak sunatan itu, di manakah dia? Oh, ia terbenam di kamar sebelah
·         Pekarangan
Bukti   : Di jalanan orang mulai berderet-deret berdesakan masuk pekarangan
·         Halaman
Bukti   : Di halaman, di bawah anak tangga, tetangga-tetangga terdekat maupu yang jauh sudah berdesakan dalam wajah yang penuh ingin tahu
b.      Suasana
·         Cemas
Bukti   : Di sekeliling pembaringan dalam cemas yang mendalam satu rumpun keluarga anak itu terus menancapkan mata mereka kearah yang sama
·         Sedih
Bukti   : Oh Tuhan, cukuplah anak yang dua ini Kau ambil, ketika sedang ku sucikan. Mengapa Kau cobai hambaMu seberat ini? Lanjutkan keturunan kami
ya Allah.
·         Gelisah
Bukti   : Aku masih ingat, mereka menyebarkan ke seluruh kampung ramalan-ramalan itu. Benarkah akan terjadi seperti yang mereka katakan, bahwa semua keturunn kita akan musnah di ujung pisau sunat?
·         Cemas
Bukti   : Kenapa? Darahnya banyak keluar ya? Dia tersirap.
c.       Waktu
·         Subuh
Bukti   : Teteapi mereka bergegas bangun, ketika mendadak derum mobil terdengar memasuki pekarangan pada subuh itu.
6.      Gaya bahasa
Mengunakan bahasa melayu kuno 
7.      Sudut pandang
Menggunakan sudut pandang orang ketiga pengarang di luar cerita
8.      Amanat
a.       Janganlah bersikap tamak, kikir, penghisap, lintah darat karena kita sebagai manusia adalah makhluk sosial
b.      Jangan percaya pada hal-hal ghaib seperti ramalan-ramalan dukun
c.       Kita harus patuh terhadap perintah orang tua
d.      Kita harus bersikap optimis, sabar dalam mengatasi situasi genting
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top