Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Sabtu, 28 Februari 2015

Makalah Olahraga Bulu Tangkis | Badminton

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu angkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama. Bulu tangkis adalah olahraga raket tercepat. Kecepatannya bisa mencapai angka 400 km/jam. Selain fakta yang lumrah diketahui, salah satu fakta menarik yang baru saja duaribuan dengar adalah ketika bermain Bulu tangkis 30 menit, ternyata sama dengan ketika berjalan sejauh 5 Km.
Tapi yang pasti, bermain bulu tangkis bisa membakar 1000 kalori dalam tubuh per jam nya. Sama seperti olahraga kardio yang lain, Bulu tangkis meningkatkan denyut jantung, menurunkan hipertensi dan membantu untuk memperkuat kondisi jantung. Berdasarkan penelitian, Bulu tangkis adalah olahraga yang bagus untuk otak. Olahraga tersebut dikatakan baik untuk otak karena membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Selain itu, dibutuhkan juga ketepatan yang sangat tinggi serta koordinasi mata dan tangan sehingga sangat bagus untuk menjaga kebugaran otak. Gerakan yang cenderung konstan dan berlangsung sangat cepat juga memberikan efek aerobik. Sebagaimana yang sudah terbukti dalam berbagai penelitian, jenis olahraga yang bersifat aerobik umumnya sangat berhubungan dengan pemeliharaan fungsi kognitif atau kecerdasan.

B.   Rumusan Masalah
  1. Sejarah bulutangkis dunia dan Indonesia
  2. Pengertian bulutangkis
  3. Organisasi-organisasi bulutangkis
  4. Ukuran lapangan bulutangkis
  5. Peralatan permainan bulutangkis
  6. Tekhnik dasar permainan bulutangkis
  7. Latihan kondisi fisik permainan bulutangkis
  8. Peraturan dalam permainan bulutangkis

C.  Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui sejarah bulutangkis dunia dan Indonesia
  2. Untuk mengetahui pengertian bulutangkis
  3. Untuk mengetahui organisasi-organisasi bulutangkis
  4. Untuk mengetahui ukuran lapangan bulutangkis
  5. Untuk mengetahui peralatan permainan bulutangkis
  6. Untuk mengetahui tekhnik dasar permainan bulutangkis
  7. Untuk mengetahui latihan kondisi fisik permainan bulutangkis
  8. Untuk mengetahui peraturan dalam permainan bulutangkis.
D.  Manfaat Penulisan
  1. Bagi siswa, makalah ini dapat dijadikan sumber untuk menambah pengetahuan tentang olahraga bulu tangkis.
  2. Bagi orang tua, makalah ini dapat dijadikan pedoman dalam mendidik anaknya, khususnya dalam membina anak yang memiliki hobi bulu tangkis.  
  3. Bagi guru, makalah ini dapat dijadikan strategi alternatif dalam upaya membina dan mendidik siswa di sekolah yang memiliki hobi bulu tangkis

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Bulutangkis
Asal mula olahraga bulutangkis, sampai kini masih diragukan. Ada bukti yang menyatakan bahwa permainan ini terdapat di beberapa negara yang berbeda sejak berpuluh tahun yang lalu. Salah satu permainan yang  mirip bulutangkis dimainkan di Cina, disana digunakan alat pemukul berbentuk dayung dari kayu dengan bola sebagai sasaran pukulnya. Permainan ini juga telah ada sekitar abad ke–12 dilapangan olahraga kerajaan Inggris. Juga ada bukti–bukti yang menyatakan bahwa anggota–anggota kerajaan di Polandia memainkan olahraga ini pada akhir abad XVIII. Di India, olahraga ini dimainkan di Poona, dan sampai tahun 1890 permainan ini disana dikenal dengan nama Poona.
Dewasa ini, permainan bulutangkis didukung oleh Federasi Bulutangkis International (I.B.F). Sembilan negara anggota mendirikan  I.B.F. Pada tahun 1934. Pada tahun  1993, I.B.F. Telah berkembang dengan negara anggota sebesar 120 negara yang tersebar luas. Kejuaraan yang didukung oleh I.B.F. adalah kejuaraan dunia bulutangkis beregu putra untuk Thomas Cup: kejuaraan dunia bulutangkis beregu putri untuk Uber Cup: kejuaraan dunia perorangan: kejuaraan dunia ganda campuran untuk Sudirman Cup: dan final Grand Prix.

