Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Selasa, 14 April 2015

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) IMPLEMENTASI METODE PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP PERKALIAN DI SEKOLAH DASAR

A.    JudulPenelitian    :

IMPLEMENTASI METODE PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP PERKALIAN DI KELAS II SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas II Sekolah Dasar Negeri Sukasirna Kecamatan Kadipaten KabupatenTasikmalaya)

B.     BidangKajian      :

METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS II SEKOLAH DASAR

C.    Latar Belakang Masalah

Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa tujuan pendidikan di sekolah tersebut akan tercapai bergantung pada bagaimana proses belajar itu dilaksanakan.

Kita memahami, keberhasilan proses belajar ditentukan oleh berbagai faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar individu siswa. Mengenai hal ini, Yusuf dkk. (1993: 11) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat diklasifikasikan ke dalam faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu   (anak didik), sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri individu.
Sejalan dengan pendapat di atas, Undang dkk. (1998: 15)  mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar adalah faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern merupakan faktor dari dalam diri individu bersangkutan, yaitu kemampuan yang dimilikinya. Kematangan, kecerdasan, serta bakat dan minat merupakan contoh faktor intern yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Siswa yang lebih matang dan memiliki potensi kecerdasan tertentu, apalagi didukung oleh bakat dan minat yang sangat tinggi, cenderung lebih berhasil menangkap dan menjabarkan berbagai konsep dan pengetahuan yang diterimanya. Faktor ekstern merupakan faktor yang datang dari luar individu (siswa) yang bersangkutan. Perhatian orang tua, status sosial ekonomi keluarga, perhatian guru, sarana dan prasarana, kesempatan yang tersedia, dan lingkungan masyarakat sekitar merupakan contoh faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.
Berdasarkan hal di atas, salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah guru dan guru memiliki peranan yang dominan untuk membantu keberhasilan siswa dalam belajar.  Keberhasilan siswa belajar akan ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugas. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Guru yang berkemampuan dalam mengelola kelas antara lain adalah guru yang mampu menggunakan metode mengajar dengan tepat. Mengenai hal ini, Wijaya (1992: 62) mengatakan bahwa mengenal dan sanggup menggunakan  metode mengajar adalah kemampuan dasar guru yang paling utama untuk meraih sukses di sekolah. Guru yang tidak mengenal metode mengajar jangan diharap bisa melaksanakan tugas mengajar dengan baik.
Terdapat beberapa metode mengajar Matematika yang dapat digunakan. Suherman (2001:169-185) mengatakan bahwa metode pengajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran Matematika antara lain adalah: (1) metode  ceramah; (2) metode ekspositori; (3) metode demonstrasi; (4) metode drill dan metode latihan; (5) metode tanya jawab; (6) metode penemuan; (7) metode inkuiri; (8) metode permainan; dan  (9) metode pemberian tugas.”
Metode permainan merupakan salah satu metode yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika. Metode ini, sangat disukai anak-anak karena menggembirakan. Hal ini, sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Suherman (2001: 181) bahwa permainan Matematika adalah suatu kegiatan yang menggembirakan yang dapat menunjang tujuan instruksional dalam pengajaran Matematika tercapai. Tujuan dimaksud dapat menyangkut aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.
Moeslichatoen (2004: 33) mengatakan bahwa dengan bermain, anak akan memperoleh kesempatan memilih kegiatan yang disukainya, bereksperimen dengan bermacam bahan dan alat, berimajinasi, memecahkan masalah dan bercakap-cakap secara bebas, berperan dalam kelompok, bekerja sama dalam kelompok, dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.
Menggunakan metode mengajar yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa sering kurang disadari oleh sebagian guru. Guru-guru cenderung lebih suka menggunakan metode ceramah, padahal tidak semua pokok bahasan dapat disampaikan dengan hanya metode tersebut. Apalagi metode tersebut digunakan dalam pembelajaran di kelas-kelas rendah.
Kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sama dengan asumsi di atas. Selama ini dalam pembelajaran Matematika, guru kelas I SD Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalayalebih sering menggunakan metode ceramah daripada menggunakan metode mengajar lain, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan terkesan monoton dan kurang memotivasi siswa.
Kemampuan yang dicapai siswa setelah pembelajaran tersebut cenderung menunjukkan hasil yang belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perolehan nilai kurang dibandingkan dengan nilai baik yang diperoleh siswa, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan belum mencapai ketuntasan belajar.
Seperti kita ketahui, karakteristik siswa di kelas-kelas rendah  cenderung masih senang bermain. Kenyataan ini  mendorong penulis untuk menggunakan metode permainan tersebut dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Matematika mengenai konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
Berdasarkan asumsi di atas, penulis tertarik dan berkeinginan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan metode permainan dalam pembelajaran memahami konsep perkalian di Kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.

