Blog Tentang Bacaan Al Qur'an, Doa - Doa, Tata Cara Ibadah, Contoh Surat, Makalah, Skripsi, Proposal, Pidato, Puisi, Kata Mutiara dan Artikel.

Selasa, 14 April 2015

Contoh Resensi Novel "Di Atas Sajadah Cinta"



            RESENSINOVEL

1.1       Identitas Buku
Judul Buku                   :           Di atas sajadah cinta
Pengarang                   :           Habiburrahman EL Shirazi
Penerbit                                  : 1. Republik
                                                      2. Pesantren Basmallah Indonesia
                                                      3. MD entertainment
Tahun terbit                :           2006
Jumlah halaman         :           265 halaman
Panjang buku              :           20,5 x 13,5 cm
 
2.1       Sinopsis
           
Diceritakan oleh di sebuah kota Kufah  seorang pemuda yang bernama “Zahid ”  atau si ahli zahid, karena kezuhudannya meskipun ia masih muda dia di kenal masyarakat sebagai pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota KUFAH.sebagian besar waktunya ia habiskan di dalam mesjid untuk ibadah dan menuntut ilmu,
Suatu hari jahid pergi ke pinggir kota ia hendak menjenguk saudaranya yang sakit.
            Di tengah perjalanannya ia mendengar orang yang minta tolong dan ia melihat seorang perempuan yang sedang menunggang kuda di kebun kopi yang sangat kencang. Melihat keadaan itu jahid bingung lalu ia mengangkat tangan kanannya lalu ia mengatakan “hai kuda mahkluk ALLOH,berhentilah dengan ijin ALLOH” lalu kuda itu meringkik dan berhenti’ wanita yang di punggung kuda itu terpelenting jatuh.
            Perempuan itu bernama Afirah tanpa disadari wanita itu telah membuka cadarnya Zahid pun melihat wajah perempuan yang cantik dan putih.
            Sebelum Zahid pergi Afirah member saputangan hijau muda.dan pada saat malam tiba  Afirah menangis dia merindui Zahid dan ia telah jatuh cinta pada nya begitupun dengan Zahid.
            Suatu hari jahid datang ke rumah Afirah bermaksud untuk melamar Afirah namun Abu Afirah menolaknya karena ia telah menerima lamaran abu Yasir.mendengar hal itu Afirah jatuh pingsan sementara Zahid pun jatuh sakit.
            Kabar tentang derita Zahid tersebar ke pelosok kota Kufah dan sampai terdengar oleh Afirah lau Afirah mengirim surat dan mengungkapkan keinginananya dan Zahid pun membalasnya dan dia pun tidak bisa apa –apa dia hanya bisa berserah diri kepada ALLOH dan dia member sorban putih untuk Afirah.
  Membaca balasan dari Zahid ,Afirah menangis bukan karna dia kecewa tapi karna dia telah menemukan sesuatu yang berharha.pertemuannya dengan Zahid telah mengubah jalan hidupnya dan ia meninggalkan gaya hidupnya yang mewah.
            Sorban putih yany diberikan dari Zahid dijadikan sajadah tempat ia bersujud dan menangis di tengah malam dan memohon ampum dan rahmat.
            Di atas sajadah itulah ia menemu kan cinta yang lebih agung yaitu cinta kepada ALLOH swt.
            Lalu Zahid menerima surat dari Afirah bahwa abu Afirah telah memutuskan tali pertunangannya dengan Yasir dan abu Afirah menyuruh Zahid untuk melamar Afirah dan melaksanakan pernikahan.
            Seketika itu Zahid sujud syukur di masjid Kufah,tidak henti bibirnya mengucap kan hamdalah.  

1.3       Unsur  Intrinsik
1.3.1    Tema               :           kesabaran seorang lelaki yang mencintai seorang  perempuan.
 1.3.2   Penokohan
            - zahid             :           baik, tampan, rajin beribadah
            -Afirah             :           baik, mewah, santun
            -Abu Afirah      :           bijaksana
            -Yasir               :           tidak baik 
1.3.3    Alur atau jalan cerita : maju
1.3.4    Setting
- tempat          :           - mesjid
                                                - kebun kopi
                                                - rumah Afirah
            - waktu                        :           siang dan malam
1.35     Sudut pandang            :           Dalam novel ini penulis menceritakan orang ke 3
1.36     Gaya bahasa   :           kebahasaan yang  dipakai dalam novel ini cukup ringan dan tidak memiliki istilah-istilah asingsehingga mudah dipahami pembaca.
1.3.8    Amanat                       :           segala masalah harus di hadapi dengan sabar  dan harus berserah  
                                                 Diri padA ALLOH swt.                                   

1.4       Unsur Ekstrinsik 

1.4.1    Unsur psikologi           :           yakin pada yang telah direncanakan ALLOH swt.

1.4.2    Unsur agam    :           kita harus rajin ibadah dan teguh pada pendirian atau prinsip sendiri

1.5       Keunggulan dan kelemahan buku

1.5.1    Keunggulan     :           novel diatas sajadah cinta adalah novel pembangun spiritual yang banyak mengandung unsure  religi dan sastra. Karena tema novel yang di angkat dalam novel ini tentang keagamaan.

1.5.2    Kelemahan      :           kelemahan novel ini terkadang membuat para pembaca bingung dengan alur ceritanya.

1..6      Kesimpulan     :           novel ini sangat baik untuk and abaca, karena banyak mengandung nilai –nilai agama. dan novel ini juga dapat menambah pengetahuan  ilmu.    
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top