Thomas Cup untuk putra dan Uber Cup untuk putri merupakan kejuaraan bulutangkis yang paling bergengsi dan selalu diselenggarakan bersamaan. Keduanya diatur dalam putaran selama dua tahun pada setiap tahun yang berakhiran genap. Para pemain bulutangkis bersaing untuk memenangkan kejuaraan dunia perorangan pada tahun yang berakhiran ganjil dan untuk memenangkan Thomas Cup dan Uber Cup pada tahun yang berakhiran genap. Kejuaraan dunia ganda campuran atau Sudiraman Cup dimulai di Jakarta, Indonesia pada tahun 1989, dan bertepatan dengan kejuaraan dunia perorangan. Turnamen utama dunia menghasilkan Seri. Kejuaraan Grand Prix. Pemain memenangkan angka dengan mengikuti setiap turnamen dan yang memperoleh angka terbanyak diundang untuk mengikuti Final Kejuaraan Dunia Grand Prix pada akhir tahun.
Tahun-tahun terakhir ini, minat mayarakat telah meningkat. A.B.A diatur kembali pada tahun 1977 dan menjadi Asosiasi Bulutangkis Amerika Serikat (U.S.B.A). Pada tahun 1985, bulutangkis ditetapkan menjadi bagian olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade 1992 yang diadakan di Barcelona, Spanyol. Sebelumnya bulutangkis dijadikan olahraga yang dipertunjukan pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea. Masuknya bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade mendukung popularitas olahraga tersebut untuk mendapatkan pengakuan. U.S.B.A dewasa ini merupakan Badan Pemerintah Nasional atau N.G.B yang mewakili bulutangkis pada Komite Olimpiade Amerika Serikat atau U.S.O.C.
B.     Teknik Dasar Bulutangkis
1.      Pegangan raket (grip)
Ada dua cara untuk memegang raket dalam permainan bulutangkis:
a)      Forehand Grip
Peganglah leher raket dalam tangan kiri, dengan bidang raket tegak lurus tubuh anda. Tempatkan tangan kanan anda pada tali raket dan geser ke arah pegangan raket sehingga tengah–tengah dari bagian bawah telapak tangan berada pada ujung pegangan raket. Pegangan raket harus terletak menyilang pada telapak tangan kanan anda. Jari telunjuk harus agak terpisah sedikit jari–jari lain seperti hendak menarik pelatuk pistol. Ibu jari akan melingkar wajar pada sisi kiri dari pegangan raket. Jari–jari agak renggang letaknya satu sama lain.
b)      Backhand grip
Perbedaan antara pegangan untuk melakukan pukulan forehand dan backhand ialah letak ibu jari yang dipindahkan dari kedudukan melingkari pegangan raket menjadi posisi tegak di sudut kiri atas dari pegangan tersebut. Posisi seperti itu, memungkin anda menggunakan sisi dalam dari ibu jari sebagai pengungkit ketika melakukan gerakan memutar lengan dan tangan pada saat melakukan  pukulan backhand.
Beberapa pelatih menganjurkan pegangan dengan ibu jari keatas (thumb-up grip) untuk pukulan backhand, dengan raket diputar seperempat putaran ke kanan sehingga ibu jari rapat pada pegangan raket. Pegangan khusus ini sangat berguna untuk orang–orang yang baru belajar. Karena, ibu jari memberikan tenaga ekstra pada pukuannya.
2.      Pukulan Pertama atau Servis (service)
Pukulan  servis (service) merupakan pukulan pertama yang mengawali suatu permainan bulutangkis. Pukulan ini boleh dilakukan baik dengan pukulan forehand maupun backhand. Pukulan servis dengan forehand banyak digunakan dalam permainan tunggal, sedangkan pukulan servis dengan backhand umum nya digunakan dalam permainan ganda. Menurut peraturan, ketika pukulan servis dilakukan, shuttle tidak boleh melebihi pinggang pemain yang sedang melakukan servis. Selain itu, bidang kepala raket juga tidak boleh lebih tinggi daripada tangan yang memegang raket tersebut. Karena, aturan diatas pukulan servis pada permainan bulutangkis harus selalu mengarah keatas dan lebih bersifat sebagai pukulan menjaga diri dari pada pukulan menyerang.
Dalam permainan bulutangkis, baik pelaku, maupun penerima servis harus berdiri didalam bidang servis (maupun bidang penerimaan servis) yang ditentukan. Bidang tersebut dibatasi oleh garis servis panjang dan pendek, garis tengah, dan garis tepi. Bagian dari kedua kaki pemain harus menyentuh lantai dalam posisi diam sampai pukulan servis dilakukan. Kaki yang menyentuh atau ada diatas garis batas bidang servis, dianggap berada di luar bidang servis.
Peraturan ini penting terutama dalam permainan ganda, gunanya untuk menjaga agar penerima servis tinggal ditempatnya dan tidak bergerk melangkahi garis batas servis pendek sebelum shuttel dipukul. Ketentuan ini tidak berlaku bagi partner main dari pelaku maupun penerima servis boleh bebas mengambil posisi berdiri, asal mereka tidak menutupi atau menghalangi pandangan pemain lawan.