D.    Perumusan dan Pemecahan Masalah

1.   Perumusan Masalah
Pada uraian di atas dikemukakan bahwa  kemampuan guru dalam menggunakan metode mengajar merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Penggunaan metode mengajar oleh guru akan efektif dan efesien apabila diterapkan sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu metode mengajar yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan belajar Matematika di kelas I Sekolah Dasar adalah metode permainan. Dengan penggunaan metode ini, diharapkan di samping siswa akan senang belajar, juga diharapkan pembelajaran Matematika khususnya tentang konsep perkalian dapat dicapai secara optimal.
Berdasarkan uraian di atas, penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian yang akan dilaksanakan tersebut sebagai berikut.
Bagaimanakahimplementasi dan aplikasi metode permainan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep perkalian di kelas I Sekolah Dasar?
Agar memudahkan pelaksanaan penelitian, masalah di atas dibatasi dan dirumuskan secara rinci seperti di bawah ini.
a.       Bagaimanakah perencanaan yang efektif dalam pembelajaran konsep perkalian dengan menggunakan metode permainan di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung?
b.      Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran yang efektif tentang konsep perkalian dengan menggunakan metode permainan untuk meningkatkan pemahaman siswa di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung?
c.       Bagaimanakah kemampuan belajar siswa tentang konsep perkalian setelah pembelajaran dengan menggunakan metode permainan di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya?
2.   Pemecahan Masalah
Upaya memecahkan permasalahan di atas, penulis tempuh melalui tahapan seperti di bawah ini.
a)      Tahap Persiapan
Pada tahap ini, penulis memilih dan menyediakan bahan ajar. Setelah bahan ajar yang diperlukan tersedia, penulis menganalisis standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator mata pelajaran Matematika yang akan disampaikan kepada siswa. Selanjutnya, penulis menyusun rencana pembelajaran (persiapan mengajar) untuk mengembangkan kompetensi dasar melakukan operasi hitung bilangan cacah dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Persiapan selanjutnya adalah menentukan alat pelajaran yang akan penulis gunakan. Alat pelajaran yang penulis pilih berupa permen. Penentuan alat pelajaran tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa permen sangat digemari anak-anak sehingga dimungkinkan akan menarik perhatian siswa, dalam hal ini anak-anak kelas I SD Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.


b) Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini, penulis melakukan tahapan kegiatan sebagai berikut:
(1)  Siswa menyimak penjelasan guru tentang konsep perkalian  sebagai penjumlahan berulang;
(2)         Dengan menggunakan metode permainan siswa dibimbing untuk memahami konsep perkalian adalah penjumlahan berulang. Siswa diberi sejumlah kelereng atau permen sebagai media untuk membuktikan bahwa konsep perkalian adalah penjumlahan berulang;
(3)         Siswa menerima pembagian lembaran kerja dan sekaligus membentuk kelompok kecil;
(4)         Siswa dibimbing menyelesaikan soal-soal yang ada  pada lembar kerja.

c)  Tahap Akhir Kegiatan
Kegiatan penulis pada tahap akhir adalah sebagai berikut.
(1)  Menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran;
(2)  Melaksanakan evaluasi;
(3)  Melakukan tindak lanjut.

E.     Tujuan Penelitian 

Secara umum, tujuan penelitian adalah ingin memproleh data secara akurat tentang implementasi metode permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran konsep perkalian di kelas I SD Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
Adapun secara khusus, tujuan penelitian adalah seperti di bawah ini:
a.       Mengoptimalkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam konsep perkalian di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
b.      Mengoptimalkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran konsep perkalian dengan menggunakan metode permainan untuk meningkatkan kemampuan siswa di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.
c.       Memperoleh data hasil pembelajaran konsep perkalian setelah pembelajaran dengan menggunakan metode permainan di kelas I Sekolah Dasar Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. 

D. Manfaat Penelitian

1.    Manfaat untuk Guru
Guru diharapkan memiliki wawasan untuk mengatasi atau memecahkan permasalahan pembelajaran Matematika dalam memahami konsep perkalian di kelas I Sekolah Dasar.
2.      Manfaat untuk Siswa
       Siswa kelas I Sekolah Dasar diharapkan memperoleh kemudahan dalam memahami konsep perkalian.
3.      Manfaat untuk Lembaga
Lembaga dalam hal ini Sekolah Dasar, diharapkan memperoleh model pembelajaran sebagai gambaran dalam memecahkan permasalahan pembelajaran, khususnya pembelajaran Matematika tentang konsep perkalian di kelas I Sekolah Dasar.

E.  Anggapan Dasar dan Hipotesis
1. Anggapan Dasar
Penelitian ini bertitik pangkal dari anggapan dasar di bawah ini.
a.       Konsep perkalian merupakan salah satu bahan ajar pokok yang harus dikuasai oleh siswa untuk mencapai keberhasilan pembelajaran Matematika.
b.      Pengggunaan metode permainan dapat mempengaruhi siswa dalam pembelajaran konsep perkalian.
2.  Hipotesis
Hipotesis penelitian adalah berikut ini.
        Kemampuan siswa kelas I SD Negeri Nanggewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya dalam memahami konsep perkalian akan meningkat, jika guru dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi secara efektif pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode permainan.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top