3.      Pengembalian Servis (serve return)
Karena pukulan servis selalu diawali dengan pukulan yang mengarah keatas, maka anda sebagai penerima servis harus selalu berusaha untuk menjadi penyerang. Karena pukulan forehand biasanya merupakan senjata untuk menyerang yang bertenaga paling kuat, maka gunakan selalu pukulan ini untuk mengembalikan pukulan servis, baik dalam permainan tunggal maupun ganda (dengan perkecualian pada pukulan servis rendah ke arah sisi backhand). Bila anda tidak berhasil mengembalikan servis dengan menyerang, layangkan shuttle ke tempat yang paling sukar dijangkau oleh lawan.
Posisi menerima servis harus selalu dilakukan dengan berat badan bertumpu pada tapak kaki bagian muka, dekat pangkal ibu jari, dengan kaki kiri di muka. Kepala raket diacungkan tinggi, kira–kira setinggi kepala, dan pemain siap bergerak ke muka atau belakang pada saat servis dilakukan lawan.
4.      Pukulan Smash
a)      Forehand Smash (smash forehand)
Tujuan dari pukulan smash forehand adalah mengisyaratkan seolah-olah pukulan drop atau clear overhead akan dilepaskan. Perbedaan utamanya terletak pada kecepatan raket. Untuk melakukan smash forehand  yang baik, harus menggunakan grip handshake dan bergerak ke posisi menunggu di belakang dan lurus dengan bola yang akan datang. Saat menempati posisi, putar pinggang dan balikan bahu menyamping kearah net.
Gerakan raket ke belakang dan jatuhkan kepala raket ke bawah di belakang bidang bahu dengan siku tangan yang memegang raket mengarah ke atas. Lemparkan raket ke atas untuk memukul cock dengan didahului oleh gerakan siku. Lakukan smash forehand setinggi mungkin di depan tubuh. Kepala raket harus bergerak cepat untuk memukul cock. Arahkan permukaan raket ke bawah saat kontak. Jaga keseimbangan untuk mendapatkan kekuatan maksimum dari bahu, tangan, dan pergelangan tangan yang memegang raket. Setelah kontak, tangan bagian bawah menelungkup dengan cepat dengan gerakan akhir mengarah kebawah sejajar dengan gerakan cock. Gerakan kepala raket berakhir ke arah bawah. Saat menyelesaikan perpindahan berat badan dari kaki yang belakang ke kaki yang di depan, bahu dan lengan yang tidak dominan ikut menyertai rotasi bagian atas tubuh dan kaki bergerak seperti menggunting yang mendorong tubuh kembali ke bagian tengah lapangan.
b)      Backhand Smash (smash backhand)
Gerakan pada pukulan ‘smash bachand’ persis sama dengan gerakan pada pelaksanaan pukulan backhand clear dan backhand drop. Perbedaannya hanyalah pada saat persentuhan shuttle dengan raket, kepala raket harus menghasap ke bawah dan shuttle meluncur ke arah bawah.  Karena dalam melancarkan ‘smash backhand’ anda tidak dapat memukul sekeras seperti pada ‘smash forehand’ maka’, maka gunakan pukulan ini hanya bila anda berada di depan pertengahan lapangan.
Keunggulan dari pukulan ‘smash backhand’ ini ialah dapat digunakan sebagai pukulan yang mengejutkan. Pukulan ini lebih sering digunakan dalam permainan tunggal atau ganda campur daripada dalam permainan ganda putra atau ganda putri. Alasannya, anda dapat mengarahkannya ke ‘daerah tak terjaga’ yang lebih lenih luas dibandingkan pada permainan ganda putr atau ganda putri.
Dalam pukulan ‘smash backhand’, kecepatan layang dari shuttle tidak begitu penting dibandingkan dengan kecepatan gerak smash itu sendiri. Dalam hal ini yang mematikan lawan anda ialah karena datangnya shuttle yang mendadak, bukan karena kerasnya pukulan itu sendiri.
C.    Peraturan Permainan Bulutangkis
Peraturan permainan ditentukan dan ditetapkan oleh sidang tahunan orgnisasi olahraga bulutangkis internasional yakni International Badminton Federation (IBF). Peraturan ini mulai diperbaiki dan diberlakukan tanggal 1 agustus 1998 dan berlaku sampai sekarang.
1.      Lapangan
Lapangan harus berbentuk empat persegi panjang berukuran, dibatasi oleh garis selebar 40mm. Garis harus mudah terlihat dan sebaiknya berwarna putih. Untuk menunjukkan daerah dimana cock jatuh pada saat dicoba, empat tanda selebar 44mm dibuat pada daerah servis sebelah kanan dan dalam permainan tunggal. Jaraknya 530mm serta 99mm dari garis belakang lapangan. 
2.      Net dan tiang
Net atau jaring terbuat dari tali halus dan berwarna gelap, lubang-lubangnya berjarak antara 15-20mm. Panjang net sebaiknya sesuai dengan lebar lapangan 6,10m, dan lebarnya 76cm dengan bagian atasnya mempunyai pinggiran pita putih selebar 7,5cm. Tiang net ditancapkan tepat pada titik tengah ujung garis samping bagian lapangan untuk ganda dengan tinggi tiang 155cm. Net dipasang pada tiang yang tingginya 155cm dari lantai. Selanjutnya ditarik dengan menggunakan tali yang kuat dan tidak elastis (tambang benang).
Bagian paling atas net di bagian tengah berjarak 1, 524m dari permukaan lantai, pada pinggir lapangan berjarak 1, 55m di atas garis tepi permainan ganda. Jika tiang tidak dipasang pada garis batas samping lapangan, maka untuk garis samping lapangan digunakan pita tipis yang ditempatkan diatas garis batas samping tegak sampai ke tali net. Jika digunakan  dilapangan ganda, maka pita di pasang di atas garis lapangan ganda tanpa memperhatikan apakah yang dimainkan itu partai tunggal atau ganda.
3.      Cock (Shuttlecock)
Shuttlecock yang di Indonesia lazim disebut cock, biasanya terbuat dari bulu angsa buatan pabrik, umumnya sudah memiliki standar yang ditentukan IBF. Berat cock sekitar 5,67 gram. Bulu angsa yang menancap di gabus yang dibungkus kulit berwarna putih berjumlah antara 14-16 buah, dan diikat dua tali agar tidak mudah lepas
Jenis inilah yang selalu dipakai untuk kejuaraan resmi. Di Luar negeri banyak pula digunakan cock dari karet, baik untuk gabus maupun bulunya. Bentuk, ukuran, dan besarnya harus sama dengan cock yang terbuat dari bulu angsa, namun umumnya cock plastik hanya untuk latihan saja. Cock yang bagus adalah kalau dipukul dengan raket dengan tangan di bawah pinggang meluncur dengan lurus, tanpa gerakan ke arah kiri atau kanan saat mengudara.
4.      Raket
Panjang raket berukuran 67, 95cm. Kepala raket mempunyai panjang 29, 21cm, lebarnya 22,86cm. Pegangan raket tidak mempunyai ukuran tertentu, tetapi disesuaikan dengan keinginan orang yang menggunakannya.
5.      Pemain
Pemain adalah orang yang mengambil bagian dalam sebuah pertandingan. Permainan dapat dilakukan tunggal maupun ganda. Permainan tunggal adalah satu orang pemain di satu sisi dan satu lagi di sisi lainnya. Sedangkan dalam permainan ganda masing-masing bermain dua orang bermain di satu pihak. Pihak yang melakukan servis disebut server, pihak lain di sebut penerima/receiver.
6.      Penghitungan (scoring)
Permainan berlaku the best of three games, artinya maksimal pemain bertanding tiga game (dua game kemenangan). Hanya pihak serve yang memperoleh angka. Pemain yang dulu mencapai angka 21 adalah pemenang pada satu game pertandingan. Pihak yang memenangkan game pertama berhak untuk melakukan servis pertama pada babak berikutnya.
7.      Kesalahan (fault)
Kesalahan terjadi jika servis tidak benar, pihak servis melepaskan cock dalam usahanya melakukan servis, setelah melewati atas net, cock kemudian menyangkut pada net. Dalam permainan, cock jatuh diluar garis lapangan, melewati net, tidak dapat melewati net, menyentuh atap, langit-langit, atau tembok samping, menyentuh orang, pakaian pemain, atau menyentuh benda yang ada disekitar lapangan, dalam permainan, titik pertama persentuhan cock dengan raket bukan berada di bagian atas net.
Kesalahan dapat terjadi pula jika pemain memasuki daerah lawan dengan raket, dengan tubuh pada batas-batas tertentu, menghalang-halangi lawan yang hendak melakukan pukulan ketika cock sedang melayang di atas net dan jika dalam permainan seorang pemain dengan sengaja mengganggu lawan dengan gerakan-gerakan tubuh lainnya. Sedangkan hal lainnya terjadi bila cock menyangkut/tertahan pada raket ketika melakukan pukulan. Terpukul dua kali berturut-turut oleh pemain yang sama, atau terpukul dua kali berturut-turut oleh pemain dan pasangannya, jika pemain secara mencolok melakukan kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA
Grice, Tony. (1996). Bulu Tangkis Petunjuk Praktis Untuk Pemula Dan Lanjut. Jakara:PT. Raja Grafindo Persada
Marta, Dinata, dkk (2004). Bulu Tangkis. Ciputat: Penerbit Cerdas Jaya.
Poole, James. (2006). Belajar Bulu Tangkis. Bandung:Pionir Jaya.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top